<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480</id><updated>2011-07-07T16:31:35.125-07:00</updated><title type='text'>Sukitman Sudjatmiko</title><subtitle type='html'>Gederasi Muda NU yang mengusung Perubahan dan Gerakan Massa Rakyat dalam aplikasi nilai-nilai keIslaman dan Nilai-Nilai Marxist untuk Negara Bangsa yang Bebas Merdeka</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-5786133490736318108</id><published>2008-04-04T18:39:00.000-07:00</published><updated>2008-04-04T18:41:36.528-07:00</updated><title type='text'>Renungan dari Jaluludin Rumi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;Maulana Jalaluddin Ar-Rumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,&lt;br /&gt;maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.&lt;br /&gt;Begitulah caranya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau hanya mampu merangkak,&lt;br /&gt;maka merangkaklah kepada-Nya!&lt;br /&gt;Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,&lt;br /&gt;maka tetaplah persembahkan doamu&lt;br /&gt;yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena Tuhan, dengan rahmat-Nya&lt;br /&gt;akan tetap menerima mata uang palsumu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau masih mempunyai&lt;br /&gt;seratus keraguan mengenai Tuhan,&lt;br /&gt;maka kurangilah&lt;br /&gt;menjadi sembilan puluh sembilan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah caranya!&lt;br /&gt;Wahai pejalan!&lt;br /&gt;Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,&lt;br /&gt;ayolah datang, dan datanglah lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan telah berfirman:&lt;br /&gt;“Ketika engkau melambung ke angkasa&lt;br /&gt;ataupun terpuruk ke dalam jurang,&lt;br /&gt;ingatlah kepada-Ku,&lt;br /&gt;karena Aku-lah jalan itu.”&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-5786133490736318108?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/5786133490736318108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=5786133490736318108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/5786133490736318108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/5786133490736318108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/04/renungan-dari-jaluludin-rumi.html' title='Renungan dari Jaluludin Rumi'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-3466441587102766145</id><published>2008-03-31T03:25:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T03:49:41.466-07:00</updated><title type='text'>Kongres PMII ke 16 dan Proses Demokratisasi Kader</title><content type='html'>Salam Pergerakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronolos Introduction&lt;br /&gt;Hiruk pikuk dan berbagai intrik yang menyertai  ketika kongres ke 16 PMII di batam berakhir sudah dengan terpilihnya Sahabat M Rodli Kaelani dari calon Cabang Menado, secara praksis seharusnya dengan berakhirnya kongres  berbagai intrik dan gesekan antar cabang karena perbedaan pilihan haruslah telah selesai. tetapi tidak dengan Cabang yang ada di Sukabumi (PC.PMII Kota Sukabumi dan PC.PMII Kabupaten SUkabumi) perbedaan pilihan ketika kongres seperti membuka luka lama yang dulu pernah menganga dengan ketegangan Senior2 (yang sesungguhnya ketegangan ini terjadi antar Senior Kang Edwin Sumarga dengan kelompok M Jaenudin CS) sungguh teramat di sayangkan energi temen2 PMII harus terkuras dengan berbagai kepentingan dan ketegangan yang diturunkan sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setting Politik Kader dan Kepentingan PMII di Kabupaten Sukabumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PMII Sukabumi berdiri secara struktural pada Tahun 1997 yang di Motori Edwin Sumarga (Kang Edwin) dan terkonsentrasi di STAI Al-Masthuriyyah yang saat itu dilambangkan sebagai representasi NU di Sukabumi, Proses berdiri ini lalu dilanjutkan dengan Konferensi Cabang Pertama yang Menetapkan Kang Edwin sebagai Ketua Umum PC.PMII Sukabumi Priode 1997-1999.&lt;br /&gt;pada Masa ini boleh dibilang PMII hanya berdiri di STAI Sukabumi dengan hampir semua anggota dan Kader PMII adalah Mahasiswa Almast tetapi pada tahun 1998 di bawah kepemimpinan Kang Edwin PMII mulai unjuk kekuatan di kampus-kampus sukabumi dengan meengadakan Mapaba yang diikuti oleh Mahasiswa dari CBI (Citra Buana Indonesia), Polititeknik BBC yang di motori oleh Sahabat Ikhsan dan STIE Penguji yang di motori oleh Sahabat Heri Hermawan dan Arisandi dan STAI Kharisma yang di motori oleh Lutfan Awaludin .Proses Perluasan dan kaderisasi PMII saat itu dengan melibatkan berbagai kampus yang tersebar di Sukabumi membawa implikasi secara psikologis atas ketidak ikhlasan terhadap kader-kader PMII di Almasthuriyyah yang merasa membangun PMII dari awal. sehingga Konferensi Cabang ke dua menempatkan hampir 90 % kepengurusan dari Almast dengan terpilihnya Sahabat Ahmad Fadli (Tigor) sebagai Ketua Umum dan M.Zaenudin sebagai sekretaris umum untuk Priode 1999-2000. Konferensi ini juga bertepatan dengan Pemilu dan PMII mendapat Proyek pemantauan dari JAMPPI dan JPPR inilah sesungguhnya awal mula konflik yang berkepanjangan sehingga yang waktu itu komisarit terdiri dari Komisariat STAI Almasthuriyyah, Komisariat STIE-Penguji, Komisariat STAI Kharisma dan Komisariat Politeknik BBC, berubah menjadi konflik atas ketidak merataan penyertaan relawan dan transfaransi keuangan organisasi sehingga di puncak konflik Komisariat STIE-Penguji yang diketuai oleh Heri Hermawan membubarkan diri dan Komisariat Politeknik BBC pun ikut membubarkan diri dan konflik kepentingan pun meluad yang melibatkan Kang Edwin CS dan Jay CS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ya Cape nulisnya nih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-3466441587102766145?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/3466441587102766145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=3466441587102766145' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/3466441587102766145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/3466441587102766145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/kongres-pmii-ke-16-dan-proses.html' title='Kongres PMII ke 16 dan Proses Demokratisasi Kader'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-645441287357529328</id><published>2008-03-09T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-03-09T23:53:29.831-07:00</updated><title type='text'>Kenangan di Taman Cibodas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R9TaO-YFOsI/AAAAAAAAAC4/vTlD2w_ivlE/s1600-h/Gue+nih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R9TaO-YFOsI/AAAAAAAAAC4/vTlD2w_ivlE/s320/Gue+nih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176001822552570562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-645441287357529328?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/645441287357529328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=645441287357529328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/645441287357529328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/645441287357529328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/kenangan-di-taman-cibodas.html' title='Kenangan di Taman Cibodas'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R9TaO-YFOsI/AAAAAAAAAC4/vTlD2w_ivlE/s72-c/Gue+nih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-6122325096994656962</id><published>2008-03-09T23:37:00.000-07:00</published><updated>2008-03-09T23:40:41.869-07:00</updated><title type='text'>Rintihan untukmu Dinda</title><content type='html'>&lt;span class="normal"&gt; Rabbi&lt;br /&gt;Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia&lt;br /&gt;tabahkan hatinya&lt;br /&gt;teguhkan imannya&lt;br /&gt;sucikan cintanya&lt;br /&gt;lembutkan rindunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi....&lt;br /&gt;Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia&lt;br /&gt;penuhi hatinya dengan Kasih-MU&lt;br /&gt;terangi langkahnya dengan Nur-MU&lt;br /&gt;bisikkan kedamaian dalam kegalauan&lt;br /&gt;temani dia dalam kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi...&lt;br /&gt;kutitipkan cintaku pada-MU untuknya&lt;br /&gt;resapkan rinduku pada rindunya&lt;br /&gt;mekarkan cintaku bersama cintanya&lt;br /&gt;satukan hidupku dan hidupnya&lt;br /&gt;dalam cinta-MU&lt;br /&gt;sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- teruntuk yang terkasih -&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-6122325096994656962?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/6122325096994656962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=6122325096994656962' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6122325096994656962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6122325096994656962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/rintihan-untukmu-dinda.html' title='Rintihan untukmu Dinda'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-8167823903067089467</id><published>2008-03-05T20:12:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T20:14:32.648-08:00</updated><title type='text'>KURSUS POLITIK PKC.PMII JAWA BARAT 2003</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;MATERI II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;MATERIALISME HISTORIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Pengantar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dalam bagian pertama kita telah membahas materialisme dialektis secara rinci sebagai filsafat revolusioner dari kelas buruh; yang menyatakan bahwa dunia dapat dipahami, dan dapat diubah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Penerapan materialisme dialektis oleh Marx untuk menganalisis sejarah masyarakat dikenal sebagai materialisme historis. Ini menjadi breakthrough bagi proletariat dalam memperlihatkan bagaimana kerumitan sejarah dan masyarakat dapat diblejeti dan dipahami secara ilmiah. Materialisme historis, untuk pertama kalinya meletakkan sejarah masyarakat pada landasan yang benar-benar materialis. Dikatakan bahwa sumber utama dari segala perkembangan sosial adalah kondisi material dari masyarakat, khususnya proses produksi sosial dan hubungan kelas serta pertentangan kelas yang muncul dari proses itu. Materialisme historis juga menjelaskan sumber-sumber perubahan dan kemajuan dalam sejarah manusia, dan juga bahwa perubahan dan kemajuan adalah satu yang tidak terelakkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Materialisme historis jelas bertentangan dengan pandangan borjuis tentang sejarah, yang didominasi oleh idealisme dan metafisika. Satu hal yang terus dipertahankan dalam sejarah borjuis adalah pernyataan bahwa ada gagasan-gagasan dan orang-orang besar yang menentukan jalannya sejarah. Pandangan ini melihat gagasan dan orang di luar konteks sosialnya, dan terlebih lagi, di luar hubungan kelasnya. Satu tema lain dari sejarah borjuis adalah bahwa kekejaman dan penyerangan bersifat abadi dan merupakan ciri mendasar dari alam manusia, dan dengan begitu selalu menjadi faktor pendorong dalam sejarah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pandangan Marxis tentang sejarah tidak mengecilkan peranan gagasan dan orang dalam membentuk sejarah. Namun, yang dijelaskan olehnya adalah basis material dari gagasan dan kehendak manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Studi materialisme historis begitu penting karena memberikan pemahaman tentang basis material bagi perubahan masyarakat yang revolusioner sifatnya dan dasar-dasar yang membentuk proses itu, kepada kaum revolusioner yang tergerak untuk mengakhiri eksploitasi dan penindasan kelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Tuntunan ini akan menguraikan beberapa bagian utama dalam materialisme historis seperti tercantum di bawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Produksi sosial barang-barang kebutuhan hidup adalah kegiatan manusia yang paling dasar, dan membentuk semua aspek kehidupan sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pertentangan kelas sangat menentukan dalam gerak sejarah manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Masyarakat berkembang maju melalui cara-cara produksi yang berbeda-beda karena kemanusiaan telah memajukan kapasitasnya menyesuaikan diri dengan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Proletariat memainkan peran penting dalam memajukan masyarakat dari kapitalisme menuju sosialisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 13.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;u&gt;1. Produksi sosial barang-barang kebutuhan hidup adalah kegiatan manusia yang paling dasar, dan membentuk semua aspek kehidupan sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Engels menulis tentang sumbangan Marx terhadap sejarah:"Ia menemukan kenyataan yang sederhana... bahwa manusia pertama harus makan dan minum, punya tempat berlindung dan pakaian, sebelum dapat mengembangkan politik, ilmu, agama, dan seni..."&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;--Pidato di sisi makam Karl Marx&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kegiatan manusia yang paling dasar adalah perjuangan mengubah alam untuk mendapat kebutuhan hidupnya --makanan, tempat berlindung, dan pakaian. Yang membedakan manusia dari hewan lainnya adalah kenyataan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan sadar dan melibatkan produksi untuk membangun dan mengubah apa yang disediakan alam ketimbang langsung menikmatinya seperti dilakukan hewan. Dua faktor inilah yang mendorong perkembangan alat-alat yang membantu manusia berhadapan dengan lingkungan untuk memenuhi kebutuhannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut, produksi adalah proses sosial, di mana manusia harus bergabung untuk menghasilkan dan menukar barang, karena mereka sendiri tidak sanggup memenuhi kebutuhan dengan tindakan-tindakan individual yang terpisah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;u&gt;2. Kekuatan produksi dan hubungan produksi membentuk cara produksi masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ketika menghasilkan kebutuhan hidup, manusia pertama-tama memasuki hubungan dengan lingkungan alam. Kekuatan produksi adalah elemen-elemen yang digunakan manusia ketika bekerja mengubah alam. Cara lain untuk memahami konsep ini adalah dengan mengacu pada tingkat teknologi suatu masyarakat. Ini termasuk alat-alat dan mesin, tanah dan bahan mentah, serta ilmu dan teknologi. Kerja manusia, tentu saja adalah kekuatan produksi yang sangat penting. Perkembangan sejarah manusia membawa kemajuan kekuatan produksi yang terus menerus. Kapitalisme, khususnya, telah membawa kemajuan-kemajuan yang luar biasa dalam bidang teknologi, mesin, bentuk-bentuk tenaga, dan sebagainya yang telah meningkatkan kapasitas produksi manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Hubungan produksi dibentuk oleh kekuatan-kekuatan produksi ini, seperti dijelaskan Marx:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;"Dalam produksi sosial, manusia memasuki satu hubungan tertentu yang niscaya sifatnya, yang tidak bergantung pada keinginan mereka. Hubungan ini disebut hubungan produksi yang berhubungan dengan tahap perkembangan kekuatan produksi material tertentu."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Alterations dan kemajuan alat-alat yang dipakai masyarakat untuk berproduksi (kekuatan produksinya) pada akhirnya akan membawa perubahan dalam cara orang-orang bekerjasama dalam produksi (hubungan-hubungan produksi). Karena perubahan dalam teknologi dan ilmu bersifat alamiah dan tidak terelakkan, maka kebutuhan hubungan-hubungan produksi untuk selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan kekuatan produksi menjadi hukum dasar dari sejarah manusia, dan sumber utama dari semua perubahan sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Satu contoh untuk pernyataan ini adalah revolusi industri, di mana penyempurnaan mesin uap, khususnya membawa perubahan-perubahan proses kerja yang berarti dalam masa awal industri, dan berpengaruh besar bagi kondisi kerja dan kondisi hidup proletariat industri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kesatuan dari kedua faktor ini --kekuatan dan hubungan produksi --yang menentukan cara produksi masyarakat. Marxisme memandang masyarakat berdasarkan cara produksinya, misalnya feodalisme, kapitalisme, dan sosialisme, karena cara produksi adalah faktor mendasar bagi terbentuknya seluruh kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;u&gt;3. Hubungan basis ekonomi masyarakat dengan bangunan politik, budaya dan ideologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Manusia memasuki hubungan produksi melalui serangkaian lembaga sosial yang gunanya membenarkan, mengatur dan melindungi hubungan-hubungan itu. Karena itu, para produsen kemakmuran sosial juga anggota keluarga, dengan nilai-nilai budaya tertentu, yang bertindak berdasarkan satu perangkat hukum dan sebagainya. Hubungan produksi dalam masyarakat membentuk basis ekonomi bagi masyarakat, dan menjadi dasar bagi superstruktur, atau kehidupan sosial, politik dan ideologi dari masyarakat. "Keseluruhan hubungan produksi ini membentuk struktur ekonomi masyarakat, landasan nyata yang menimbulkan superstruktur hukum dan politik. Landasan ini juga berhubungan dengan bentuk-bentuk kesadaran sosial tertentu. Cara produksi secara umum menentukan proses kehidupan sosial, politik dan intelektual. Bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaannya, melainkan sebaliknya keberadaan sosialnya yang menentukan kesadaran." (Marx)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kunci untuk memahami setiap masyarakat terletak bukan pada politik atau gagasannya, tapi pada watak hubungan produksinya. Dengan mempelajari ini, kita bisa tahu mengapa masyarakat memiliki budaya, struktur keluarga dan sistem politik tertentu. Misal-nya, di Amerika Serikat bukan hal yang aneh bahwa penindasan rasial begitu penting dalam perkembangan hubungan kapitalis (yang dimulai dengan perbudakan) dan membentuk superstruktur rasis --yang terdiri atas gagasan, ketidakadilan, dan penindasan politik yang rasis. Peranan yang paling mendasar dari superstruktur dalam masyarakat kelas adalah untuk membenarkan, melindungi dan melembagakan hubungan kelas dalam masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Walaupun basis ekonomi adalah penyebab utama dari perkembangan, tapi ia tidak menjadi satu-satunya penyebab perkembangan sosial. Basis dan superstruktur suatu masyarakat harus diamati bersama-sama; superstruktur muncul dari basis ekonomi yang ada, dan balik bereaksi terhadap hubungan ekonomi. Jadi, kita tidak dapat memahami imperialisme Amerika dan Jepang hanya dengan mengamati kapitalis-kapitalis monopoli dan perusahaan-perusahaan multinasional. Kita juga harus memahami demokrasi borjuis Amerika dan Jepang, peranan militer, media dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;u&gt;4. Pertentangan kelas sangat menentukan gerak sejarah manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kita sudah memberi tekanan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat, cara kebutuhan material manusia diproduksi itu yang penting untuk memahami masyarakat. Namun, tidak semua anggota masyarakat memainkan peranan yang sama dalam produksi; sejumlah orang melakukan produksi, dan sebagian menikmatinya, tanpa ikut berproduksi. Kelas adalah kelompok orang seperti itu, yang memiliki hubungan yang sama terhadap alat-alat produksi (milik, alat-alat dan mesin) dan memainkan peranan dalam pemisahan kerja secara sosial, atau singkatnya, kondisi ekonomi yang sama. Seperti dijabarkan Lenin:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;"Kelas adalah sekelompok besar orang yang berbeda satu sama lain karena tempatnya dalam sistem produksi yang ditentukan secara historis (dalam kebanyakan kasus ditetapkan dan dirumuskan dalam hukum-hukum), posisinya terhadap alat-alat produksi, perananannya dalam organisasi kerja secara sosial, dan karena itu juga ditentukan oleh dimensi-dimensi kemakmuran sosial yang mereka peroleh dan metode mendapatkan bagiannya. Kelas adalah kelompok orang yang memungkinkan kelas yang satu menikmati hasil kerja kelas lain, bergantung pada posisi yang mereka tempati dalam sistem sosial ekonomi tertentu." (Lenin)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kelas-kelas tidak selalu ada dalam sejarah. Masyarakat manusia pada awalnya tidak memiliki kelas, dan oleh kaum Marxis disebut tahap komunisme primitif.Istilah "primitif" di sini mengacu pada tingkat perkembangan alat-alat dan pengetahuan ilmiah; bukan suatu penilaian terhadap budaya dan cara hidup masyarakat tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Karena manusia saat itu hanya memiliki alat-alat dan pengetahuan tentang alam yang primitif, kegiatan semua anggota masyarakat masuk ke dalam perjuangan bersama untuk bertahan hidup. Baik kerja masyarakat maupun hasilnya dibagi rata. Tidak ada basis bagi satu kelompok untuk menikmati hasil kerja kelompok lain, tidak ada kelebihan yang dihasilkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Masyarakat kelas muncul ketika kekuatan-kekuatan produksi berkembang sampai sebuah titik di mana ada produksi berlebih dari kerja sosial, yang ditimbulkan misalnya oleh perbaikan cara-cara bertani. Begitu ada kelebihan produksi dari yang sebenarnya diperlukan untuk keperluan langsung, muncul basis untuk "waktu senggang", kelas tidak bekerja yang mengambil alih surplus yang diciptakan oleh anggota masyarakat yang lain. Keadaan ini tidak muncul dalam suasana damai, tapi melibatkan penundukan secara paksa maupun melalui cara-cara lain (politik, hukum, agama dan sebagainya) oleh kelas penguasa untuk memperkuat klaimnya atas pemilikan pribadi dan atas kerja dan produk yang dihasilkan kelas pekerja.Hubungan kelas inilah --di mana ada satu kelompok mengambil hasil produksi kelompoj lain --yang kita sebut eksploitasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Masyarakat kelas mengalami tahap-tahap perkembangan yang berbeda-beda, mulai dari perbudakan kuno, feodalisme dan kapitalisme. Dalam setiap tahap ini, ada dua kelas utama yang berhadapan satu sama lain dalam proses produksi dan semua hubungan sosialnya: dalam perbudakan --budak dan pemilik budak; dalam feodalisme --hamba dan tuan; dalam kapitalisme --proletariat dan borjuis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Ketika kekuatan produksi terus berkembang sampai titik di mana kebutuhan semua anggota masyarakat telah dapat dipenuhi, maka sudah terbentuk basis material bagi masyarakat untuk maju ke tahap komunisme. Dalam masyarakat komunis kemakmuran sosial diproduksi dan didistribusi secara adil kepada semua. Karena itu, pada tahap ini eksploitasi, penindasan dan kelas sudah lenyap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kita bisa lihat bahwa kelas-kelas tidak terletak dalam hubungan yang netral. Dalam hubungan itu, tidak terelakkan suatu hubungan pertentangan karena satu kelas menempati posisi dominan (mengontrol alat-alat produksi dan hidup dari surplus yang dihasilkan kelompok lain) sementara kelas yang lain menempati posisi subordinat. Walaupun kelas-kelas dapat menempati posisi yang sama selama beratus-ratus tahun, selalu ada pertentangan yang terus menerus untuk mengubah hubungan kelas ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Marx menulis dalam Manifesto Komunis bahwa, "Sejarah dari semua masyarakat yang ada adalah sejarah pertentangan kelas. Orang bebas dan budak, patrician dan plebeian, tuan dan hamba, pemilik gilda dan pedagang keliling, singkatnya, penindas dan yang ditindas, berada dalam oposisi yang terus menerus, yang membawa sebuah perseteruan yang tak ada putusnya, kadang tertutup, kadang terbuka, satu perseteruan yang selalu berakhir, baik dalam pembentukan kembali masyarakat secara revolusioner, atau kehancuran bersama dari kelas-kelas yang bertentangan."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Jelas, kelas penguasa, sebagai kelas akan terus berjuang mempertahankan hak-hak istimewanya sebagai penguasa, dan membuat kelas-kelas subordinat tetap ada dalam posisinya. Tapi akhirnya, hubungan sosial dari suatu masyarakat akan memasuki konflik dengan seluruh kemajuan masyarakat, karena itu menetapkan basis bagi masyarakat untuk diubah dan tumbangnya kelas penguasa yang lama. Misalnya, pada titik tertentu, hubungan feodal menahan-nahan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Hanya mereka yang menerima izin khusus dari tuan tanah-tuan tanah (atau gereja) yang dapat pursue pendekatan-pendekatan baru dan inovatif dalam manufaktur. Karena itu, kondisi-kondisi sudah disiapkan untuk menumbangkan hirarki feodal yang lama oleh kelas borjuis yang... (belum selesai).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Konflik kelas dan transformasi masyarakat adalah ciri-ciri yang tidak terhindarkan dalam sejarah manusia. Ini karena kemanusiaan terus menerus didorong oleh perbaikan kondisi hidup yang terus menerus memerlukan perbaikan teknik-teknik produksi (kekuatan produksi),Ini tidak berarti bahwa sejarah manusia selalu mengikuti kemajuan yang linear. Ada beberapa periode panjang di mana tidak ada kemajuan teknologi dan bahkan banyak kemunduran-kemunduran. Namun proses menuju kemajuan tidak terhindarkan karena manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup dengan cara yang paling efektif, dan selalu akan terlibat dalam konflik dengan hubungan-hubungan sosial yang ada (hubungan produksi). Ketegangan antara kekuatan dan hubungan produksi dijalankan oleh manusia melalui perjuangan kelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;"Pada tahap perkembangan masyarakat tertentu, kekuatan produksi material dari masyarakat akan berkonflik dengan hubungan produksi yang ada atau --satu sebutan legal bagi hal yang sama --dengan hubungan pemilikan dalam kerangka di mana mereka beroperasi. Dari bentuk perkembangan kekuatan produksi, hubungan-hubungan ini menjadi penghalang. Pada saat itulah sebuah revolusi sosial dimulai."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 13.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;b&gt;3. Masyarakat melalui cara-cara produksi yang berbeda-beda karena kemanusiaan telah memajukan kapasitas menyesuaikan diri dengan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sejarah masyarakat ditandai oleh tahap-tahap atau cara-cara produksi yang progresif. Secara umum, cara produksi yang ada adalah: komunisme primitif, perbudakan kuno, feodalisme, kapitalisme, dan sosialisme. "Dalam garis besar", menurut Marx, "cara-cara produksi bisa digambarkan sebagai rentang waktu yang menandai kemajuan dalam perkembangan masyarakat." Melalui tahap-tahap inilah ada kemajuan dalam arti bahwa teknologi, ilmu dan pengetahuan manusia bergerak maju, menciptakan dasar-dasar untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Masyarakat maju dari masyarakat tanpa kelas yang primitif (komunisme primitif), melalui berbagai masyarakat kelas, dan kini memasuki masa sosialisme, atau tahap pertama dari komunisme, masyarakat tanpa kelas yang sudah berkembang penuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Walau kita tidak akan mengamati detil-detil dalam tiap cara produksi, kita akan menggambarkan dengan singkat kekuatan produksi dan hubungan-hubungan kelasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Seperti disebutkan sebelumnya, komunisme primitif adalah tahap masyarakat dengan kekuatan produksi yang belum berkembang. Kerja dari semua anggota masyarakat digunakan untuk produksi kebutuhan-kebutuhan yang paling dasar, dan reproduksi kehidupan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Karena tidak ada kelas, dan tidak ada eksploitasi maka semua orang terlibat dalam perjuangan melawan alam untuk bertahan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dengan berkembangnya kekuatan produksi, dan adanya produksi surplus (lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan yang paling dasar) maka muncul bentuk paling awal dari masyarakat kelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Perbudakan kuno (Yunani dan Romawi adalah contoh paling baik) adalah awal bagi pemilikan pribadi atas tanah dan budak. Perbaikan kekuatan produksi muncul pada dasarnya melalui penggunaan besi dalam membuat alat dan senjata. Kelas penguasa pemilik budak juga bersifat ekspansif dan merupakan suatu kelas yang membangun kerajaan-kerajaan besar. Negara pertama kali berkembang dalam masyarakat budak, untuk melindungi "hak" warga (pria yang memiliki sesuatu); khususnya pemilik budak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Di masa feodalisme ekonomi didasarkan pada pertanian. Dua kelas utama pada masa ini adalah tuan tanah feodal, yang memiliki wilayah tanah dan ternak yang luas, dan mengontrol kehidupan hamba-hambanya; dan hamba yang bekerja menggarap tanah, memiliki alat-alat dan menghasilkan barang untuk konsumsi dan untuk diserahkan sebagai persembahan (hasil pertanian) untuk tuan-tuan mereka. Selama masa tertentu dalam era feodal ini, ada kemandekan dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Namun, bagian akhir dari periode ini menyaksikan kemajuan-kemajuan besar dalam kekuatan produksi: kemajuan-kemajuan dalam metode pertanian dan ternak, demikian pula pemanfaatan tenaga air dan angin, penciptaan alat bajak modern, mesin pemintal, meiu, mesin cetak pers, dsb.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kekuasaan politik dibawah feodalisme terpecah-belah. Monarki, yang secara resmi memimpin negara tidak punya lagi sumber-sumber untuk memperluas kekuasaannya dan tuan tanah feodal yang tercerai-berai itu menguasai tanah milik dan para bangsawan. Dalam konteks ini, gereja katolik adalah pemilik tanah paling luas, dan pemegang kekuasaan politik dan legal paling terpusat, serta pejuang ideologi dominan paling terkemuka. Raja dan tuan tanah feodal, dalam kerjasamanya dengan gereja katolik, melaksanakan kontrol menyeluruh atas ekonomi, politik, sosial dan agama terhadap massa para hamba.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Runtuhnya feodalisme dan bangkitnya kapitalisme terjadi lebih dari satu abad (dari sekitar abad 14 sampai abad 17). Berkembangnya perdagangan dan kelas pedagang, tumbuhnya kota-kota serta kegiatan manufaktur, membuat makin kokohnya pembentukan borjuis. Perjuangan kelas antara borjuis yang sedang bangkit dan bangsawan feodal/gereja katolik merupakan tantangan utama yang mendorong keruntuhan feodalisme. Pada tahap sejarah ini, kelas borjuis merupakan kelas yang progresif, dalam hal kepentingan kelasnya yang sejalan dengan perkembangan kekuatan produktif dan ilmu pengetahuan, demikian pula lembaga-lembaga budaya dan politik masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dalam cara produksi kapitalis, "masyarakat secara keseluruhan lebih dan lebih lagi terbelah ke dalam dua kubu besar yang saling bermusuhan, ke dalam dua kelas besar yang secara langsung berhadapan satu sama lain: Borjuis dan Proletariat" (dikutip dari Communist Manifesto). Di bawah kapitalisme, borjuis memiliki semua alat produksi, dan karenanya mampu menarik keuntungan dan mengakumulasi kekayaan dengan cara menghisap kerja proletariat, kelas pekerja yang tidak punya pilihan lain selain menjual tenaga kerjanya pada kapitalis supaya dapat bertahan hidup. Borjuis, dan perkembangan kapitalisme memacu kemajuan luar biasa kekuatan produksi masyarakat. Revolusi industri selama abad-abad 17 dan 18 di Eropa Barat merefleksikan perkembangan kapitalisme tersebut, dengan ditemukannya tenaga uap, pabrik berskala luas, dan kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan dan industri. Struktur politik kapitalis jadi makin kompleks dari pada sebelumnya. Kekuasaan politik feodal yang terdesentralisasi diganti oleh bentuk kekuasaan negara nasional yang terpusat semasa periode refolusi borjuis abad-abad 18 dan 19. Ideologi borjuis, yang menekankan "kebebasan berusaha" juga telah mengembangkan cita-cita kemerdekaan dan demokrasi, meskipun dalam prakteknya, kemampuan untuk bisa melaksanakan "hak-hak" tersebut sepenuhnya tergantung posisi kelas seseorang dalam masyarakat kapitalis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Proletariat memainkan peran revolusioner dalam memajukan masyarakat dari kapitalisme menuju sosialisme&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Di samping kemajuan-kemajuan utama yang dibuat pada jaman kapitalisme, cara produksi ini telah bertahan hidup lebih daripada kegunaannya sendiri. Kemajuan pesat yang terbentuk dalam kekuatan produksi telah membawa kekuatan untuk memenuhi kebutuhan semua umat manusia. Tapi kekuatan ini telah dibuat tidak berdaya oleh hubungan ekonomi kapitalis, karena kemakmuran sosial yang berlimpah hanya membuat produksi menguntungkan segelintir kapitalis. Kita lihat suatu krisis ekonomi yang tak masuk akal dan terus menerus dan bukan suatu produksi untuk memenuhi kebutuhan rakyat yang dilakukan dengan terencana. Kita lihat pula produksi komoditi yang kacau balau tapi menghasilkan keuntungan an bukan produksi barang-barang yang memang dibutuhkan rakyat. Maka akhirnya hubungan produksi kapitalis menjadi penghalang utama perkembangan kekuatan produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Proletariat, sebagai kekuatan utama penentang borjuis adalah kelas yang paling mampu mendobrak penghalang hubungan ekonomi kapitalis. Lantaran menderita di bawah penghisapan masyarakat kapitalis, maka untuk menghapus sistem itu sekali dan selamanya pun dilakukan atas kepentingan proletariat. Tapi proletariat tidak berupaya mengganti masyarakat yang menghisap ini dengan bentuk masyarakat menghisap lainnya. Sebagai sebuah kelas, proletariat tidak punya kepentingan untuk menjadi kelas penghisap yang baru, tapi lebih punya kepentingan untuk mengakhiri semua bentuk hubungan ekonomi yang menghisap. Ini adalah tujuan utama perjuangan bagi terciptanya sosialisme, yang merupakan tahap pertama cara produksi komunis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Di sini Engels menjabarkan hal-hal yang mungkin bagi proletariat untuk mengakhiri penghisapan sekali dan selamanya: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;"Bagaimanapun juga konsepsi sejarah yang baru ini adalah konsepsi dari sesuatu yang punya arti tertinggi bagi cara pandang sosialis. Konsepsi itu menunjukan bahwa semua sejarah sebelumnya bergerak dalam antagonisme kelas dan perjuangan kelas, bahwa selalu ada kelas yang menguasai dan dikuasai, yang menghisap dan dihisap dan bahwa mayoritas umat manusia telah senantiasa dikutuk untuk melakukan kerja yang sulit dengan sedikit kenikmatan. Mengapa begini: sederhananya ini karena pada semua tahap awal perkembangan manusia, produksi begitu sedikit dikembangkan. Perkembangan historis hanya dapat berlangsung dalam bentuk yang antagonis itu, kemajuan historis secara keseluruhan tergantung pada aktivitas minoritas yang memiliki hak istimewa, sementara sebagian besar massa tetap dikutuk untuk memproduksi oleh kerja mereka alat mereka untuk bertahan hidup yang pas-pasan itu dan juga alat golongan berhak istimewa yang semakin mewah itu. Tapi penyelidikan sejarah yang sama,....juga membawa ke suatu kenyataan bahwa, akibat perkembangan kekuatan produksi yang dahsyat saat sekarang ini, bahkan apa yang paling akhir menjadi patokan telah lenyap lantaran pembelahan manusia ke dalam kelas penguasa dan yang dikuasai, kelas penghisap dan dihisap, paling tidak di negara-negara paling maju; bahwa borjuis utama yang berkuasa telah memenuhi misi sejarahnya, bahwa borjuis tersebut tidak lagi mampu memimpin masyarakat dan justru menjadi penghalang perkembangan produksi,....bahwa kepemimpinan sejarah telah beralih ke tangan proletariat, suatu kelas yang karena posisinya di masyarakat hanya bisa membebaskan dirinya sendiri dengan menghapuskan secara bersama semua penghisapan; dan bahwa kekuatan produktif masyarakat yang tumbuh melampaui kendali borjuis tinggal menunggu bersatunya proletariat untuk merebut milik mereka supaya bisa merubah keadaan masyarakat dimana tiap anggota masyarakat akan dimungkinkan ikut serta tidak hanya dalam produksi tetapi juga ikut serta dalam distribusi dan administrasi kemakmuran rakyat, dan yang karena ini akan mampu meningkatkan kekuatan sosial produksi masyarakat dan hasil-hasilnya melalui suatu pelaksanaan seluruh produksi secara terencana, sehingga pemuasan semua kebutuhan yang masuk diakal akan dijamin bagi semua orang dalam ukuran yang semakin meningkat." dari "Karl Marx"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sosialisme sekarang ini lebih dari suatu visi revolusioner sebuah masyarakat yang dapat mengakhiri penghisapan kapitalisme; sosialisme telah menjadi kenyataan bagi berjuta rakyat di dunia ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Bagian paling berarti dari kelas pekerja internasional, yang mulai dengan Rusia tahun 1917, telah memberi kemajuan revolusioner bagi sosialisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sosialisme adalah tahap pertama dari cara produksi komunis. Di bawah sosialisme, sisa-sisa hubungan produksi sebelumnya masih ada; kelas-kelas itu sendiri masih ada, dan perjuangan kelas melawan borjuis terus berlangsung. Tapi bagaimanapun juga di bawah kepemimpinan proletariat, basis jika memang diletakan, adalah untuk pengurangan secara menyeluruh pemilikan pribadi dan kelas-kelas. Obyek perjuangan kelas di bawah sosialisme adalah untuk mewujudkan tahapan sejarah komunis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Meskipun komunisme masih kabur jalannya di masa datang, tulisan-tulisan Marx dan Lenin, dan pengalaman dari masyarakat sosialis memberi beberapa petunjuk akan terbuktinya tahapan sejarah komunis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Hubungan produksi di bawah komunisme akan berciri suatu masyarakat tanpa kelas-pemilikan secara meluas semua alat produksi dan kekayaan. Dalam pengertian ini, komunisme yang maju itu sama dengan komunisme yang primitif. Tapi, dalam tahap komunisme primitif, kekuatan produksi amat sangat tidak berkembang, dan kehidupan manusia berciri kelangkaan barang dan perjuangan terus menerus untuk bertahan hidup. Di tahap komunisme maju, kekuatan produksi --teknologi, ilmu pengetahuan, produktivitas kerja--akan dikembangkan sampai ke satu titik dimana tidak hanya semua kebutuhan manusia sanggup dipenuhi tapi seluruh daya manusia mampu diwujudkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Cara-cara produksi yang dijelaskan diatas adalah katagori umum yang memberi tanda kemajuan perkembangan sosial dan sejarah. Tapi penting untuk diakui bahwa tidak semua masyarakat telah atau akan "maju" melalui tahap-tahap tertentu ini dalam perjalanan sejarahnya menuju komunisme. Lebih jauh lagi, tiap masyarakat itu menampilkan gambaran khususnya sendiri, dan memiliki ekspresi uniknya sendiri dalam cara produksi secara umum. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Misalnya, konsep cara produksi kapitalis adalah titik awal penting untuk memahami Amerika Serikat, Guatemala dan Afrika Selatan, meskipun jelas masing-masing negara harus dilihat secara khusus. Materialisme historis, sebagai teori umum tentang sejarah dan masyarakat adalah titik masuk penting untuk melakukan "studi kongkrit atas kondisi kongkrit."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Juga perlu dicatat bahwa, khususnya di jaman imperialisme (sejak awal abad 20), hubungan kelas dalam suatu negara harus dilihat sebagai bagian dari hubungan internasional dan perjuangan kelas internasional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Garis Besar Materialisme Historis&lt;span style=""&gt;                                                                                                    &lt;/span&gt;Cara Produksi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kekuatan Produksi Ilmu Pengetahuan&lt;span style=""&gt;                                                                                           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;dan Teknologi&lt;span style=""&gt;                                                                                                    &lt;/span&gt;Keahlian dan&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;Kerja Manusia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Cara Produksi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                       &lt;/span&gt;Hubungan kelas dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                   &lt;/span&gt;pemilikan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hubungan Produksi&lt;span style=""&gt;                                                                                                        &lt;/span&gt;Hubungan diantara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                   &lt;/span&gt;pekerja&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Cara Produksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Cara dimana produksi (termasuk distribusi dan konsumsi) untuk hidup diorganisir dalam tiap masyarakat. Alat untuk hidup, termasuk makanan, pakaian, tempat berlindung, peralatan produksi; semua benda-benda yang dibutuhkan orang dan demi keberadaan dan perkembangan masyarakat. Sistem produktif terletak pada basis dan menentukan karakter tatanan sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Marx mengidentifikasi lima cara produksi utama: komunisme primitif, perbudakan, feodalisme, kapitalisme dan komunisme. Tiap cara produksi baru menandai tahap perkembangan yang lebih tinggi dalam sejarah masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Cara produksi memiliki dua komponen utama: kekuatan dan hubungan produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Kekuatan Produksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Mengacu pada kapasitas manusia untuk merubah alam menciptakan benda-benda yang dibutuhkan hidup. Kekuatan produksi terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Alat Produksi: tanah, bahan-bahan mentah, perangkat kerja, mesin-mesin, transportasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: yang terus maju sepanjang waktu, menyediakan orang suatu pengetahuan yang terus maju tentang alam dan tentang bagaimana menyesuaikan diri dan merubah sumber-sumber yang ada untuk kebutuhan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Keahlian dan Kerja Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Hubungan Produksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Hubungan produksi adalah hubungan di antara orang dalam proses produksi sosial, pertukaran dan distribusi kemakmuran material. Hubungan ini pada dasarnya adalah hubungan kelas, yang punya keterkaitan dengan pemilikan dan kontrol atas alat produksi dan atas kekayaan sosial yang berasal dari hubungan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Hubungan produksi yang utama dalam kapitalisme adalah antara borjuis, yang memiliki dan mengontrol alat produksi dan produk kerja, dan kelas pekerja yang memperoduksi tapi tidak memiliki sendiri kekayaan sosial itu. Hubungan produksi yang sekunder mengacu pada organisasi proses kerja itu sendiri dan pertaliannya di antara pekerja dalam proses produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;MATERIALISME HISTORIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;(Ernest Mandel, Introduction to Marxism, chapter 17)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;1. Produksi Manusia dan Komunikasi Manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Manusia adalah binatang yang unik baik karena kualitas fisiknya maupun karena kelemahan fisiknya. Disatu sisi manusia memiliki posisi berdiri yang tegak, tangan dengan sebuah jempol yang bebas dan fleksibel, mata menonjol yang dapat melihat secara jauh dan mendalam, lidah, tenggorokan dan pita suara yang memungkinkannya mengeluarkan berbagai bunyi-bunyian secara terpisah maupun secara terpadu, kulit otak yang sudah tinggi perkembangannya, cuping otak yang menonjol keluar dan belitan-belitan serebral, selubung batok kepala, dan permukaan wajah yang menyusut, yang memungkinkan semua perkembangan ini. Semua kualitas fisik ini tak pelak berguna bagi pembuatan alat-alat secara tekun dan hati-hati. Kualitas fisik ini telah secara progresif disempurnakan segera bersama dengan disempurnakannya alat-alat dan kerja produktif. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, sebagian besar pikiran dan organ-organ manusia kurang berkembang ketimbang pikiran dan organ spesies binatang lain yang sudah tinggi spesialisasinya. Ketika dipaksa turun dari pohon, barangkali ini karena perubahan iklim, dan hidup dengan berbagai makanan di padang rumput, manusia primitif tidak bisa bertahan menghadapi binatang carnivora dengan berlari seperti kijang, atau memanjat seperti simpanse, terbang jauh seperti burung atau bergantung pada kekuatan fisiknya seperti kerbau atau gorila. Dengan karakter fisik macam ini, manusia primitif tak bisa bergantung pada bahan-bahan makanan yang paling memikat hatinya: binatang memamah biak yang tak terhitung banyaknya yang juga hidup di padang rumput. Lebih dari itu semua, manusia yang baru lahir secara khusus adalah janin di luar kandungan yang lemah dan tak mandiri, yang sepenuhnya tergantung pada ibu-ibu di sekumpulannya (posisi tegak berdiri, yang menyempitkan tulang panggul perempuan, jelas telah membantu terbentuknya ciri prematur pada kelahiran manusia).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kemungkinan organisasi sosial serta kebutuhan organisasi sosial berakar pada perpaduan antara kelebihan dan kekurangan tersebut. Manusia tidak dapat bertahan hidup atau bisa menjamin subsistensinya secara individual tanpa bekerja-sama dengan anggota lain dalam spesiesnya. Organ-organ fisiknya terlalu sedikit berkembang untuk membuat mereka bisa memperoleh bahan makanan secara langsung. Manusia harus memproduksi bahan makanan ini secara kolektif, dengan bantuan alat, untuk bisa mempertahankan dan menyempurnakan organ-organnya. Produksi ini dijamin melalui tindakan komunal oleh sekelompok manusia. Bayi manusia diintegrasikan ke dalam kelompok dan belajar tentang aturan-aturan dan teknik-teknik bertahan hidup sebagai anggota kelompok melalui sosialisasi yang maju.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Organisasi sosial manusia dan sosialisasi bayi-bayi manusia menuntut adanya bentuk komunikasi diantara anggota-anggota kelompokyang yang secara kualitatif lebih superior dari bentuk komunikasi diantara spesies binatang lainnya. Bentuk bahasa yang lebih superior ini, yang berkaitan dengan perkembangan kulit otak, memungkinkan pertumbuhan kapasitas abstraksi dan belajar --yaitu, konservasi, transmisi dan akumulasi pelajaran-pelajaran dari pengalaman. Bentuk superior ini juga memungkinkan diproduksinya konsep-konsep, pikiran, kesadaran. Disini, ciri-ciri kemanusiaan yang berbeda-beda tersebut --yang adalah 'sifat antropologis' kita--berkait erat satu sama lain. Jadi karena mereka adalah 'kera telanjang yang berjalan dengan posisi berdiri tegak', karena mereka adalah janin di luar kandungan saat mereka lahir, maka mereka harus menjadi pembuat alat terrencana, binatang sosial yang mengembangkan bahasa, yang menyimpan kesan-kesan dan bayangan-bayangan berturut-turut, mampu menggunakan dan menyempurnakan diri untuk tujuan-tujuan praktis, mampu belajar, mengantisipasi, berpikir, mengabstraksi, menggunakan imajinasi dan rekaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Interaksi, perpaduan dari ciri-ciri ini bersifat menentukan. Ada primata seperti manusia yang menggunakan alat-alat dan bahkan kadang-kadang melampaui tingkat perkembangan elementer mereka yang biasanya. Ada beberapa spesies yang bisa tahu bentuk-bentuk kerja sama kolektif secara instingtif. Dan masih ada banyak spesies, yang tampak punya bentuk komunikasi elementer. Tapi spesies manusia adalah satu-satunya yang secara progresif membuat alat-alat dengan cara yang lebih terencana, menyempurnakannya setelah mereka dapat dipahami dengan cara yang sadar, berdasarkan pengalaman berturut-turut, yang juga dialihkan ke pihak lain sebagai hasil dari makin dan makin banyak dan sempurnanya komunikasi. Perkembangan alat-alat membebaskan mulut. Mulut menyempurnakan bahasa dan kemampuan abstraksi, yang pada gilirannya memungkinkan alat-alat diperbaiki dan alat-alat baru ditemukan. Tangan mengembangkan otak, yang dengan memperbaiki penggunaan tangan bisa menciptakan kondisi-kondisi bagi perbaikan otak itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Meskipun transformasi primata anthropoid menjadi manusia dikondisikan oleh keberadaan suatu infrastruktur anatomis dan neurologis, tapi transformasi itu tidak bisa dipandang semata karena infrastruktur ini. Dialektika 'produksi/komunikasi' menciptakan kemungkinan perkembangan tak terbatas dalam menghasilkan, menemukan dan menyempurnakan alat-alat dan karenanya dalam produksi manusia, menciptakan kemungkinan perkembangan tanpa batas dalam pengalaman manusia, belajar dan mengantisipasi dan karenanya memungkinkan kekenyalan dan adaptabilitas spesies manusia tanpa batas secara praktis. Masyarakat material dan budaya manusia merupakan sifat kedua dari transformasi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dengan pemahaman ini maka absurd jika menyatakan bahwa tiap lembaga sosial (hilangnya ketidaksamaan sosial atau tiadanya negara, lenyapnya pemilikan pribadi) berarti 'bertentangan dengan sifat manusia'. Manusia telah hidup dan dapat hidup dalam kondisi-kondisi yang paling berbeda-beda. Tak satupun dari lembaga-lembaga ini terbukti merupakan suatu prakondisi absolut dan abadi bagi kelangsungan hidup manusia. Tiap penegasan yang menyatakan bahwa 'insting agresif' itu menentukan evolusi manusia telah mengacaukan antara kecenderungan itu sendiri (lebih jauh yang ada bersama-sama dengan negasinya sendiri --insting bergaul dan bekerjasama) dengan realisasi dari kecenderungan itu. Pra-sejarah dan sejarah menunjukan bahwa lembaga-lembaga dan kondisi sosial yang memungkinkan kita mengikuti dan mengendalikan kecenderungan ini, tapi, bertentangan dengan ini, memang ada hal lain yang mendesak munculnya kecenderungan dalam bentuk yang tidak diharapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dialektika 'produksi/komunikasi' menguasai seluruh kondisi manusia. Segala sesuatu pada orang-orang dilakukan 'dengan melewati kepalanya'. Produksi manusia itu berbeda dari cara binatang memperoleh makanan terutama karena kegiatan itu tidak merupakan kegiatan yang murni instingtif. Secara umum, kegiatannya merupakan realisasi sebuah 'rencana' yang pertama tumbuh di kepala manusia. Tentu saja, 'rencana' ini bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Rencana itu adalah reproduksi atau pemaduan kembali oleh otak manusia, elemen-elemen dan masalah-masalah dalam kegiatan mereka itu yang memang tak terhindarkan pada kelangsungan hidup manusia, yang telah dialami dan diserap oleh otak beribu-ribu kali dalam pengalaman hidup. Tapi di sisi lain, kemampuan untuk memadukan kembali konsep-konsep yang pada akhirnya lahir dari praksis sosial memungkinkan kkemanusiaan untuk menemukan, mengantisipasi, membayangkan perubahan-perubahan di alam dan masyarakat yang tidak terjadi sebelumnya, yang hanya hipotetis sifatnya dan yang paling tidak sebagian akan diwujudkan karena kegiatan antisipasi ini. Materialisme historis adalah ilmu masyarakat manusia yang pada dasarnya mencoba memperhatikan dan menerangkan dialektika produksi/komunikasi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;2. Basis Sosial dan Superstruktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tiap masyarakat manusia harus menghasilkan supaya tetap hidup. Produksi subsistensi --dalam pengertian luas atau sempit, yaitu sekedar pemuasan kebutuhan makan maupun pemuasan seluruh kebutuhan yang diakui secara sosial--dan pembuatan perangkat serta benda-benda kerja yang dibutuhkan untuk produksi ini merupakan kondisi awal bagi tiap organisasi atau aktivitas sosial yang lebih kompleks.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Materialisme historis menyatakan bahwa cara manusia mengorganisir produksi materialnya merupakan dasar dari seluruh organisasi sosial. Dasar ini pada gilirannya menentukan semua kegiatan sosial lainnya --pengaturan hubungan antara kelompok manusia (terutama muncul dan berkembangnya negara), pengaturan produksi spiritual, moral, hukum, agama, dsb. Apa yang umum disebut kegiatan superstruktur ini dalam satu atau lain cara, selalu tetap mengacu pada base.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Gagasan ini telah menggemparkan dan masih menggemparkan banyak orang. Puisi Homer, kita injil, quran, prinsip hukum Romawi, drama Shakespeare, lukisan Michaelangelo, pernyataan Hak asasi manusia, bahkan communist manifesto itu sendiri --dapatkah semua produk usaha spiritual ini benar-benar telah tergantung pada cara orang-orang masa kini mengolah lahan mereka dan menenun pakaian mereka? Untuk memahami prinsip materialisme historis kita harus mulai justru dengan menerangkan apa yang kita maksud dengan rumusan itu, materialisme historis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Materialisme historis tidak lain menegaskan bahwa produksi material ('faktor ekonomi') secara langsung dan segera menentukan isi dan bentuk apa yang semua menyebut sebagai kegiatan superstruktur. Lebih lagi, basis sosial tidak sekedar semacam aktivitas produksi, bahkan 'produksi material'nya tidak terisolasi. Yang dibentuk orang dalam produksi kehidupan material mereka adalah hubungan sosial. Sebenarnya materialisme historis bukan determinisme ekonomik tetapi determinisme sosio-ekonomik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Kegiatan-kegiatan di tingkat superstruktural tidak sesegera itu tumbuh dari hubungan sosial produksi ini. Hanya pada akhirnya saja mereka ditentukan oleh hubungan sosial produksi. Serangkaian perantara karenanya ikut campur mengantarai dua tingkat kegiatan sosial itu. Ini yang akan kita uji secara singkat pada bagian tiga bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sehingga, jika pada akhirnya basis sosial itu menentukan fenomena dan kegiatan di tingkat superstruktur, maka superstruktur ini dapat juga melakukan tindakan kembali pada basis. Satu gambaran akan ditunjukan disini. Negara selalu memiliki watak kelas yang tepat dan berhubungan dengan basis sosio-ekonomi tertentu. Tapi negara untuk sebagian bisa memodifikasi basis itu. Jika selama beberapa abad menyelamatkan kebangsawanan feodal dari kehancuran ekonomik tertentu dilakukan dengan mengeruk pajak dari kelas-kelas sosial lain, maka itu berarti negara monarki absolut (dari abad 16-sampai abad 18 di Eropa) dengan penuh kuasa telah membantu digantikannya mode produksi feodal dengan mode produksi kapitalis dengan cara mengembangkan merkantilisme, kolonialisme, mendorong manfaktur dan sistem moneter nasional, dsb. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Ada beberapa alasan mengapa kegiatan-kegiatan di tingkat superstruktur pada akhirnya ditentukan oleh basis sosialnya. Mereka yang mengontrol produksi material dan produksi surplus sosial juga menjamin kelangsungan mereka yang hidup dari produk surplus sosial. Apakah ideolog, seniman dan ilmuwan itu menerima atau menolak ketergantungan tersebut, tapi produksi surplus masih menentukan kerangka kegiatan mereka. Hubungan sosial produksi karenanya mengandung konsekuensi-konsekuensi yang berkaitan dengan bentuk-bentuk kegiatan di lingkaran superstruktural, yang juga merupakan suatu pengkondisian. Hubungan produksi dipersatukan oleh bentuk-bentuk komunikasi yang dominan di masing-masing masyarakat, yang mendorong tampilnya struktur mental dominan yang mengkondisi bentuk-bentuk berpikir dan penciptaan artistik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;3. Produksi Material dan Produksi Pikiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dialektika basis sosial/superstruktur sosial mempengaruhi hubungan produksi material dan produksi pikiran. Suatu studi yang lebih detil mengenai hubungan tersebut akan memungkinkan kita memahami lebih baik kompleksitas dari dialektika ini dan juga memungkinkan kita menegaskan pentingnya elemen aktif dari dialektika itu, suatu elemen yang akan dibicarakan pada akhir bab ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Materialisme historis mengatakan bahwa hubungan produksi merupakan basis dari seluruh masyarakat, yang padanya berdiri superstruktur. Sebenarnya, dua tingkat ini mempermasalahkan dua bentuk aktivitas sosial yang berbeda. Produksi material adalah obyek fundamental aktivitas di tingkat basis sosial. Produksi ideologis (filsafat, agama, peradilan, politik, dsb) adalah obyek fundamental aktivitas di tingkat superstruktur sosial. Sudah tentu, kegiatan yang terakhir ini juga meliputi kegiatan aparatur negara, yang kegiatannya terlalu jauh untuk bisa sekedar ditempatkan dalam wilayah ideologis (masalah negara dikemukakan di bab 3). Tapi, dengan mengecualikan ini, perbedaan yang telah kita buat tampaknya berkait satu sama lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Materialisme historis menyodorkan suatu penjelasan mengenai evolusi masing-masing lingkaran kegiatan ini, mengenai saling ketergantungannya dan hubungan timbal-baliknya. Penjelasan ini menggabungkan empat tingkat:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;a.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Semua produksi pikiran dalam satu atau lain cara berkait dengan proses kerja material. Produksi ini selalu beroperasi serentak bersama infrastruktur materialnya sendiri. Beberapa hasil seni awal mulanya adalah hasil langsung kerja material (fungsi magis dari lukisan primitif; asal muasal tarian yang merupakan formalisasi gerak berproduksi; masuknya lagu-lagu ke dalam kegiatan produksi; dsb). Revolusi teknologi secara mendalam mempengaruhi produksi ideologis, ilmu pengetahuan, seni. Ilmu pengetahuan seperti geometri, astronomi, hidrografi, biologi dan kimia berkembang dalam hubungan yang erat dengan irigasi di pertanian, pengembangan pemeliharaan ternak, dan perkembangan metalurgi. Sesudah penemuan teknik percetakan di abad 15 dan radio serta televisi di abad 20, teknik-teknik ini secara mendalam telah mengkondisikan kembali tidak hanya penyebaran gagasan belaka tapi lebih jauh adalah bentuk-bentuk gagasan itu sendiri, berikut beberapa hal yang terkandung dalam gagasan itu. Pengaruh komputer elektronik dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam waktu 30 tahun ini adalah faktanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;b.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Semua produksi pikiran bergerak maju mengikuti sebuah dialektika internal yang sesuai dengan sejarahnya sendiri. Setiap filosof, pengacara, pendeta atau ilmuwan mulai dengan sebagai seorang murid. Melalui studi mereka, mereka menggunakan berbagai tingkat konsep-konsep (atau sistem konsep-konsep) yang diproduksi oleh generasi sebelumnya dan diwariskan ke generasi berikutnya. Para penghasil pikiran memperlakukan dengan hati-hati, merubah disana-sini, menyesuaikan atau merombak konsep-konsep atau hipotesis dari suatu kerja, sesuai dengan prosedur produksi yang mereka ambil atau mereka temukan dalam kerangka dialektik yang sesuai dengan kegiatan mereka. Tiap generasi baru selalu mencoba menggunakan, memperdalam atau bahkan menolak jawaban atas persoalan yang muncul dari subyek yang menjadi perhatian mereka. Kadang-kadang mereka menemukan persoalan baru (yang kemudian menuntut suatu jawaban 'revolusioner': revolusi yang filosofis, artistik, ilmiah, dsb) atau mengemukakan kembali persoalan yang sudah dibuang oleh generasi sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;c.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Tapi perubahan-perubahan dalam memperlakukan konsep, bentuk-bentuk keindahan, hipotesa ilmiah, tidak terjadi dengan cara yang ngawur, apapun kondisi sosio-historisnya. Perubahan itu didorong, dikondisikan atau yang paling akhir dimajukan oleh kebutuhan dan konteks sosio-ekonomik. Evolusi dari animisme ke monoteisme tidak terjadi di suatu komunitas primitif kecil yang kegiatan produksinya terbatas pada berburu dan mengumpulkan bahan makanan. Teori ilmiah tentang nilai kerja tidak bisa disempurnakan sebelum munculnya kapitalisme modern. Perkembangan fisika mekanik erat berkait dengan perkembangan mesin-mesin, yang kemudian berkait dengan kebutuhan sosial yang khusus, dsb.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Transformasi besar dalam produksi pikiran ini juga berkait dengan struktur mental khusus yang telah ditentukan oleh struktur sosialnya. Jadi bukan karena kebetulan maka semua usaha besar revolusi sosial dan politik di abad 13 sampai 17 diekspresikan dalam bentuk ideologis perjuangan agama, yang membuat agama mencapai tempat utama dalam superstruktur masyarakat feodal. Dengan jalan yang sama, sejak pertengahan kedua abad 16 dan selanjutnya, bangkitnya borjuis moderen menciptakan struktur mental yang menempatkan otonomi individual, persamaan kedudukan secara resmi dan persaingan pemilikan pribadi komoditi ke dalam semua wilayah produksi pikiran (teori hak-hak alamiah, konsep pendidikan humanis, filsafat idealis Jerman, cetak gambar dan lukisan sesuatu yang masih hidup, liberalisme politik, ekonomi politik klassik, dsb.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 6pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;d.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Evolusi produksi spiritual itu akhirnya ditentukan oleh pertikaian antara kepentingan-kepentingan sosial. Sudah menjadi fakta umum dikenal bahwa karya-karya ensiklopedis, polemik-polemik Voltaire, filsafat Jean-Jacques Rousseau dan karya-karya kaum materialis abad 18 telah menjadi senjata bagi borjuis manufaktur yang tengah tumbuh untuk digunakan melawan monarki absolut yang dekaden dan sisa-sisa masyarakat feodal yang sudah usang. Fungsi yang dimainkan oleh sosialis yang biasa disebut sosialis utopia, dan oleh Marx dan Engels, dalam mengembangkan kesadaran proletariat yang berasal dari sifat kelasnya, dari posisinya dan tugas-tugasnya dalam hubungannya dengan masyarakat borjuis, dan kepentingannya untuk melenyapkan masyarakat borjuis, adalah juga faktanya. Bahkan saat ini, orang tidak dapat ragu lagi pada fungsi astrologi, agama-agama tertentu dan sekte-sekte mistik, filsafat yang memuja ketidak rasionalan, doktrin-dooktrin rasiallis, atau paham 'darah dan tanah' (Blut und Boden) dan memandang hina pada humanitas, sebagai bentuk anti kelas pekerja dan pengacauan kontra-revolusi yang menguntungkan bagi kelahiran iklim pra-fasis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pernyataan tersebut diatas tidak mengakibatkan munculnya gagasan tentang adanya "persekongkolan terorganisir' antara kelas-kelas sosial yang berbeda dengan para penghasil pikiran sebagai individual, atau gagasan tentang adanya keterlibatan terencana sebagian penghasil pikiran ini yang menyusun proyek-proyek politik dengan gamblang. Kesemua itu merefleksikan suatu korelasi obyektif yang dapat, dan kadang-kadan secara subyektif dianggap, ada hubungan langsung meskipun ini tidak harus kasuistis. Penghasil pikiran dapat menjadi alat kekuatan sosial tanpa tahu atau menginginkannya. Keadaan hanya menegaskan bahwa eksistensi sosial lah yang menentukan kesadaran, dan bahwa kepentingan kelas yang ada itulah yang menugaskan fungsi-fungsi tertentu dari ideologi tertentu dalam struktur dan evolusi tiap masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;4. Kekuatan produktif, hubungan sosial produksi dan mode produksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tiap manusia-pembuat produk adalah hasil perpaduan tiga elemen: obyek kerja, langsung atau tidak adalah bahan mentah yang dihasilkan alam; instrumen kerja, adalah alat produksi yang diciptakan manusia apapun tingkat perkembangannya (dari penggunaan tongkat kayu pertama dan batu yang diasah sampai mesin-mesin otomatis yang paling canggih saat ini); subyek kerja --yaitu, produser. Karena dalam mengulas, akhirnya kerja selalu sosial, maka subyek kerja tak terelakan masuk ke dalam hubungan sosial produksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tapi meski obyek kerja dan instrumen kerja adalah elemen-elemn yang tak terhindarkan di semua produksi, hubungan sosial produksi tidak dapat dipahami dalam bentuknya yang 'nyata' --, hubungan ini tidak seharusnya dilihat sebagai hubungan antara benda-benda, atau antara orang dengan benda. Hubungan sosial produksi mempersoalkan hubungan diantara orang-orang, dan hanya hubungan antar orang. Hubungan sosial produksi menyeret keseluruhan hubungan yang dibangun orang di antara mereka sendiri dalam produksi kehidupan material mereka. 'Keseluruhan hubungan' tidak hanya berarti hubungan 'menjelang produksi', tapi juga hubungan yang ada dalam sirkulasi dan pembagian berbagai elemen produk sosial yang tak terhindarkan berkait dengan produksi material (khususnya cara dimana obyek kerja dan instrumen kerja sampai di tangan produser langsung, cara dimana para produser itu mengatasi subsistensinya, dsb.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Secara umum, hubungan produksi yang ada berkait pada tingkat perkembangan kekuatan produktif yang ada, pada pencanggihan (jumlah) alat produksi yang ada, pada teknik dan organisasi kerja yang ada. Di jaman alat-alat batu yang paling sederhana, maka sukar sekali mempertahankan komunisme primitif dari suatu kumpulan atau suku. Pertanian berbasis irigasi dengan bantuan alat-alat besi telah menciptakan surplus produksi luar biasa dan permanen yang memungkinkan tumbuhnya masyarakat berkelas (masyarakat perbudakan, masyarakat yang didasarkan pada mode produksi asiatik, dsb). Pertanian didasarkan pada rotasi tanaman tiga tahun sekali menciptakan pondasi material masyarakat feodal. Lahirnya mesin uap dengan pasti menjamin bangkitnya kapitalisme industrial moderen. Sukar membayangkan terjadinya otomatisasi yang meluas tanpa mengenyahkan produksi komoditi dan ekonomi uang di luar bentuk masyarakat sosialis yang mantap dan berkembang penuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tapi kalau ada keterkaitan umum antara tingkat perkembangan kekuatan produktif dan hubungan sosial produksi, maka sifat kaitan ini tidak absolut maupun permanen. Ketidaksesuaian ganda antara mereka bisa terjadi. Hubungan produksi yang ada bisa menjadi penghalang bagi pertumbuhan lebih lanjut kekuatan produksi: ini adalah pertanda paling gamblang bahwa bentuk sosial yang ada terpaksa lenyap. Di sisi lain, hubungan produksi baru yang muncul hasil kemenangan revolusi sosial dapat memajukan tingkat perkembangan kekuatan produktif yang telah dicapai di negara tersebut. Ini adalah kasus kemenangan revolusi borjuis di Nederland abad 16 dan kemenangan revolusi sosialis di Rusia bulan Oktober 1917.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Bukanlah kebetulan karena ada peluang jika dua kasus ketidaksesuaian yang prinsipal itu memiliki pengaruh lanjutan pada periode historis kebangkitan sosial yang mendalam: periode revolusi sosial. Lebih jauh lagi, ketidaksesuaian dapat juga mengakibatkan kemerosotan terus menerus kerajaan Romawi di barat dan merosotnya kekalifahan oriental dari Timur Tengah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dari pada melihat saling keterkaitan mereka dalam suatu hubungan mekanik, maka dalam banyak hal dialektika antara kekuatan produktif dan hubungan sosial produksi lebih menentukan pergantian jaman-jaman besar dalam sejarah manusia. Tiap mode produksi melalui fase-fase berturutan, kelahiran, pertumbuhan, pematangan, kemerosotan, kejatuhan dan lenyap. Dalam mengulas akhirnya fase-fase ini tergantung pada cara dimana hubungan produksi, yang awalnya baru, kemudian mengkonsolidasi, kemudian dalam suatu krisis, secara progresif menguntungkan, memungkinkan atau menghalangi pertumbuhan kekuatan produktif. Artikulasi antara dialektika ini dan perjuangan kelas ada faktanya. Hanya melalui aksi sebuah atau beberapa kelas sosial maka seperangkat hubungan produksi yang ada bisa diperkenalkan, dirubah atau dibuang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tiap formasi sosial, yaitu tiap masyarakat di dalam sebuah negara, dalam suatu jaman, selalu dicirikan oleh totalitas hubungan produksi. Sebuah formasi sosial tanpa hubungan produksi dapat menjadi sebuah negara tanpa pekerja, produksi atau subsistensi --yaitu negara tanpa penduduk. Tapi tiap totalitas hubungan sosial produksi tidak segera mengakibatkan tampilnya keberadaan mode produksi yang stabil atau homogennya hubungan sosial produksi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Mode produksi yang stabil adalah totalitas hubungan produksi yang direproduksi kurang lebih secara otomatis oleh berfungsinya ekonomi secara aktual, oleh pola normal reproduksi kekuatan produksi, bersama suatu peran faktor-faktor tertentu yang saling berkait (kurang lebih penting) dari superstruktur sosial. Ini adalah kasus yang berabad-abad terjadi di banyak negara dengan mode produksi asiatik, perbudakan, feodal dan kaitalis. Ini adalah kasus yang beribu-ribu tahun terjadi pada mode produksi komunis kesukuan. Artinnya, sebuah mode produksi adalah struktur yang tidak dapat secara fundamental dirubah oleh evolusi, penyesuaian atau reformasi secara sendiri. Logika internalnya hanya dapat dilampaui jika mode produksi itu dienyahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, dalam periode pergolakan sosial historis yang dalam, seseorang bisa mengalami sejumlah total hubungan produksi yang tidak memiliki sifat mode produksi yang mantap. Contoh tipikal dari ini adalah jaman ketika produksi komoditi kecil menguasai (abad 15 dan 16 di negara daerah rendah, Italia utara dan kemudian di Inggris). Saat itu hubungan yang tampak adalah bukan antara tuan tanah dan hamba-hamba, tidak juga antara kapitalis dan produser pencari upah, tetapi adalah antara produser-produser bebas yang punya jangkauan langsung pada alat produksi mereka. Keadaan ini sama ciri-cirinya dengan hubungan produksi negara pekerja terbirokratisasi saat ini. Baik dalam sebuah kasus maupun lain kasus, tak seorang pun bisa menunjukan keberadaan sebuah mode produksi yang sudah mantap. Di semua masyarakat dalam fase transisional ini, hubungan sosial produksi yang bercampur-baur ini bukan sutau struktur yang bisa mereproduksi dirinya sendiri kurang lebih secara otomatis. Hubungan sosial ini bisa mengakibatkan terbangunnya kembali masyarakat lama maupun munnculnya mode produksi yang baru. Pilihan-pilihan yang historis ini dibangun oleh sejumlah faktor, terutama oleh faktor memadai atau tidaknya pertumbuhan kekuatan produksi, hasil dari perjuangan kelas di suatu negeri dan di tingkat internasional, faktor permanian elemen superstruktural dan subyektif (peran negara, partai, tingkat kesiapan berperang dan kesadaran kelas revolusioner, dsb.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, bahkan ketika mode produksi yang sudah stabil itu ada, hubungan produksinya tidak serta merta homogen. Bahkan hampir ini tidak pernah terjadi. Dalam tiap formasi sosial kongkrit, selalu ada perpaduan antara hubungan produksi dominan dari mode produksi yang berlaku dengan sisa-sisa hubungan produksi sebelumnya yang tidak seluruhnya terserap, yang secara historis telah bertahan sejak dulu kala. Misalnya, secara praktis, semua negara-negara imperialis masih mengandung sisa-sisa produksi komoditi kecil dalam pertaniannya (petani pemilik kecil, yang bekerja tanpa kerja mencari upah) dan bahkan sisa-sisa hubungan produksi semi feodal (bagi hasil). Dalam kasus tersebut bicara tentang mode produksi yang mantap akan jadi benar kalau dominannya ciri-ciri hubungan produksi dari mode produksi itu begitu rupa sehingga bisa menjamin reproduksinya secara otomatis dan dominasinya atas seluruh kehidupan ekonomi melalui logika internal dan hukum perkembangan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Contoh ciri-ciri hubungan produksi yang bercampur-baur tapi didominasi oleh satu mode produksi yang hegemonik adalah pada apa yang umum disebut formasi sosial 'dunia ketiga' (untuk masalah negara terbelakang lihat bab 7). Disini hubungan produksi pra-kapitalis, semi kapitalis dan kapitalis saling berdampingan, berpadu dalam satu cara yang telah tertentu dibawah tekanan struktur imperialis ekonomi internasional. Di samping mendominasinya modal, dan disamping peleburan ke dalam sistem imperialis, hubungan produksi kapitalis (terutama, hubungan 'upah kerja-kapital') tidak menjadi sesuatu yang umum, meskipun hubungan produksi itu ada dan secara perlahan memperluas diri. Tapi fakta ini tidak membenarkan usaha memberi ciri pada formasi sosial ini sebagai 'negara feodal', maupun memasukan pengertian bahwa hubungan produksi feodal atau semi feodal mendominasi di dalamnya. Ini adalah kesalahan teoritis yang dilakukan oleh banyak teoritisi sosial demokratik, Stalinis dan Maois.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;5. Determinisme historis dan praktek revolusioner&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Materialisme historis adalah sebuah doktrin yang determinis. Tesis fundamental doktrin ini menegaskan bahwa keberadaan sosiallah yang menentukan kesadaran sosial. Sejarah masyarakat manusia itu bisa dijelaskan. Gerak sejarahnya tidak terjadi dengan ngawur dan seenaknya. Terbentangnya sejarah masyarakat manusia tidak tergantung pada kehendak gerak genetik yang tak dapat diramalkan sebelumnya atau pada kehendak 'manusia mulia' di tengah kaum awam yang tercerai-berai. Dalam mengulasnya akhirnya sejarah masyarakat manusia dijelaskan oleh struktur fundamental masyarakat di masing-masing jaman dan oleh kontradiksi mendasar dari struktur tersebut. Sebab sepanjang masyarakat dibagi dalam kelas-kelas, maka sejarah masyarakat dijelaskan oleh perjuangan kelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Meskipun materialisme historis itu adalah sebuah doktrin yang determinis, tapi ini berlaku dalam pengertian yang dialektis dan tidak mekanistik. Marxisme mengeluarkan unsur fatalisme. Lebih tepatnya: tiap usaha merubah Marxisme menjadi fatalisme otomatis atau evolusionisme vulgar berarti mengesampingkan dimensi fundamental dari materialisme historis. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sudah barang tentu pilihan-pilihan manusia itu ditentukan sebelumnya oleh batasan material dan sosial dimana ia tak dapat lari dari itu. Tapi tetap dalam kerangka batasan tersebut manusia masih dapat mendesakkan nasibnya sendiri. Manusia membuat sejarahnya sendiri. Jika manusia adalah produk dari kondisi material yang ada, maka kondisi material ini pada gilirannya adalah produk dari praktek sosial manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dilampauinya idealisme historis kuno (bahwa 'gagasan, atau manusia mulia adalah yang membuat sejarah') dan materialisme mekanis kuno (bahwa 'orang adalah produk lingkungan') ada dalamsatu jalan kelahiran Marxisme. Ini dimasukkan dalam 'Theses on Feuerbach' yang terkenal itu yang menyimpulkan The German Ideology oleh Marx dan Engels.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Pada lain hal, ini berarti bahwa hasil dari tiap jaman besar ledakan sosial dalam sejarah tetap tidak pasti. Ledakan itu bisa mengakibatkan kemenangan kelas revolusioner. Tapi ledakan itu dapat pula mengakibatkan terjadinya pembusukan timbal balik semua kelas fundamental dalam masyarakat yang ada, seperti kasus berakhirnya mode produksi kuno berbasis pada perbudakan. Sejarah bukanlah sejumlah total gerak maju yang linier. Banyak formasi sosial masa lalu yang telah hilang tanpa meninggalkan banyak jejak, terutama karena tiadanya atau lemahnya kelas revolusioner yang mampu mendesakkan suatu jalan untuk maju.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Fakta kemerosotan kapitalisme kontemporer tidak secara otomatis mengakibatkan kemenangan sosialisme. Kemerosotan itu bisa mengakibatkan tumbuhnya 'sosialisme atau barbarisme' bentuk lain. Sosialisme adalah keharusan sejarah yang memungkinkan suatu kebangkitan baru dalam kekuatan produksi yang konsisten dengan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer. Terutama dalam hal kebutuhan manusia, sosialisme akan membuka kemungkinan terpenuhinya kebutuhan, dengan kondisi yang menjamin mekarnya seluruh potensi manusia di tiap individu dan semua orang, tanpa menggoncang keseimbangan ekologis. Tapi apa yang dibutuhkan tidak berarti sama dengan apa yang dicapai. Hanya tindakan yang sadar dan revolusioner dari proletariat yang dapat menjamin kemenangan sosialisme. Sedangkan potensi produktif yang begitu besar dari teknologi dan ilmu pengetahuan kontemporer akan mulai menggunakan suatu bentuk kemajuan yang lebih destruktif terhadap peradaban, kebudayaan, kemanusiaan, alam dan, sederhananya, kehidupan di planet kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Jadi praktek sosial manusia menciptakan struktur sosial yang selanjutnya menyelubungi praktek sosial itu sendiri. Melalui praktek sosial revolusioner maka struktur yang itu juga dapat dilenyapkan. Marxisme itu determinis karena Marxisme menegaskan bahwa kebangkitan ini hanya bisa mengambil bentuk yang tertentu dan dalam jaman tertentu. Tidak mungkin untuk memperkenalkan kembali feodalisme atau komunisme dari komunitas autarkis kecil produsen-konsumen, pada basis kekuatan produktif kontemporer. Marxisme determinis karena Marxisme menekankan bahwa revolusi sosial yang progresif hanya mungkin jika prakondisi material dan kekuatan sosial yang memungkinkan penciptaan organisasi sosial yang lebih superior itu telah matang dalam masyarakat yang tua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tapi Marxisme tidak fatalistik, karena jelas Marxisme mempostulatkan bahwa datangnya masyarakat baru ini adalah produk tak tak terhindarkan dari matangnya kondisi sosial dan material yang memang dibutuhkan bagi kemunculan masyarakat tersebut. Datangnya masyarakat ini hanya dapat terjadi akibat dari hasil perjuangan diantara kekuatan sosial yang hidup. Dalam mengulasnya, pada akhirnya masyarakat ini adalah akibat dari tingkat keefektifan sosial dari aksi revolusioner. Pada gilirannya jika ini sebagian dikondisikan oleh lingkungan sosial dan keseimbangan kekuatan-kekuatan, maka aksi revolusioner dapat membalik, memecah atau mempercepat evolusi lingkungan dan keseimbangan kekuatan ini. Bahkan keseimbangan kekuatan yang nyata menguntungkan ini dapat dirusak oleh kelemahan subyektif di sisi kelas revolusionernya. Artinya, di jaman revolusi dan kontra revolusi kita ini, 'faktor subyektif sejarah' (kesadaran kelas dan kepemimpinan revolusioner proletariat) memainkan peran utama dalam menentukan hasil pertarungan besar kelas-kelas, dalam menentukan masa depan spesies manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;6. Keterasingan dan pembebasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Selama beribu tahun manusia hidup dalam ketergantungan kuat pada kekuatan alam yang tak dapat dikendalikannya. Manusia hanya dapat mencoba menyesuaikan diri pada lingkungan pergaulan yang ada secara alamiah, masing-masing kelompok kecil manusia menyesuaikan diri pada kelompoknya sendiri. Manusia adalah yang terpenjara dalam suatu horison yang sempit dan terbatas, meskipun beberapa masyarakat primitif dapat mengembangkan potensi tertentu manusia dalam cara yang luar biasa (misalnya, lukisan paleolitik).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Dalam perkembangan kekuatan produksi yang bertahap, sedikit demi sedikit manusia mengatur dirinya untuk membalik hubungan ketergantungan absolut itu. Manusia makin lama makin berhasil menundukan kekuatan alam, mengendalikannya, menjinakannya, menggunakannya secara sadar untuk meningkatkan produksi, membuat variasi kebutuhan, mengembangkan potensi manusia dan memperluas hubungan sosial sehingga akhirnya merangkul dan mempersatukan sebagian manusia di tingkat dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tapi makin banyak orang membebaskan dirinya sendiri dalam hubungannya dengan kekuatan alam, mereka makin mengasingkan diri dalam hubungannya dengan organisasi sosialnya sendiri. Ketika kekuatan produksi tumbuh, ketika produksi material mengalami kemajuan, ketika hubungan produksi menjadi hubungan dari suatu masyarakat yang terbagi dalam kelas-kelas, massa manusia tak lagi mengendalikan keseluruhan produksinya atau keseluruhan aktivitas produktifnya. Karenanya ia tak lagi mengontrol keberadaan sosialnya sendiri. Dalam masyarakat kapitalis kehilangan kendali semacam ini menjadi sepenuhnya. Setelah bebas dari penaklukan oleh kehendak alam, manusia kelihatan ditakdirkan untuk menjadi sasaran kehendak organisasi sosialnya sendiri. Bebas dari akibat banjir, gempa bumi, epidemi dan kekeringan, yang tak tertanggulangi, manusia kelihatan dikutuk untuk menerima akibat perang dan krisis ekonomi, kediktatoran berdarah dan penghancuran kekuatan produksi secara kriminal, bahkan kemungkinan perusakan oleh nuklir. Ketakutan akan perubahan besar tersebut saat ini telah menumbuhkan kecemasan lebih besar dari pada ketakutan akan kelaparan, sakit atau kematian seperti sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Tapi, perkembangan kekuatan produksi yang sama mengesankannya juga terjadi. Perkembangan kekuatan produksi yang mendorong keterasingan manusia sampai ke perbatasan dalam hubungannya dengan produksi dan masyarakatnya sendiri, di bawah kapitalisme juga menciptakan kemungkinan melakukan pembebasan manusia yang senyatanya, sebagaimana sudah kita tunjukan pada akhir bab 2. Kemungkinan ini harus dipahami dalam dua pengertian. Pertama, manusia akan lebih dan lebih lagi mampu mengendalikan dan menentukan perkembangan sosialnya demikian pula dengan pergolakan dalam lingkungan pergaulan alamiah yang sedang terjadi. Kedua, manusia akan semakin mampu mengembangkan secara penuh semua potensi perkembangan individual dan sosial, yang sebelumnya telah dicekik atau dirusak oleh ketidakmampuan mengendalikan kekuatan alam, organisasi sosal dan nasib sosialnya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Pembangunan masyarakat tanpa kelas, dan kemudian menjadi masyarakat komunis, mengakibatkan terbebasnya buruh, terbebasnyamanusia sebagai produser. Pekerja menjadi penguasa atas produk-produk dan proses kerjanya sendiri. Mereka bebas memilih hal mana yang harus didahulukan dalam pembagian produk sosial. Mereka memutuskan secara kolektif dan demokratis aturan-aturan sehingga berbagai kebutuhan bisa dipenuhi, memutuskan prioritas produktif, pengorbanan waktu senggang dan konsumsi untuk masa sekarang, yang mana alokasi sumber-sumber akan memenuhinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Sudah tentu, pilihan-pilihan ini akan terus dibuat dalam kerangka pembatas tertentu. Tak ada masyarakat manusia dapat mengkonsumsi lebih dari yang diproduksinya tanpa mengurangi cadangan konsumsinya dan sumber produksinya serta memaksa diri mengurangi konsumsi masa sekarang untuk waktu kemudian, ketika kekurangan cadangan dan sumber produksi telah mencapai ambang pintu. Artinya, rumusan Frederick Engels yang menyatakan bahwa kebebasan adalah pengakuan atas kebutuhan tetap berlaku bahkan bagi manusia komunis. 'Mengendalikan kebutuhan' akan lebih tepat dari pada 'pengakuan kebutuhan', ketika kontrol manusia atas kondisi kehidupan alam dan sosial itu tumbuh, ketika jumlah tanggapan yang mungkin terhadap kondisi terbatas itu tumbuh, dan makin banyak manusia dapat membebaskan dirinya dari keharusan untuk memakai hanya satu jawaban permasalahan.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Tapi ada dimensi kedua dalam hal tidakterasingnya manusia, yang memperbesar lingkaran kemerdekaan manusia secara luar biasa. Ketika semua kebutuhan dasar semua orang dipuaskan, ketika reproduksi dari keberlimpahan ini terjamin, maka usaha memecahkan masalah material berhenti menjadi prioritas bagi manusia. Manusia membebaskan dirinya dari pembudakan pada kerja mekanistik dan tidak kreatif. Manusia membebaskan dirinya dari perhitungan-perhitungan tentang bagaimana ia menggunakan waktu dengan hemat dan dari keharusan mencurahkan waktu tersebut terutama untuk produksi material. Perkembangan aktivitas kreatif, perkembangan individualitas manusia yang kaya, perkembangan hubungan manusia yang lebih luas lagi, semua ini menjadi prioritas mengambil alih tempat akumulasi konstan barang-barang material yang semakin tidak berguna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu praktek sosial revolusioner tidak hanya akan membuahng hubungan produksi. Praktek itu akan merubah semua organisasi sosial, semua kebiasaan, mental dan psikologi manusia yang tradisional. Egoisme material dan semangat persaingan yang agresif akan melenyap karena tak adanya suntikan untuk itu dalam pengalaman sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Manusia akan menguasai lingkungan geografis sekelilingnya, konfigurasi globe, iklim dan distribusi cadangan air, yang pada saat itu juga menjaga dan membangun kembali keseimbangan ekologis. Manusia akan mengembalikan segala sesuatunya pada dasar biologisnya sendiri. Manusia tidak dapat mencapai segala tuntutan ini dengan cara yang mutlak sukarela, mandiri dari segala persyaratan dan infrastruktur material yang memadai. Tetapi sekali infrastruktur ini terjamin, maka manusia aktif, dengan lebih dan lebih bebas menentukan pilihan, yang akan menjadi pembangkit prinsipil bagi usaha menciptakan orang yang baru, komunis yang bebas dan tak terasing. Hanya dalam pengertian ini maka menjadi benar bicara tentang kehumanisan komunis dan Marxisme. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-8167823903067089467?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/8167823903067089467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=8167823903067089467' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/8167823903067089467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/8167823903067089467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/kursus-politik-pkcpmii-jawa-barat-2003.html' title='KURSUS POLITIK PKC.PMII JAWA BARAT 2003'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-8756006054739355008</id><published>2008-03-02T20:11:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:16:00.385-08:00</updated><title type='text'>Jilan Usia 2 Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8t6yiOpuBI/AAAAAAAAACI/6fzIyDxOISY/s1600-h/JILAN+USIA+2+BLN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8t6yiOpuBI/AAAAAAAAACI/6fzIyDxOISY/s320/JILAN+USIA+2+BLN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173363605565454354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jilan ketika Usia 2 bulan, waktu itu jilan masih di sukabumi dengan mama tercintanya namun karena takut kena penyakit kuning (maklum tinggal diKost) akhirnya di bawa pulang ke pelabuhan Ratu, kini Usia jilan menginjak 6 Bulan...........................&lt;br /&gt;Smart aktivis ini natinya menjadi dinamika perubahan 2 dasawarsa kedepan.....&lt;br /&gt;sesuai namanya : jilan harus menjadi motor penggerak dan nahdiyyin sejati..........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-8756006054739355008?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/8756006054739355008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=8756006054739355008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/8756006054739355008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/8756006054739355008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/jilan-usia-2-bulan.html' title='Jilan Usia 2 Bulan'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8t6yiOpuBI/AAAAAAAAACI/6fzIyDxOISY/s72-c/JILAN+USIA+2+BLN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-2573650863553904018</id><published>2008-03-02T20:06:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T20:08:42.565-08:00</updated><title type='text'>CHATING DENGAN TUHAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;TUHAN: Kamu memanggilKu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin&lt;br /&gt;berbincang-bincang denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya&lt;br /&gt;merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk,&lt;br /&gt;sangat sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu&lt;br /&gt;luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru.&lt;br /&gt;Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan.&lt;br /&gt;Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan&lt;br /&gt;waktu, Produktifitas membebaskan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat&lt;br /&gt;menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan&lt;br /&gt;Tuhan mengajakku chatting seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu,&lt;br /&gt;dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet&lt;br /&gt;ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman&lt;br /&gt;untukmu daripada mimpi, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi&lt;br /&gt;begitu rumit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja.&lt;br /&gt;Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah&lt;br /&gt;merasa senang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan&lt;br /&gt;kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.&lt;br /&gt;Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah&lt;br /&gt;kamu tidak pernah merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika&lt;br /&gt;ada begitu banyak ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi&lt;br /&gt;kekhawatiran adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena&lt;br /&gt;ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi&lt;br /&gt;Penderitaan adalah sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik&lt;br /&gt;selalu menderita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas&lt;br /&gt;tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati&lt;br /&gt;rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu,&lt;br /&gt;hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru&lt;br /&gt;yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru&lt;br /&gt;pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian&lt;br /&gt;itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari&lt;br /&gt;masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk&lt;br /&gt;meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks&lt;br /&gt;Offering Beneficial Lessons (to)Enhance Mental&lt;br /&gt;Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari&lt;br /&gt;perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami&lt;br /&gt;tidak tahu kemana harus melangkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan&lt;br /&gt;tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat&lt;br /&gt;keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga.&lt;br /&gt;Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku&lt;br /&gt;menderita. Apa yang dapat saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh&lt;br /&gt;orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu&lt;br /&gt;sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa&lt;br /&gt;lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang&lt;br /&gt;berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain&lt;br /&gt;bekejaran dengan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa&lt;br /&gt;tetap termotivasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya&lt;br /&gt;berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus&lt;br /&gt;berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan&lt;br /&gt;hitung apa yang tidak kau peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Apa yang menarik dari manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus&lt;br /&gt;aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah&lt;br /&gt;bertanya "Mengapa harus aku?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa&lt;br /&gt;saya disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah&lt;br /&gt;ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa&lt;br /&gt;saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah&lt;br /&gt;proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam&lt;br /&gt;hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa&lt;br /&gt;depan tanpa rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa&lt;br /&gt;doa-doaku tidak dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali&lt;br /&gt;jawabannya adalah TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN: Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa&lt;br /&gt;takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan&lt;br /&gt;masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup&lt;br /&gt;itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN has signed out.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-2573650863553904018?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/2573650863553904018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=2573650863553904018' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/2573650863553904018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/2573650863553904018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/chating-dengan-tuhan.html' title='CHATING DENGAN TUHAN'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-6782465421446481036</id><published>2008-03-02T19:59:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T20:02:37.599-08:00</updated><title type='text'>Sahabat Perjuangan Buruh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8t4IiOpuAI/AAAAAAAAACA/Hx5iMm6fuw8/s1600-h/Trio+macan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8t4IiOpuAI/AAAAAAAAACA/Hx5iMm6fuw8/s320/Trio+macan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173360684987693058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini semua pada tegang keliatannya..............................................................&lt;br /&gt;Tour ke Cobodas Maret 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-6782465421446481036?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/6782465421446481036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=6782465421446481036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6782465421446481036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6782465421446481036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/sahabat-perjuangan-buruh.html' title='Sahabat Perjuangan Buruh'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8t4IiOpuAI/AAAAAAAAACA/Hx5iMm6fuw8/s72-c/Trio+macan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-8566535926377238304</id><published>2008-03-02T19:57:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:58:41.769-08:00</updated><title type='text'>V.I. LENIN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoTitle" style="margin: 5pt 36pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt; font-family: Arial; color: red;"&gt;PROGRAM KITA  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Pada saat ini Sosial Demokrasi Internasional sedang berada dalam kegoncangan ideologis. Malah doktrin Marx dan Engels yang sudah diakui menjadi landasan  kokoh bagi teori revolusioner, sekarang diganggu dengan suara yang dimunculkan dimana-mana untuk menggembar-gemborkan bahwa doktrin-doktrin ini tak lagi memadai dan usang. Maka dari itu, siapapun yang menyatakan dirinya seorang Sosial Demokrat dan memiliki kehendak untuk menerbitkan sebuah organ Sosial Demokrat, harus menjelaskan sikapnya dengan sebaik-baiknya terhadap persoalan yang saat ini memenuhi perhatian kaum Sosial Demokrat Jerman, bukan hanya mereka sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Sekarang kita berdiri membela sepenuhnya posisi teoritis kaum Marxist  : Marxismelah yang pertama mengubah sosialisme dari utopia menjadi pengetahuan ilmiah. Marxisme meletakkan landasan kokoh untuk pengetahuan ini, dan menunjukkan jalan yang harus diikuti, dalam usaha mengembangkan dan mengelaborasi lebih jauh semua bagian-bagiannya. Marxisme memblejeti watak asli ekonomi kapitalisme modern dengan menjelaskan soal penyewaan buruh, pembelian tenaga kerja, kemunafikan atas perbudakan terhadap berjuta-juta rakyat yang tak berpunya di tangan segelintir kaum kapitalis, pemilikan atas tanah-tanah, pabrik-pabrik, tambang-tambang dan sebagainya. Marxisme memperlihatkan bahwa semua perkembangan kapitalisme modern menunjukkan kecenderungan bahwa produksi dengan skala besar membatasi produksi kecil, dan menciptakan kondisi-kondisi yang membuat sebuah sistem sosialis menjadi mungkin dan diperlukan. Marxisme mengajarkan kepada kita bagaimana melihat secara tajam, di bawah selubung kebiasaan-kebiasaan sudah mengakar, intrik-intrik politik, hukum yang sulit dimengerti, dan doktrin-doktrin yang berbelit-belit —&lt;b&gt;&lt;i&gt;yaitu perjuangan klas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,  perjuangan antara klas-klas yang bermilik dan semua jenisnya dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; rakyat yang tak bermilik, &lt;b&gt;&lt;i&gt;kaum proletariat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, yang merupakan pimpinan dari semua yang tak bermilik. Dari itu, jelaslah tugas nyata dari sebuah partai sosialis revolusioner: bukan untuk melaksanakan rencana-rencana memperbaharui &lt;i&gt;(refashioning=perubahan tambal sulam, pent) &lt;/i&gt;masyarakat, bukan untuk memuji-muji  kaum kapitalis dan para pengikutnya karena menambah jumlah pekerja, bukan untuk menyusun konspirasi-konspirasi, &lt;b&gt;&lt;i&gt;tetapi untuk mengorganisasikan perjuangan klas proletariat, dan memimpin perjuangan ini, yang bertujuan akhir mengambil-alih kekuasaan politik oleh proletariat serta pengorganisian sebuah masyarakat sosialis. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Dan sekarang kita bertanya: Apakah terdapat sesuatu yang baru yang telah disumbangkan ke dalam teori ini oleh suara kerasnya “para renovator” yang memunculkan begitu banyak keributan di keseharian kita dan telah mengelompokkan dirinya di sekitar pendukung Bernstein sosialis Jerman? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sama sekali tidak ada&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Tidak satu langkah pun yang sudah mereka kembangkan terhadap pengetahuan Marx dan Engels yang membuat kita bisa berkembang; mereka tidak pernah mengajarkan kepada kaum proletariat tentang satu metode perjuangan yang baru; mereka hanya mundur, meminjam fragmen dari teori-teori terbelakang dan berkhotbah kepada kaum proletar tentang teori konsesi, dan bukan tentang teori perjuangan. Berkonsesi terhadap musuh-musuh bebuyutan kaum proletariat, pemerintah dan partai-partai borjuis yang tak kenal lelah mencari alat-alat yang baru untuk menyerang kaum sosialis. Plekhanov, salah satu pendiri dan pemimpin Sosial Demokrasi Rusia, sepenuhnya benar ketika mengkritik tanpa ampun terhadap “kritik” terakhir Bernstein; pandangan-pandangan Bernstein kini telah ditolak oleh wakil-wakil  pekerja Jerman (pada Konggres Hannover). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kita mengantisipasi banjir tuduhan untuk kata-kata berikut ini; teriakan-teriakan akan muncul ketika kita ingin mengubah partai sosialis menjadi sebuah tatanan “pengikut sejati” yang menghina penyimpangan-penyimpangan "orang kafir" dari "dogma", untuk setiap opini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang independen dan sebagainya. Kita mengerti semua kalimat yang tajam dan bergaya ini. Hanya saja itu salah dan tak bermakna. Tidak akan pernah terdapat partai sosialis yang kuat tanpa sebuah teori yang revolusioner yang menyatukan semua kaum sosialis, yang menjadi sumber keyakinannya, dan yang mereka terapkan dalam metode-metode perjuangan dan sarana-sarana tindakannya. Untuk mempertahankan suatu teori, yang menurutmu paling tepat dan  kamu yakini benar, perlawanan terhadap serangan-serangan tak berdasar dan usaha-usaha untuk mengkorupnya tidak membuatmu  jadi musuh dari &lt;b&gt;&lt;i&gt;semua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kritisisme. Kita tidak menghargai teori Marx sebagai sesuatu yang sempurna dan tak dapat diganggu-gugat; sebaliknya, kita yakin bahwa teori Marx hanya meletakkan batu pondasi bagi pengetahuan yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;harus&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dikembangkan oleh kaum sosialis di segala bidang, jika mereka berharap mengikuti jaman. Kami pikir bahwa sebuah elaborasi yang &lt;b&gt;&lt;i&gt;independen&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; terhadap teori Marx adalah sesuatu yang mendasar khususnya bagi kaum sosialis Rusia; Jadi teori ini hanya memberikan prinsip-prinsip &lt;b&gt;&lt;i&gt;bimbingan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; umum, yang d&lt;b&gt;&lt;i&gt;alam kekhususannya (in particular)&lt;/i&gt;, &lt;/b&gt;diterapkan secara berbeda di Inggris dari di Prancis, di Prancis berbeda dari di Jerman, di Jerman berbeda dari di Rusia. Karena itu kami akan dengan senang hati memberikan ruang di dalam majalah kami untuk artikel-artikel tentang persoalan-persoalan teoritik dan kami mengundang semua kawan untuk berdiskusi secara terbuka pada point-point yang kontroversial. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Apa yang menjadi persoalan utama di Rusia dalam menerapkan program umum bagi semua kaum Sosial Demokrat? Kami sudah nyatakan bahwa esensi dari program ini adalah mengorganisasikan perjuangan klas proletariat, memimpin proletariat dan pembentukan sebuah masyarakat sosialis. Perjuangan klas proletariat mencakup perjuangan ekonomis (perjuangan melawan individu kapitalis atau kelompok individu kapitalis untuk peningkatan kondisi pekerja) dan perjuangan politik (perjuangan melawan pemerintah untuk memperluas hak-hak rakyat, misalnya untuk demokrasi, dan untuk memperluas kekuatan politik proletariat). Beberapa dari kaum Sosial Demokrat (di antara mereka adalah yang jelas-jelas mendalangi &lt;b&gt;Rabochaya Mysl&lt;/b&gt;) menekankan perjuangan ekonomi jauh lebih penting dan lebih jauh membuang perjuangan politik pada masa depan yang tidak jelas. Cara pandang ini jelas salah. Semua kaum Sosial Demokrat sepakat bahwa perlu untuk mengorganisasikan perjuangan ekonomi klas pekerja, bahwa perlu  melakukan agitasi di antara para pekerja dengan basis &lt;i&gt;(issu, pent&lt;/i&gt;) tersebut, misalnya untuk menolong para pekerja dalam perjuangan sehari-harinya melawan majikan; untuk menarik perhatian mereka terhadap segala bentuk dan segala kasus penindasan, dan dalam hal ini untuk memeri kejelasan kepada kaum buruh soal pentingnya kombinasi. Namun melupakan perjuangan politik untuk perjuangan ekonomi, akan bermakna penyimpangan prinsip dasar  Sosial Demokrasi internasional, akan berarti melupakan apa yang diajarkan  keseluruhan sejarah gerakan buruh kepada kita. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pengikut sejati dari kaum borjuis dan pemerintah yagn mengabdi kepadanya,  telah berulang kali  melakukan usaha-usaha mengorganisasikan serikat sekerja yang benar-benar ekonomis  untuk memisahkan mereka dari ‘politik”, dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sosialisme. Jadi sangat mungkin pemerintah Rusia bisa melaksanakan hal semacam itu, sebagaimana mereka selalu memberikan beberapa sogokan kecil/remeh, atau lebih dari itu, sogokan pura-pura, kepada rakyat, hanya untuk mengalihkan pikiran mereka jauh-jauh dari fakta bahwa mereka (rakyat) ditindas dan tanpa hak. Tidak ada perjuangan ekonomis yang akan dapat membawa pekerja pada peningkatan yang tak henti, atau bahkan bisa dipimpin dalam skala besar, kecuali jika mereka memiliki hak mengorganisasikan secara bebas pertemuan-pertemuan dan serikat-serikat, memiliki surat kabarnya sendiri, dan mengirimkan wakil-wakilnya ke Majelis Nasional, sebagaimana yang dilakukan para pekerja di Jerman dan di semua negeri Eropa lainnya (kecuali Rusia dan Turki). Tapi dalam rangka memenangkan hak-hak ini maka perlu melancarkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;perjuangan politik.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  Di Rusia bukan hanya pekerja, tetapi semua warga negara dilucuti hak-hak politiknya. Rusia adalah sebuah monarki absolut dan tak terbatas. Tsar sendirilah yang mengumumkan hukum-hukum, menunjuk pejabat-pejabat dan yang mengontrol hukum-hukum tersebut. Untuk alasan ini, &lt;b&gt;&lt;i&gt;kelihatannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; seperti yang terjadi di Rusia, maka Tsar dan pemerintah Tsar adalah independen dari semua klas dan memperlakukan semua orang secara sama. Tetapi &lt;b&gt;d&lt;i&gt;alam kenyataannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; semua pejabat dipilih secara eksklusif&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari klas yang bermilik dan semua merupakan subyek yang berada di bawah pengaruh kaum kapitalis besar, yang membuat para menteri menari mengikuti nada mereka dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencapai apapun yang mereka inginkan. Klas pekerja Rusia dibebani oleh dua beban; dirampok dan dirampas oleh kaum kapitalis dan tuan tanah-tuan tanah, dan untuk mencegah klas pekerja bertarung dengan mereka maka polisi mengikat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangan dan kaki mereka, menyumbatnya, dan setiap usaha untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dilecehkan. Setiap pemogokan melawan kaum kapitalis merupakan akibat dari luputnya militer dan polisi atas kaum pekerja. Setiap perjuangan ekonomi perlu menjadi sebuah perjuangan politik, dan Sosial Demokrasi harus bergabung satu dengan yang lain menjadi &lt;b&gt;&lt;i&gt;perjuangan tunggal klas proletariat&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Tujuan utama yang pertama dari gerakan semacam ini adalah merebut hak-hak politik, &lt;b&gt;&lt;i&gt;perebutan kebebasan politik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Jika para buruh di St.Petersburg secara sendirian, dengan sedikit bantuan dari kaum sosialis, telah dengan cepat berhasil menekan sebuah konsesi dari pemerintah —penetapan undang-undang pengurangan hari kerja— maka selanjutnya seluruh klas pekerja Rusia, dipimpin oleh PBSDR, akan mampu, dalam perjuangan yang gigih dan tak ada duanya memenangkan konsesi-konsesi yang lebih penting.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Klas pekerja Rusia memang mampu melancarkan perjuangan ekonomi dan politiknya sendiri, bahkan jika tidak ada klas lain yang datang membantu. Tapi dalam perjuangan politik klas pekerja tidak boleh berdiri sendiri. Kehausan rakyat akan hak-haknya, perlakuan hukum yang keji oleh para pejabat bashi-bazouk menyebabkan  kemarahan dari orang-orang jujur yang terpelajar yang tidak dapat menggabungkan dirinya dengan penghinaan terhadap kebebasan berpikir dan kebebasan berbicara; mereka meluapkan kemarahannya  atas penghinaan  terhadap rakyat Polandia, Finlandia, Yahudi, dan sekte-sekte keagamaan di Rusia; mereka meluapkan kemarahannya atas para pedagang kecil, pengusaha kecil, dan petani, yang tidak dapat menemukan perlindungan di manapun dari ancaman penyiksaan para pejabat dan polisi. Semua kelompok dari populasi tidak mampu, secara terpisah, melaksanakan sebuah perjuangan politik yang gigih. Tetapi ketika klas pekerja mengangkat panji-panji perjuangan ini, klas pekerja akan menerima dukungan dari segala lini. Sosial Demokrasi Rusia akan menempatkan dirinya di pucuk pimpinan dari semua pejuang bagi hak-hak rakyat, dari semua pejuang demokrasi, dan akan membuktikan diri sebagai yang tak terkalahkan! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Arial;"&gt;Kesemua ini merupakan pandangan-pandangan fundamental kita, dan kita akan mengembangkannya secara sistematis dari setiap aspek  masalah kita. Kita yakin bahwa dengan cara ini kita akan menapak jalan yang telah ditunjukkan oleh PBSDR dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Manifesto&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya yang sudah diterbitkan.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-8566535926377238304?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/8566535926377238304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=8566535926377238304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/8566535926377238304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/8566535926377238304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/vi-lenin.html' title='V.I. LENIN'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-6178048030709956888</id><published>2008-03-02T19:55:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:56:51.906-08:00</updated><title type='text'>Revolusi Cina 1949 : Apa Pelajaran Yang Bisa Kita Petik?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Banyak orang yang menjadi aktivis kiri di 1990-an, sejak Partai Komunis Cina (PKC) memulai restorasi kapitalisme, merasa sulit untuk menghubungkan atau mengapresiasikan keberhasilan yang didapat oleh rakyat Cina pada kemenangan komunis di 1949. Para penentu kebijakan di Beijing sacara gradual mencampakkan properti dan sistem sosialis untuk digantikan dengan sebuah sistem kapitalisme, ketika mempertahankan retorika-retorika radikal, diperkuat dengan keraguan-keraguan yang timbul dalam revolusi selama tiga dekade kegagalan Stalinis yang dipimpin oleh Mao Tse Tung.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Republik Rakyat Cina dideklarasikan tanggal 1 Oktober 1949. Hal itu adalah sebuah peristiwa sangat signifikan untuk umat manusia, sebuah testimoni tentang kegigihan, keberanian dan perlawanan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; rakyat yang terorganisir, meskipun di sebuah negeri yang terbelakang, yang dapat mengalahkan, secara politis dan militer, kekuatan imperialis terkuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Meskipun terjadi perdebatan (dan belum tersimpulkan) tentang strategi-strategi revolusioner, beberapa akan membantah dampak revolusi tersebut bagi pejuang kelas di dunia—ada yang mengatakan revolusi tersebut merupakan sumber&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;insipirasi bagi kekuatan-kekuatan rakyat dan yang lainnnya mengatakan revolusi itu hanya sebuah model (maksudnya model/tradisi/garis revolusioner).  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin-right: 9pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Negeri Impian bagi Imperialisme&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Imperialisme telah menghisap rakyat Cina selama lebih dari satu abad, awal mulanya melalui kapal-kapal dagang yang memperjual-belikan barang-barang dan kemudian dengan merampas bagian-bagian bangsa Cina. Inggris, kekuatan imperialis terkuat di waktu itu, mengambil kepemimpinan, berperang melawan Cina tahun 1839-1842 setelah Kaisar Qing menolak pasokan besar opium dari Inggris. Cina ,mengalami kekalahan dan menyerahkan Hongkong sebagai koloni Inggris. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kekuatan imperialis lainnya, seperti AS dan Perancis, secara cepat mengikuti langkah Inggris dengan mulai mengajukan tuntutan. Cina dipaksa untuk membuka &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pelabuhannya bagi barang-barang imperialis dan menyerahkan teritorinya untuk dikontrol imperialis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Menggunakan opium sebagai alasan, Inggris bekerja sama dengan Perancis berperang melawan Cina tahun 1856-1860, dan keluar dari peperangan dengan segudang harta rampasan (dari Cina). Perang itu terjadi ketika Tsar Rusia berusaha merebut bagian sumber kekayaan Cina di daerah kaya Timur Laut. Tahun 1885, Perancis berperang lagi dengan Cina, yang memaksa Kaisar Cina untuk membuat konsesi baru bagi Perancis dan Jepang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Tahun 1895 setelah beberapa kekalahan, Cina menyerah, dan memberikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt; kepada Jepang, dan menyerahkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:country-region&gt; dan Kepulauan Penhu (&lt;st1:place st="on"&gt;Pescadores&lt;/st1:place&gt;) kepada Jepang sebagai koloni. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Perluasan daerah kekuasaan imperialis, hasilnya tahun 1900, seperti Jerman, AS, Inggris, Perancis, Rusia, Jepang, dan Portugal masing-masing memiliki daerah kekuasaan di Cina. Kondisi ini menyiapkan untuk tindakan yang lebih jauh bagi dominasi ekonomi imperialisme di Cina. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kemudian diikuti dengan intervensi militer, meningkatnya penetrasi kapitalis, peningkatan sektor-sektor industri terbatas, dan formasi borjuasi Cina yang kecil dan lemah. Semua kejadian ini terjadi ketika Kekaisaran Cina sedang mendekati ajalnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kekaisaran Cina diruntuhkan oleh sebuah pemberontakan di tahun 1911, yang diorganisir oleh borjuasi, bangsawan, dan panglima-panglima perang. Ketika mereka (para pemberontak) kemudian berjuang untuk sebuah kekuasaan nasional, Imperialis memperkuat kontrol mereka dan para panglima perang lokal mengkonsolidasi kekuatan mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Melalui pendanaan rezim yang terpecah-pecah itu, bank-bank imperialis, sebagai efeknya, menyerbu Cina, mengkontrol operasi-operasi pemerintahan yang vital, termasuk pemungutan pajak dan anggaran nasional. Beberapa partai borjuis didirikan, tetapi KMT (Kuomintang- sebuah partai nasionalis), yang awalnya dipimpin oleh Dr. Sun Yat-sen dan kemudian oleh Chiang Kai-sek, adalah kekuatan yang tampil sebagai pemimpin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ketika Jerman mengalami kekalahan dalam PD I, semua priveleges dan aset-aset mereka di Cina, tidak di kembalikan kembali ke pemerintahan Cina, namun dialihkan ke kekuatan Imperialis pemenang, yaitu Jepang. Hal ini memicu luapan kemarahan rakyat Cina. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; pelajar dan mahasiswa memimpin demonstrasi selama sebulan yang kota-kota di Cina mulai 4 mei 1949. Aksi ini, meskipun direpresif, memimpin untuk pertama kali-nya mobilisasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; anti-imperialis di Cina yang Moderen. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Para buruh turut memeberikan solidaritas, 60.000 buruh ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini d &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Shanghai&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, borjuasi Cina juga menunjukkan dukungannya dengan pemboikotan terhadap barang-barang asing. Demonstrasi ini berkembang pada penolakan struktur masyarakat lam/tua, dimana kelas penguasa memonopoli penggunaan bahasa tulis dan subordinasi perempuan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; Perjuangan yang dikhianati  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Partai Komunis Cina didirikan oleh pemimpin gerakan ini di tahun 1921. Mengikuti contoh yang diberikan Bolshevik Rusia, PKC menyusun program untuk memimpin kaum buruh dan tani untuk menuntaskan revolusi demokratik sebagai langkah awal bagi penghancuran kapitalisme. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Bulan Juni 1923, PKC menjalin sebuah front persatuan anti-imperialis dengan KMT&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk melawan para pendekar/panglima perang dan dominasi imperialis di Cina. Pada waktu itu PKC mempunyai anggota sebnayak 432 orang dan KMT sebanyak 300.000 orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Sebagai bagian kebijakan Front Persatuan, anggota PKC juga bergabung di KMT. Kebijakan ini berdampak cepat dan besar. Pada kongres pertama KMT di Januari 1924, 40 dari 200 delegasi yang hadir adalah anggota PKC, dan awal 1926 PKC anggotanya berkembang menjadi 30.000. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Selama periode ini terdapat begunung-gunung gelombang pemogokan buruh. Menurut data yang ada, antara tahun 1918 dan 1922, pemogokan meningkat dari 25 menjadi 91, jumlah pekerja yang terlibat meningkat lima belas kali lipat atau sebesar 150.000 orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Konferensi buruh nasional pertama yang diselenggarakan di tahun 1922, merepresentasikan 300.000 anggota. Tahun 1925 keanggotaan meningkat menjadi 570.000 dan tahun 1927 menjadi 3 juta orang. Peeingatan hari buruh Internasional (may day) tahun 1924 di Shanghai melibatkan 100.000 buruh dan di Guangzhou (Canton) 200.000 buruh. Tahun 1927, di propinsi &lt;st1:state st="on"&gt;Hubei&lt;/st1:State&gt; dan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Hunan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; masing-masing melaporkan keterlibatan sekitar 400.000 buruh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Pemberontakan buruh meledak di pertengahan tahun 1925. Jutaan orang di seluruh Cina untuk menyatakan solidaritas. Pemogokan umum selama tiga bulan di Shanghai, yang dipicu oleh polisi Inggris yang menembaki para demonstran, didukung oleh sedikitnya 135 aksi solidaritas di Cina yang melibatkan 400 ribuan orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Penembakan yang sama juga terjadi di Guangzhou yang direspon dengan pemogokan umum dan pemboikotan barang-barang Inggris di Hongkong dan Cina Selatan, melibatkan 250.000 buruh, Hal itu sangat efektif, di bulan-bulan terakhir. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Sebagai reaksi atas maraknya gelombang perlawanan kaum buruh, KMT mulai bergerak ke Kanan. Bulan Maret 1926, Chiang Kai-sek, komandan tentara KMT, mengumumkan keadaan darurat perang di Guanhzhou. membubarkan komite-komite pemogokan Guanzhou dan menangkan para pemimpin PKC. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Bulan Mei, Chiang menawarkan agar PKC dibawah kontrol politi KMT. mengehntikan penyebara issu dalam media internal dan merombak dafta semua anggota yang bekerja dalam KMT. Instruksi dari Komintern (Perkumpulan Komunis Internasional) di Moskow, yang di dominasi birokrat Stalinis, menyatakan bahwa PKC harus menerima tuntutan itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Sebagai pembenaran kebijakan ini, Birokrasi Stalin mengedapankan sebuah teori&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kasar dari Mensvik tentang revolusi demokratik yang harus dituntaskan dengan aliansi bersama borjuis “demokratik”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Alexander Martinov, yang dulunya adalah pemimpin Menshevik dan sekarang menjadi pemipin pejabat Stalinis dalam Departemen Daerah Timur Komintern, memformulasikan teori Neo-Mensevik, menurut dia, kemenangan revolusi demokratik anti-imperialis di Cina membutuhkan sebuah blok pemerintahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terdiri dari empat kelas sosial (borjuasi nasionalis, buruh, kaum menengah perkotaan,dan petani). &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemimpin Komintern menyatakan bahwa pemerintahan KMT hanyalah sebuah pemerintahan biasa dan seharusnya di dudukung oleh kubu Komunis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Chiang meningkatkan represifitas atas kaum komunnis di tahun 1927, memaksa para pemimpin PKC untuk mundur ke daerah-daerah yang tidak mudah di akses dan menguatkan kekuatan bersenajata. Dia memperhebat kampanye pemusnahan daerah-daerak komunis di selatan tahun1930-1934, memaksa para pejuang komunis untuk mundur ke utara, via jalan barat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Meskipun tentara merah di binasakan—dari 300.000 menjadi 30.000 selama 13 bulan, 10.000 km long march—dan sisanya terpaksa harus disatukan kembali. Dalam perjalanan, dimana mereka jauh dari kontrpl Stalinis, terjadi perdebatan yang intensif tentang strategi yang sudah dijalankan dan menyatukan kembali kekuatan-kekuatan yang terpecah dari CCP. Meskipun memakai garis Stalinis, Mao tidak siap untuk mengikuti semua perintah Stalinis.   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Mobilisasi Massa  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-right: 9pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Jepang menyiapkan sebuah invasi habis-habisan ke Cina tahun 1937, memaksa PKC dan KMT untuk berkolaborasi kembali dalam perlawanan. Tapi Mao tidak menyiapkan untuk mensub-ordinasikan kembali PKC dan saat di dalam aliansi melawan Jepang tersebut, dia tidak berhenti untuk memblejeti KMT, dan menentang instruksi dari Komintern.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Selama aliansi di tahun 1937-1945, Mao tetap mengontrol&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentara Merah dan daerah-daerah yang sudah dibebaskan, penduduku yang dibawah komando tentara merah jumlahnya meningkat dari 2juta menjadi 95 juta, begitu juga dengan pasukan merah, jumlahnya meningkat dari 30.000 menjadi mendekati angka 1 juta orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saat periode awal aliansi dengan KMT, PKC menikmati membesarnya ruang untuk beroperasi di kota-kota dan banyak aktiis yng mendekam dalam penjara dibebaskan. Tapi kemudian Chiang Kai-sek mulai bermanuver untuk menggoyang PKC. untuk meningkatkan likuidasi bagi simpatisan merah yang ditahun 1941 berjumlah 10.000 orang dengan bantuan Jepang. Setelah kejadian tersebut, anggota yang mendukung garis komintern tentang aliansi penuh dengan KMT menjadi menurun tajam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Para petani juga memainkan peranan kunci dalam revolusi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Serikat petani nasional mengadakan pertemuan mereka pertama di tahun 1926, merepresentasikan anggotanya sebesar lebih dari satu juta orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-right: 9pt; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Dua pertiga berasal dari propinsi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Guangdong&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;, tapi segera pergerakannya meluas ke utara. mengikuti jalur-dan dalam beberapa kasus pra petani membuka jalan bagi-tentara merah. Awal tahun 1927, serikat petani propinsi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Hunan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; melaporkan mempunyai anggota sebesar 1,3 juta orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Usaha untuk mengorganisir para petani meningkat secara terus-menerus hanya di tahun 1930-an, ketika PKC harus mundur dari daerah perkotaan. Dalam daerah-pedesaan-merah yang begitu luas, pemerintahan di pegang oleh PKC. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBlockText" style="margin: 5pt 9pt 5pt 0cm; text-indent: 18pt;"&gt;Secara nasional, otoritas PKC sebagai partai pelopor di peroleh pada tahun 1930-an saat kemunduran rezim Chiang. Kekuatannya (KMT) dicurahkan sepenuhnya untuk menghadapi kaum komunis Cina daripada melawan invasi Jepang (bahkan KMT meminta bantuan jepang untuk menghadapi PKC). Chiang menganggap para penyerbu dari Jepang bagai sebuah penyakit kulit ringan, sedangkan kaum Komunis adalah penyakit kanker hati yang ganas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;PKC menjadi partai panutan bagi para pejuang. Hanya sedikit yang tidak bersimpati kepada PKC. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ketika Jepang menyerah di tahun 1945, PKC menguasai 19 daerah yang sudah dibebaskan yang berpenduduk 95 juta orang, mengorganisir tentara yang berkekuatan 910.000 orang, sebuah milisi yang beranggotakan 2,22 juta orang dan SDU (Self Defence Unit semacam laskar untuk pertahanan) yang mempunyai anggota sebesar 10 juta orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kemuakan atas perang dan dominasi Imperialis, mayoritas rakyat berharap agar PKC dan KMT bisa bekerja sama untuk perdamaian. Tapi, dengan bekingan imperialis, terutama AS, KMT tetaap berpendirian agar PKC berada dibawah komandonya. (Kekuatan Sekutu memerintahkan Jepang untuk menyerah hanya pada KMT, yang kemudian KMT mendapatakan bantuan militer dan dana dari AS yang jumlahnya menggunung ) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Sebuah perjanjian damai antara PKC dan KMT terjadi di tahun 1946, yang beberapa bulan kemudian di langgar oleh KMT, dengan antuan militer AS, dan membawa Cina pada perang sipil (Civil War) yang habis-habisan. AS tidak merahasiakan sikapnya “yang membantu kubu nasionalis (KMT) untuk menegakkan kekuasaannya di wilayang luas yang memungkinkan”. Walaupun KMT sendiri agak malu-malu dengan tujuan strategis mereka “ untuk menghancurkan para bandit-bandit komunis”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Tapi hati dan pikiran jutaan orang Cina telah tertambat pada “para bandit komunis” ini. Tahun 1946, semua wilayah yang terbebaskan meluas, satu program reformasi agraria di laksanakan, sewa tanah dan pembagian keuntungan bagi tuan tanah di reduksi (dihilangkan),tanah dibagi-bagikan kepada para petani miskin, pajak bagi tuan tanah di perbesar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Pada berbagai daerah yang dibawah kontrol KMT, ketika orang-orang kaya sedang mengeruk keuntuk dari praktek-praktek yang gila-gilaan, mayoritas rakyat sedang mengalami penderitaan yang sangat berat dikarekan inflasi yang menggila yang merupakan efek dari kebijakan pajak baru pemerintahan Chiang, dan hal itu menyebakan meningkatnya represi dan wajib militer terhadap rakyat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Protes-protes massa menjalar di daerah-daerak kekuasaan KMT di akir 1946-an, pada bulan terakhir 500.000 pemuda di Beijing memprotes pemerkosaan terhadap seorang pelajar yang dilakukan oleh serdadu AS. Para pelajar dan mahasiswa di Shanghai memprotes perang sipil, harga yang melambung tinggi dan tindakan para spekulan, kemudian aksi-aksi ini meluas ke kota-kota lain seperti Beijing, Nanjin dan Moukden. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Chiang kemudian bereaksi keras dengan menangkapi para pelajar dan mahasiswa sebanyak 13.000 orang dalam waktu dua bulan, tetapi gelombang protes lainnya menyusul untuk meledak di tahun 1947. Para buruh juga ikut serta di banyak kota, terutama di Shanghai, dimana terjadi pemogokan dn kerusuhan yang disebabkan melambungnya biaya hidup dan adanya bencana kelaparan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;AS tetap setia untuk mengguyurkan pinjaman,bantuan militer dan bantuan lainnya pada rezi yang dibenci ini. Para penasehat dari AS mempunyai kontrol yang sangat penting terhadap tentara KMT, polisi, dan angkatan laut, dan juga ekonomi dan finansial di seluruh negeri. Tahu 1946, AS mencatat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;51% ekspor dari Cina dan impor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cina dari AS sebesar 57 %. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kekuatan bersenjata AS sangat kuat, tapi mereka tidak mampu menahan pembusukan politis dan moral rezim Chiang. Sebaliknya, support moral dan politis terhadap PKC menguat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Selama 1946-1947, PKC menghancurkan 25% dari tentara KMT, dan secara bersamaan kekuatan bersenjata PKC berkembang sampai mendekati angka 2 juta. Bulan Juni 1948, tentara merah jumlah anggotanya mendekati angka 3 juta orang dan PKC menugasai wilayah yang berpenduduk 168 juta orang. Banyak orang yang meninggalkan wilayah KMT untuk masuk ke wilayah merah atau biasa disebut “Cina Baru”. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Chiang mengadakan serangan militernya yang terakhir pada Januari 1949, dan kemudian mereka mengungsikan modalnya pertamanya dari Nanjing ke Guangzhou, kemudian ke Chongqing, Chengdu dan terakhir ke Taiwan. Mereka melarikan diri di bawah perlindungan AS, membawa lari banyak harta rampasan, persediaan emas dan benda-benda bersejarah Cina. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Pertanyaan mengenai kepemimpinan adalah kritik penting dalam sebuah revolusi, sebagaimana kekalahan tragis di tahin 1926-1927. Strategi dan taktik PKC, terutama mengenai perhatian mereka terhadap peranan dan pentingnya buruh dan tani, masih dalam perdebatan. Penilaian di komplikasikan dengan tindak-tanduk rezim Mao setelah tahun 1949-an—dimana terjadi birokratisasi, penyembahan terhadap Mao, ketiadaan demokrasi kelas pekerja, dan pembersihan yang dilakukan dengan brutal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Bagaimanapun, ada sedikit keraguan tentang mobilisasi rakyat Cina yang luas dan perjuangan mereka yang heroik. Dan itulah elemen yang diperlukan bagi kemenang revolusi 1949. Revolusi Cina adalah satu pengakuan dan ekspresi yang membanggakan dari kekuasaan rakyat. Inilah kunci untuk kita pelajar dan pelajari kembali saat ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Wallahul muafiq ilaa aqwamithoriq&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-6178048030709956888?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/6178048030709956888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=6178048030709956888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6178048030709956888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6178048030709956888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/revolusi-cina-1949-apa-pelajaran-yang.html' title='Revolusi Cina 1949 : Apa Pelajaran Yang Bisa Kita Petik?'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-5438175137662395617</id><published>2008-03-02T19:51:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:54:43.852-08:00</updated><title type='text'>BORJUASI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText"&gt;Dalam hidup seperti sekarang, terutama di daerah urban atau perkotaan, masihkan dapat menentukan realitas diri sendiri?bahkan, untuk menentukan kursi tama, membeli pesawat televise atau telepon genggam?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kenyaan saat ini telah menempatkan manusia dalam lingkungan dengan tawaran menggiurkan di setiap detik.apa saja dari burger Rp.5000 hingga 1 juta per potong, busana kerja yang terbaru, model rumah, tipe mobil, ratusan jenis kredit, sampai berbagai cara akal berfikir dan cara hati mengapresiasi segalanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seorang ibu rumah tangga misalnya, berpeluang besar kehilangan ruang kemungkinan, bahkan hak untuk menentukan diri sendiri. Alam demokrasis konon menggaransi hal dan kebebasan itu. Tetapi saat ibu rumah tangga itu hendak membeli microwave, misalnya ia akan lebih dulu memperhatikan iklan cetak, meninton reklame TV, bujukan pramuniaga, rekomendasi teman, peluang diskon, kredit murah, atau saran kiri kanan. Dalam relitas demokratis ini, dunia laissez faire ini, manusia adalah makhluk pemilih, secara ideal dan teoritis. Dalam praksisnya pilihan itu sebenarnya didesakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga membuat manusia tersudut dan terpaksa mengambil keputusan berdasarkan persilangan akhir dari desakan-desakan tawaran/pilihan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hidup dan kenyataan telah menentukan kita, bukan sebaliknya. Tidak sesuai arogansi manusia klasik dan modern yang menganggap: manusia menentukan dunia ini, antroposentrisme sekarat karena dunia yang telah berjalan melalui system mekanisme, sifat, logika, bahkan tujuannya sendiri. Manusia menepi (ditepikan) menerima diri sebagai elemen yang harus tetap menempelkan diri bila tak mau mati, kehilangan eksistensi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemahalan Yang Diterima&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam kenyataan tragis itu, kita dapat melihat ironi-ironi kecil di keseharian, yang ditingkat massif menjadi tragedy tersendiri, ironi kecil yang misalnya terjadi pada karyawan/ professional muda, misalnya yang bergaji RP. 5 juta – Rp. 10 Juta per bulan, bujangan, sewa rumah sendiri atau mencicil, menemukan dirinya selalu dalam kesulitan keuangan tiap bulan. Sebagai manusia &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, modern dan professional, sepantasnya ia berprilaku, berfikir danbergaya hidup sesuai tawaran-tawaran penuh desakan itu, persoalannya bukan ia harus mengeluarkan dana terlalu banyak untuk itu semua: ganti telepon genggam tiap enam bulan, mengikuti mode, atau ke kafe dan nongkrong di mal atau sguare di petang hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal tragis dalam kasus ini adalah biaya kemahalan yang ia terima begitu saja. Untuk membeli blus, sandal, bahkan segelas kopi, ia harus membayar kadang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sepuluh kali lipat dari harga standards atau biaya produksi itu. Sebagai resiko &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; jidup, semua harus dibeli di plaza atau mall, sementara diluar tempat itu, ia akan menentukan barang, bahan dan kualitas yang sama dengan harga bisa sepersepuluhnya. Ironi ini menjadi tragis saat ia tidak hanya bekerja pada satu kelas social tertentu (katakana middle atau upper class) tetapi serombongan kelurga lower class beranak tiga/dua yang dating ke mall, berpakaian bagus, untuk belanja harian, membeli baju anak dan makan siang siang di resto. Yang karena tawaran menggiurkan, juga berharap mengisi rumah dengan benda-benda luxuries: televise, kulkas, DVD player, stere set, sofa atau sekedar pilar teras bergaya spayol. Betapa besar ongkos&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemahalan itu hingga membuat leisure expanse kita mengambil porsi terbesar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pendapatan bulanan.satu kondisi yang membuat mereka tidak bisa menabung, investasi inproduktif, bahkan secara tak sadqaar cenderung menjadi hedon dan snob.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Borjuasi Itu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam riwayat masyarakat modern, yang industrialis-kapitalis kenyataan social seperti itu terpetakan dalam istilah borjuasi (bourgeoisie) sebuah masyarakat kelas menengah yang dibentuk dari kelas pengrajin (artisan) pada abad pertengahan eropa, yang lewat gilda-gildanya menanjak menjadi kelas yang menentukan. Begitu kuatnya kelas pedagang dan pengusaha sehingga raja perancis banyak menganugerahkan gelar kehormatan kepada mereka pada abad –14, dan giliran berikutnya berkonspirasi menciptakan system feudal. Diinspirasi revolusi perancis dan amerika abad 17-18, kelas ini memegang tampuk kekuasaandari Negara bangsa-industrialis dan akhir abad ke 19 berkembang menjadi sebuah Negara kapitalis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dari kelas inilah, ide-ide tentang kebebasan individu, agama, hak sipil, dan perdagangan bebas muncul, menjadi semacam idelogi global saat ini. Namun dikelas ini pulalah menemukan pikiran-pikiran yang sempit, sikap materialistis, kemunafikan dan rendahnya apresiasi budaya, hingga seniman-seniman besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;macam Moliere atau Flaubert&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melancarkan kritik keras terhadap mereka. Cirri-ciri itu dengan kondisi lebih tragis, dapat dilihat dan diidentifikasikan pada masyarakat yang tereksposisi diwala tulisan ini. Kelas pengusaha dan pedagang sebagaimana terjadi disejarah Negara industri lainnya, meningkat terus hierarkinya hingga menjadi pengusaha atau menguasai proses hidup utama dalam tata kenegaraan atau kemasyarakatan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang menarik, filosofi dan perilaku borjuis ini bekerja dan terdistribusi hingga menjangkau semua kelas, merembes kebawah sesuai karakter panutan masyarakat. Secara social politis bisa jadi seseorang bukan anggota kelas (industri) itu, tetapi secara mental dan praksis mereka menerapkannya. Tanpa Tanya, protes semua taken for granted apa adanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal ini yang membuat antara lain, perilaku koruktif tak hanya menyerang mereka yang ada dikelas atas, tapi juga seorang guru atau pegawai kelurahan yang hidupnya dipenuhi ilusi borjuasi. Akibatnya untuk expenses yang luar biasa bagi gaji bulanan itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia harus mencari tambahan, sampingan, sabetan, apapun yang tak lain adalah korupsi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini salah satu tradisi bangsa kita, yang tanpa kepemimpinan kuat (tough) visioner, berani dan berapresiasi tinggi akan membuat bangsa ini tenggelam dalam pseudo-life hidup semu, yang Cuma memberi identifikasi, kita korban yang tak berdaya, lebih dari ratusan tahun konon saat kita berdiam diri sebagai inlander. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maka untuk memilih seorang pemimpin (local/pusat) jangan sampai kita terpaksa menggunakan pertimbangan seperti diatas. Bisa bisa, bukan hanya pengusaha ganteng dan ternama, Tukul arwana pun bisa jadi presiden kita. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-5438175137662395617?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/5438175137662395617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=5438175137662395617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/5438175137662395617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/5438175137662395617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/03/borjuasi-indonesia.html' title='BORJUASI INDONESIA'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-5588466137644486895</id><published>2008-02-28T02:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T02:24:31.066-08:00</updated><title type='text'>KURSUS POLITIK PKC.PMII JABAR 2003</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; letter-spacing: 1.4pt;" lang="EN-GB"&gt;MATERI I&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoSubtitle"&gt;MATERIALISME DIALEKTIKA HISTORIS &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;BAB. I &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ARTI FILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat adalah pandangan tentang dunia dan alam yang dinyatakan secara teori. Filsafat adalah suatu ilmu dan suatu metode berfikir untuk memecahkan problem-problem gejala alam dan masyarakat. Filsafat merupakan sikap hidup manusia dan sebagai pedoman untuk bertindak dalam menghadapi gejala-gejala alam dan masyarakat. Filsafat bukan suatu kepercayaan yang dogmatis dan membuta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;PERSOALAN DAN KATEGORI FILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat mempersoalkan masalah-masalah etika/moral, aestetika/seni, sosial/politik, epistimologi/tentang pengetahuan, ontologi/tentang manusia. Kategori persoalan filsafat meliputi soal-soal hubungan antara bentuk dan isi, sebab dan akibat, gejala dan hakekat, keharusan dan kebetulan, keumuman dan kekhususan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat mempersoalkan soal-soal yang pokok. Sedang soal yang terpokok dari persoalan filsafat adalah soal hubungan antara ide dan materi, fikiran dan keadaan. Mana yang primer dan mana yang sekunder diantara keduanya itu, ide atau materi, fikiran atau keadaan. Jawaban dari persoalan yang terpokok tersebut akan membagi semua aliran filsafat menjadi dua kubu, kubu Filsafat Idealisme dan kubu Filsafat Materialisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Semua aliran filsafat yang memandang dan menyatakan ide atau fikiran sebagai hal yang primer, dan materi atau keadaan sebagai hal yang sekunder, termasuk dalam kubu filsafat idealisme. Sebaliknya, semua aliran filsafat yang memandang dan menyatakan materi atau keadaan sebagai hal yang primer, dan ide atau fikiran sebagai hal yang sekunder, termasuk dalam kubu filsafat materialisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ALIRAN DAN KUBU FILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat mempunyai banyak sekali aliran. Tapi dari semua aliran yang banyak sekali itu bisa dibagi hanya dalam dua kubu, kubu filsafat idealisme dan kubu filsafat materialisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Aliran pokok filsafat adalah idealisme dan materialisme. Tapi disamping dua aliran pokok itu, terdapat aliran filsafat dualisme. Walau begitu, aliran filsafat dualisme pada hakekatnya juga termasuk aliran filsafat idealisme. Karena itu aliran filsafat dualisme juga termasuk kubu filsafat idealisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat dualisme pada hakekatnya juga filsafat idealisme karena pandangannya didasarkan pada ide yang mereka-reka. Filsafat dualisme yang memandang ide dan materi, fikiran dan keadaan, sebagai hal yang kedua-duanya primer. Tidak ada yang sekunder. Pandangan itu jelas tidak berdasarkan kenyataan. Itulah idealismenya filsafat dualisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;WATAK DAN KLAS FILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat selalu mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas tertentu. Karena itu filsafat selalu mempunyai dan merupakan watak dari suatu klas. Filsafat Idealisme mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas pemilik alat produksi yang menindas dan menghisap yaitu klas-klas tuan budak atau pemilik budak, klas tuan feaodal atau tuan tanah, klas borjuis atai kapitalis, dsb. Sebaliknya filsafat materialisme mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas bukan pemilik alat produksi yang tertindas dan terhisap yaitu klas buruh, dsb. Sedang filsafat dualisme mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas pemilik alat produksi tapi yang tertindas dan juga terhisap yaitu klas borjuis kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;PENTINGNYA BERFILSAFAT DAN CARA BELAJAR FILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Berfilsafat itu penting. Dengan berfilsafat, orang akan mempunyai pedoman untuk bersikap dan bertindak secara sadar dalam menghadapi gejala-gejala yang timbul dalam alam dan masyarakat. Kesadaran itu akan membuat sesorang tidak mudah digoyahkan dan diombang-ambingkan oleh timbul-tenggelamnya gejala-gejala yang dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Untuk berfilsafat, orang harus belajar filsafat. Dan belajar filsafat harus dengan cara yang benar. Cara belajar filsafat ialah harus menangkap ajaran dan pengertiannya secara ilmu, lalu memadukan ajaran dan pengertian itu dengan praktek, selanjutnya mengambil pengalaman dari praktek itu, dan kemudian menyimpulkan praktek itu secara ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ARTI BERFILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Berfilsafat berarti bersikap dan bertindak secara sadar berdasarkan ilmu dan metode berfikir terhadap gejala-gejala alam dan masyarakat yang dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Berfilsafat bukan bersikap dan bertindak secara tradisi, menurut kebiasaan atau berdasarkan naluri turun-temurun dalam menghadapi dan memecahkan problem-problem gejala-gejala itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;FILSAFAT M.D.H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Arti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M.D.H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;M.D.H. adalah materialisme Dialektik dan Materialisme Histori. Materialisme Dialektik berarti pandangannya materialis dan metodenya dialektis. Sedang Materialisme Historis berarti Materialisme Dialektika yang diterapkan dalam gejala sosial atau masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Lahirnya M.D.H dan Penciptanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat M.D.H lahir sesudah lahirnya berbagai macam filsafat yang pandangannya materialis atau yang metodenya dialektis. Sedang penciptanya adalah Karl Marx.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat M.D.H. merupakan hasil kesimpulan dan ciptaan Karl Marx sesudah Karl Marx belajar dan mengambil dari kebenaran ajaran pandangan Filsafat Materialisme Faeuerbach dan metode filsafat dialektik Hegel. Karl mengambil isinya yang benar dari pandangan materialis filsafat Feuerbach dan membuang kulitnya yang salah dari metodenya yang metafisis. Selanjutnya Karl Marx&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengambil isinya yang benar dari metode dialektis filsafat Hegel dan membuang kulitnya yang salah dari pandangannya yang idealis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Karl Marx menerima kebenaran pandangan materialme filsafat Feuerbach, tapi menolak kesalahan metodenya yang metafisis. Juga Karl Marx menerima kebenaran metode dialektis filsafat Hegel, tapi menolak kesalahan pandangannya yang idealis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kesimpulan dari itu Karl Marx menciptakan Filsafat M.D.H dan lahirlah filsafat M.D.H. Karl Marx.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ciri dan Watak Klas M.D.H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ciri-ciri filsafat M.D.H. ialah; Ilmiah, Objektif, Universal, Praktis, Lengkap dan Revolusioner.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ilmiah,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; karena metodenya dialektis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Objektif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;, karena pandangannya materialis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Universal,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; karena ajarannya tidak hanya berlaku didalam alam, tapi juga berlaku didalam masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktis,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; karena ajarannya dapat dibuktikan dan dilaksanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;, karena ajarannya tidak hanya bicara soal alam, tapi juga soal masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusioner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;, karena ajarannya selalu berpihak kepada apa yang sedang tumbuh dan melawan apa yang sedang melayu berdasarkan hukum perkembangannya. Selanjutnya selalu menuntut penghancuran terhadap apa yang sudah tua, dan membangun yang baru dan lebih maju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat M.D.H. mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas bukan pemilik alat produksi yaitu klas buruh atau klas proletar yang tertindas dan terhisap, serta merupakan satu-satunya filsafat yang berpihak kepada klas buruh atau klas proletar itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;M.D.H. dan Klas Buruh serta Peranannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat M.D.H. merupakan senjata moril bagi perjuangan klas buruh. Tanpa filsafat M.D.H, perjuangan klas buruh tidak akan mempunyai kekuatan raksasa. Perjuangan tidak akan mencapai hasil yang fundamentil, dan akan gagal. Sebaliknya, klas buruh merupakan senjata materiil bagi filsafat M.D.H. Tanpa klas buruh, filsafat M.D.H. tidak akan mempunyai kekuatan dan tidak akan ada artinya sebagai ilmu sosial. Sebab, hanya klas buruh yang mampu dan konsekuen melaksanakan ajaran Filsafat M.D.D. didalam praktek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pentingnya Berfilsafat M.D.H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat M.D.H. adalah filsafat yang benar. Karena itu berfilsafat M.D.H. penting. Dengan berfilsafat M.D.H, orang akan memiliki ilmu berfikir, pandangan dan metode berfikir yang benar. Dengan itu berarti mempunyai pedoman yang tepat untuk mengambil sikap dan bertindak yang tepat dalam menghadapi gejala-gejala dan memecahkan problem-problemnya yang timbul didalam alam dan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dengan begitu, orang yang berfilsafat M.D.H. akan memiliki pandangan yang jauh kedepan dan revolusioner. Juga akan mempunyai sikap yang teguh dan konsekuen, tidak mudah digoyahkan dan dombang ambing oleh keadaan atau oleh gejala-gejala yang dihadapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Cara Belajar Filsafat M.D.H.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat M.D.H. adalah suatu ilmu dan merupakan senjata perjuangan revolusioner klas buruh atau klas yang tertindas dan terhisap. Karena itu belajar filsafat M.D.H. harus secara ilmiah dan berwatak klas buruh, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dengan pendirian klas proletar dan melawan ideologi klas non-proletar yang ada didalam diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Secara ilmiah dan melaksanakannnya didalam praktek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Menarik pengalaman dari pelaksanaan praktek dan menyimpulkan hasil praktek itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Menangkap pengertian dan menggenggam semangat revolusionernya serta selalu menuntut perubahan dengan membangun yang baru dan lebih maju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BAB. II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MATERIALISME DIALEKTIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MONISME DAN DUALISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Monisme adalah suatu sistim pandangan filsafat yang bertitik tolak dari satu dasar pandangan, yaitu dari materi atau dari ide. Dualisme adalah suatu sistim pandangan filsafat yang bertitik tolak dari dua dasar pandangan, yaitu dari materi dan dari ide sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dengan begitu, filsafat materialisme dan idealisme walau pandangannya bertitik tolak dari dasar yang bertentangan, tapi sistim pandangannya itu sama, yaitu monisme. Jadi sistim pandangan filsafat materialisme dan idealisme adalah sama-sama monois. Artinya, pandangannya sama-sama bertitik tolak dari hanya satu dasar, yaitu dari dasar materi atau dari dasar ide. Bedanya, sistim pandangan monisme filsafat materialisme bertitik tolak dari dasar materi. Sebaliknya, sistim pandangan monisme filsafat idealisme bertitik tolak dari dasar ide.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun sistim pandangan filsafat dualisme bertitik tolak dari dua unsur, yaitu dasar materi dan ide sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MATERIALISME, IDEALISME DAN DUALISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik tolak dari materi. Materialisme memandang materi itu primer, sedang ide sekunder. Materi timbul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau ada lebih dulu, baru kemudianm ide. Pandangan materialisme itu berdasarkan atas kenyataan menurut proses waktu dan zat :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Menurut proses waktu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Lama sebelum manusia yang bisa mempunyai ide itu ada atau lahir didunia, dunia dan alam atau materi ini sudah ada lebih dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Menurut proses zat :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Manusia ini tidak bisa berfikir atau tidak bisa mempunyai ide tanpa ada atau tanpa mempunyai otak. Dan otak itu adalah suatu materi. Otak itu adalah materi, tapi materi atau benda yang berfikir. Otak atau materi ini yang lebih dulu ada, baru kemudian bisa timbul ide atau fikiran pada kepala manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Idealisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Idealisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik tolak dari ide. Idealisme memandang ide itu primer, sedang materi sekunder. Ide itu timbul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau ada lebih dulu, baru kemudian materi. Segala sesuatu yang ada ini timbul sebagai hasil yang diciptakan oleh ide atau fikiran karena ide atau fikiran itu timbul lebih dulu, baru kemudian sesuatu itu ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dualisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dualisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik tolak dari materi dan ide sekaligus. Dualisme memandang bahwa materi dan ide sama-sama primer. Tidak ada yang sekunder. Kedua-duanya timbul dan ada bersamaan. Materi itu ada karena ada ide atau fikiran. Juga sebaliknya, ide atau fikiran itu ada karena ada materi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tapi pada hakekatnya, pandangan dualisme yang demikian itu juga idealis karena pandangan seperti itu tidak lain hanya pada ide, dan tidak ada dalam kenyataan. Dengan begitu filsafat materialisme adalah filsafat yang objektif karena pandangannya bertitik tolak dari materi atau dari kenyataan objekif. Sebaliknya, filsafat idealisme adalah filsafat yang subjektif karena pandangannya bertitik tolak dari ide atau fikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ALIRAN MATERIALISME DAN IDEALISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ALIRAN MATERIALISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat materialisme mempunyai banyak macam aliran. Dari banyak macam aliran materialisme itu terdapat tiga aliran yang besar dan pokok, yaitu materialisme mekanik, materialisme metafisik dan materialisme dialektik. Ketiga aliran filsafat materialisme itu mempunyai perbedaan-perbedaan antara yang satu dengan yang lain, bahkan juga terdapat saling bertentangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme Mekanik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme mekanik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis, sedang metodenya mekanis. Ajaran materialisme mekanik ialah bahwa materi itu selalu dalam keadaan gerak atau berubah. Geraknya itu gerak mekanis. Gerak yang tetap begitu saja selamanya seperti geraknya mesin, tanpa perkembangan atau peningkatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme Metafisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme metafisik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis, sedang metodenya metafisis. Ajaran materialisme metafisik ialah bahwa materi itu selalu dalam keadaan diam, tetap, tidak berubah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selamanya. Tapi seandainya materi itu berubah, maka perubahan itu terjadi karena faktor luar atau karena kekuatan dari luar. Gerak materi itu gerak extern, gerak luar. Selanjutnya materi itu dalam keadaan yang terpisah-pisah, tidak mempunyai dan tidak ada saling hubungan antara yang satu dengan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialime Dialektik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme dialektik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis, sedang metodenya dialektis. Ajaran materialisme dialektik ialah bahwa materi itu selalu saling hubungan, saling mempengaruhi dan saling bergantung antara yang satu dengan yang lain. Bukannya saling terpisah-pisah atau berdiri sendiri-sendiri. Materi itu juga selalu dalam keadaan gerak, berubah dan berkembang. Bukannya selalu diam, tetap atau tidak berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Selanjutnya, gerak materi itu gerak intern, gerak atau berubah karena faktor dalamnya atau karena kekuatan dari dalamnya sendiri. Bukannya gerak extern, yaitu gerak atau berubah karena faktor luar atau karena kekuatan dari luar. Lalu gerak materi itu dialektis, yaitu gerak atau berubah menuju ketingkatnya yang lebih tinggi dan lebih maju seperti sipiral. Bukannya gerak mekanis. Adapun yang disebut "diam", itu hanya tampaknya atau hanya bentuknya. Sebab, hakekat dari gejala yang tampaknya atau bentuknya "diam" itu, isinya tetap gerak. Jadi, "diam" itu juga satu bentuk gerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ALIRAN IDEALISME&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Filsafat idealisme mempunyai dua aliran, yaitu aliran idealisme objektif dan idealisme subjektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Idealisme Objektif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Idealisme objektif adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya idealis, dan idealismenya itu bertitik tolak dari ide universal, ide diluar ide manusia. Menurut idealisme objektif, segala sesuatu yang timbul dan terjadi, baik dalam alam maupun dalam masyarakat, adalah karena hasil atau karena diciptakan oleh ide universal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Idealisme Subjektif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Idealisme subjektif adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya idealis, dan pandangan idealismenya itu bertitik tolak dari ide manusia atau idenya sendiri. Menurut idealisme subjektif, segala sesuatu yang timbul dan terjadi, baik dalam alam maupun dalam masyarakat adalah karena hasil atau karena diciptakan oleh ide manusia atau oleh idenya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MATERI DAN IDE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MATERI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materi mempunyai arti yang berbeda antara arti menurut pengertian filsafat dan arti menurut pengertian ilmu alam. Arti materi menurut pengertian filsafat adalah luas, sedang menurut pengertian ilmu alam adalah terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dalam artian filsafat, materi adalah segala sesuatu yang ada secara objektif, ada diluar ide atau diluar kemauan manusia. Materi adalah segala sesuatu yang bisa disentuh dan bisa ditangkap oleh indera manusia, serta bisa menimbulkan ide-ide tertentu. Adapun dalam artian ilmu alam, materi adalah segala sesuatu yang mempunyai susunan atau yang tersusun secara organis. Itu berarti benda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dengan begitu, pengertian filsafat tentang materi berarti sudah mencakup pengertian materi menurut ilmu alam. Materi mempunyai peranan menentukan ide dan perkembangannya. Materi bisa menimbulkan ide atau mendorong timbulnya ide. Suatu ide timbul sesudah lebih dulu suatu materi timbul dan ditangkap oleh indera. Adalah jelas, bahwa materi yang bernama otak yang "memproduksi" ide.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Otak itu suatu materi yang mempunyai vitaliteit yang besar dalam hal imbulnya ide dan perkembangannya. Otak mempunyai daya tangkap, daya simpan, daya seleksi, daya kombinasi dan daya simpul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;IDE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ide adalah cermin dari materi atau merupakan bentuk lain dari materi. Tapi itu itu tidak mesti sama persis seperti materi yang dicerminkan. Ide selalu berada diatas atau didepan materi. Ide bisa menjangkau jauh didepan materi. Walau begitu, ide tetap tdak bisa lepas dari materi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materi dan ide adalah dua bentuk yang lain dari gejala yang satu dan sama. Materi menentukan ide, sedang ide mempunyai pengaruh terhadap perkembangan materi. Jadi ide juga mempunyai peranan aktif. Tidak pasif seperti cermin biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;GERAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak adalah suatu eksistensi dari adanya materi atau suatu pernyataan dari adanya materi. Itu berarti bahwa sesuatu yang gerak adalah selalu materi. Tidak ada gerak tanpa materi, atau tidak ada gerak yang bukan materi. Itu sama halnya bahwa tidak ada materi tanpa gerak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segala sesuatu ide selalu gerak, berubah dan berkembang. Tidak ada sesuatu yang tetap, kecuali gerak itu sendiri. Artinya bahwa segala sesuatu itu tetap dalam keadaan gerak. Bahwa gerak itu tetap berlangsung terus selamanya terus selamanya bagi segala sesuatu. Gerak mempunyai dua bentuk yang utama, yaitu gerak mekanis dan gerak dialektis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak Mekanis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak mekanis adalah gerak atau perubahan yang bersifat ulang mengulangi, yang tetap dalam lingkungannya yang lama, dan tidak akan menuju atau mencapai perubahan yang bersifat kwalitatif atau yang bersifat lebih tinggi dan lebih maju. Gerak mekanis adalah gerak yang bersifat kwantitatif, gerak yang begitu saja terus menerus, berulang-ulang, ulang-mengulangi seperti geraknya sebuah mesin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak Dialektis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak dialektis adalah gerak atau perubahan yang bersifat meningkat, dari tingkatnya yang rendah menuju ketingkatnya yang tinggi sampai mencapai kwalitas baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak atau perubahan dialektis dari tingkatnya yang rendah menuju ketingkatnya yang tinggi sampai mencapai kwaliteit baru, itu tampaknya juga seperti mengulangi dalam bentuknya pada tingkatnya yang rendah. Tapi bentuk yang baru itu sudah dalam keadaan kwalitet yang lebih tinggi. Jadi tidak mengulangi kembali seperti semula dalam bentuk pada tingkatnya yang lama. Arah gerak atau perubahan dialektis adalah seperti sipiral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;"Diam" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;"Diam" itu juga merupakan satu bentuk gerak. Sifatnya sangat relatif atau sangat sementara sekali. Artinya, bentuk "diam" itu hanya bersifat sangat sementara karena didalam yang "diam" itu juga terdapat proses gerak dari kekuatan-kekuatan yang saling berkontradiksi dan saling mendorong yang ketika itu sedang bertemu pada satu titik. Kekuatan-Kekuatan itu sama kuatnya sehingga salah satunya tidak ada yang tergesekan dari titik bertemunya. Keadaan yang demikian itulah yang menampakkan gejala seolah-olah sesuatu itu dalam keadaan "diam".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tapi keadaan "diam" itu sangat relatif atau sangat sementara karena kedua kekuatan yang saling berkontradiksi dan saling mendorong itu pada saat dan akhirnya pasti akan segera ada yang terdesak dan tergeser dari tempatnya. Pada saat terjadinya pergeseran itulah akan tampak dengan nyata gejala gerak atau perubahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kecuali itu, keadaan yang tampaknya "diam" juga bisa terjadi karena proses gerak atau proses perubahan sesuatu belum sampai pada pengubahan kwalitet atau pengubahan bentuknya yang lama, masif bersifat pada pengubahan kwantitet sehingga belum mampu menunjukkan gejala-gejala perubahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keadaan yang demikian itu pula yang menampakkan gejala seolah-seolah sesuatu itu dalam keadaan "diam", tapi yang sebenarnya didalam sesuatu yang tampaknya "diam" itu terus berlangsung proses gerak atau proses perubahan. Maka dalam waktu yang sangat relatif atau sangat sementara bila proses gerak atau proses perubahan itu sudah sampai pada pengubahan kwalitet, gejala gerak atau perubahan sesuatu akan tampak dengan jelas. Gerak atau perubahan itu terjadi karena faktor intern atau karena adanya kekuatan-kekuatan yang mendorong didalamnya, didalam materi itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gerak materi adalah gerak intern. Faktor atau kekuatan intern dari materi itu sendiri yang menentukan gerak atau perubahannya. Sedang faktor luar atau kekuatan-kekuatan yang mendorong dari luar adalah faktor atau kekuatan-kekuatan yang mempunyai pengaruh terhadap keadaan intern sesuatu materi. Peranan pengaruh dari faktor atau kekuatan luar itu bisa menghambat atau juga bisa mempercepat, bahkan bisa ikut menentukan gerak atau perubahan sesuatu materi. Tapi bagaimana juga peranan pengaruh faktor atau kekuatan luar itu, pada akhirnya yang paling menentukan adalah faktor intern materi itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MATERI, RUANG DAN WAKTU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materi, ruang dan waktu merupakan hal yang selalu saling hubungan dan tidak terpisahkan. Materi selalu berada didalam ruang dan berkembang menurut waktu. Tidak ada materi tanpa ruang atau berada diluar ruang. Juga tidak ada materi berkembang tanpa waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materi didalam ruang, menyebabkan materi bisa mempunyai saling hubungan antara yang satu dengan yang lain. Sedang materi didalam waktu, membuat materi itu bisa berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ruang adalah suatu yang mempunyai luas dan isi materi. Tidak ada ruang yang kosong tanpa materi. Ruang mempunyai hubungan antara yang satu dengan yang lain. Sifat hubungannya itu horizontal atau mendatar. Karena itu ruang bisa dicapai secara berulang lebih dari satu kali. Ruang menempatkan materi yang ada didalamnya untuk berkembang sesuai dengan luas ruang itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Waktu adalah detik-detik yang terus menerus bersambung tanpa ada berhentinya. Detik-detik yang terus menerus bersambung itu, hubungannya bersifat vertikal atau bersusun. Karena itu detik-detik atau waktu tidak bisa dicapai secara berulang lebih dari satu kali. Sebab, waktu terus berjalan maju, terus berlalu tanpa berhenti dan tanpa kembali pada detik-detik yang telah lewat. Maka waktu menempatkan materi untuk berkembang mengikuti jalannya waktu yang terus maju. Waktu terus menerus mendorong materi berkembang maju secara historis, bersusun, tingkat demi tingkat, fase demi fase dalam proses yang terus berlangsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Demikian materi, ruang dan waktu mempunyai saling hubungan yang erat dan konden, yang sama sekali tidak terpisahkan antara yang satu dengan yang lain. Materi berada dan berkembang dalam ruang dan waktu. Materi berkembang dalam ukuran luas ruang dan maju menurut tingkatan waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;SALING HUBUNGAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling hubungan ini dalam arti saling hubungan yang konkrit dan mempunyai saling pengaruh antar materi yang satu dengan yang lain. Hubungan yang wajar. Bukan hubungan yang abstrak dan diada-adakan atau direka-reka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling hubungan yang demikian itu ada empat macam, yaitu saling hubungan organik, saling hubungan menentukan, saling hubungan pokok, serta saling hubungan keharusan dan kebetulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling Hubungan Organik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling hubungan organik adalah saling hubungan yang mempunyai saling pengaruh antara yang satu dengan yang lain. Saling hubungan dalam rangka kesatuan organik. Saling hubungan yang tersusun dan saling terikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling Hubungan Menentukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling hubungan menentukan adalah saling hubungan yang hakiki, yang menentukan adanya sesuatu, atau saling hubungan hakekat dari adanya sesuatu dan yang juga merupakan hakekat sesuatu itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling Hubungan Pokok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling hubungan pokok adalah saling hubungan yang menjadi proses dan memimpin semua saling hubungan yang lain, atau saling hubungan yang paling mempengaruhi saling hubungan saling hubungan yang lain, dan juga yang paling mempengaruhi perkembangan sesuatu yang mengandungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling Hubungan Keharusan Dan Kebetulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Saling hubungan keharusan adalah saling hubungan yang pasti dan harus terjadi atau harus ada, atau saling hubungan yang tidak bisa ditiadakan dan tidak bisa dihindari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun saling hubungan kebetulan adalah saling hubungan yang tidak tentu terjadi didalam saling hubungan yang organis. Tapi bila saling hubungan itu terjadi, akan mempunyai pengaruh terhadap saling hubungan yang organis itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BAB. III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;DIALEKTIKA MATERIALIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Inti dari masalah dialektika adalah masalah saling hubungan dari segala sesuatu, serta masalah gerak atau masalah perubahan dan perkembangan segala sesuatu itu. Dalam masalah gerak, dialektika materialis mempersoalkan dan mempunyai tiga azas gerak, yaitu : kontradiksi, perubahan kwantitatif ke kwalitatif dan negasi dari negasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;KONTRADIKSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Arti Dan Peranan Kontradiksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi adalah pertentangan atau perbedaan. Kontradiksi ini merupakan sebab dari gerak atau perubahan segala sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sifat Kontradiksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi mempunyai sifat umum dan khusus, atau mempunyai sifat keumuman dan kekhususan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keumuman Kontradiksi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi itu ada dimana-mana dan dalam seluruh waktu. Terdapat disegala sesuatu, dimanapun dan kapanpun. Segala sesuatu itu dimanapun dan kapanpun selalu dan pasti mengandung kontradiksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi itu terjadi dan berlangsung terus menerus melalui proses awal dan akhir. Artinya, kontradiksi itu pasti mempunyai awal dan juga mempunyai akhir. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; awal kontradiksi dan ada akhir kontradiksi. Dan sesudah sesuatu kontradiksi itu berakhir, pasti disusul atau pasti timbul lagi kontradiksi baru yang juga mempunyai awal dan kemudian juga akan berakhir pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Begitu terus menerus, kontradiksi itu tidak akan ada putus-putusnya. Berakhir yang satu, berawal yang baru. Selesai yang satu, timbul yang baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kekhususan Kontradiksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi itu berbeda-beda menurut adanya di dalam sesuatu hal yang berbeda-beda pula. Artinya, karena hal yang satu berbeda dengan yang lain, maka kontradiksi yang ada atau yang dikandung di dalam hal yang berbeda itu, juga berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi itu tidak hanya berbeda menurut halnya yang berbeda, tetapi juga berbeda menurut tingkat-tingkat perkembangan yang berbeda di dalam satu hal itu. Artinya , karena tingkat-tingkat perkembangan di dalam satu hal itu berbeda-beda, maka kontradiksi yang berlangsung pada satu tingkat perkembangan tertentu, juga berbeda dengan kontradiksi pada tingkat perkembangan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Macam Kontradiksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi yang ada didalam sesuatu itu tidak hanya satu, tapi lebih dari satu atau banyak. Dan kontradiksi yang banyak itu tidak semua sama kedudukannya. Juga tidak semua sama peranannya, sifatnya dan wataknya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tiga macam kontradiksi : yaitu kontradiksi pokok dan tidak pokok, kontradiksi dasar dan tidak dasar, kontradiksi antagonis dan tidak antagonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi pokok :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi pokok adalah kontradiksi yang menjadi poros, yang memimpin dan menentukan adanya kontradiksi-kontradiksi yang lain yang tidak pokok. Kontradiksi pokok itu di dalam pengurusan dan penyelesaiannya harus diutamakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun kontradiksi tidak pokok adalah kontradiksi yang adanya ditentukan oleh koktradiksi pokok, perkembangannya dipimpin dan tunduk kepada koktradiksi pokok itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi dasar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi dasar adalah kktradiksi yang kepentingannya sama sekali bertentangan antara yang satu dengan yang lain dan tidak bisa dikompromikan. Kontradiksi dasar juga kontradiksi yang menentukan adanya sesuatu dan menentukan bentuk dari sesuatu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi antagonis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi antagonis mempunyai dua pengertian, yaitu antagonis dalam artian wataknya dan antagonis dalam artian bentuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontradiksi antagonis dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;artian wataknya atau kontradiksi yang berwatak antagonis adalah kontradiksi yang kepentingannya sama sekali bertentangan antara yang satu dengan yang lain dan tidak bisa dikompromikan, serta mengandung saling menghancurkan dengan unsur-unsur kekerasan dalam penyelesaiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kontaradiksi antagonis dalam artian bentuknya, atau kntradiksi yang berbentuk antagonis adalah kontradiksi yang penyelesaiannya mengambil bentuk kekerasan, walauwatak kontradiksinya sendiri tidak antagonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ketiga macam kontradiksi itu mempunyai saling hubungan, walau tidak tentu satu kontradiksi mengandung ketiga macam kontradiksi itu sekaligus. Artinya, kontradiksi pokok tidak tentu kontradiksi dasar, dan juga tidak tentu kontradiksi yang berwatak antagonis. Tapi kontradiksi dasar, salah satu tentu menduduki dan menjadi sebagai kontradiksipokok. Kontradiksi dasar itu sendiri tidak tentu kontradiksi yang antagonis, baik antagonis dalam artian wataknya maupun antagonis dalam artian bentuknya. Sedang kontradiksi yang antagonis dalam artian wataknya yang antagonis, tentu mengandung kontradiksi dasar. Dan kontradiksi yang berwatak antagonis itu tentu menduduki serta menjadi sebagai kontradiksi pokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi-segi Kontradiksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Setiap kontradiksi di dalam sesuatu hal, tentu mengandung segi-segi yang berkontradiksi, atau di dalam setiap hal tentu mengandung segi-segi yang berkontradiksi. Hakekat dari hukum kontradiksi adalah hukum persatuan dan perjuangan dari segi-segi yang bertentangan, dan hakekat dari studi tentang dialektika adalah studi tentang hukum kontradiksi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi-segi yang berkontradiksi selalu mempunyai kedudukan dan peranan yang berbeda antara yang satu dengan lain sbb:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi pokok dan tidak pokok;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi pokok adalah segi yang memimpin segi yang memimpin segi yang lain yang tidak pokok. Segi pokok merupakan segi yang menuntut soalnya segera diselesaikan atau dipenuhi, dan merupakan segi yang membawa arah jalannya segi yang lain yang tidak pokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berdominasi dan segi tidak berdominasi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berdominasi adalah segi yang menentukan kwalitet sesuatu. Didalam masyarakat, segi yang berdominasi berarti segi yang berkuasa, dan juga berarti segi yang menentukan kwaliteit masyarakat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sedang segi yang tidak berdominasi adalah segi yang tidak menentukan kwalitet. Didalam masyarakat, segi yang tidak berdominasi berarti segi yang tidak berkuasa atau segi yang dikuasai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhari depan dan segi tidak berhari depan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhari depan adalah segi yang akan atau yang sedang berkembang, segi yang masih akan terus ada atau akan terus hidup didalam perubahan atau didalam tingkat perkembangan kwaliteit yang baru dan kelanjutannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sedang segi tidak berhari depan adalah segi yang akan layu atau sedang melayu, segi yang adanya atau hidupnya hanya terbatas didalam kwaliteit yang lama dan tidak akan ada lagi didalam perubahan atau didalam tingkat perkembangan kwaliteit yang baru atau kwaliteit kelanjutannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;o&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhegemoni dan segi tidak berhegemoni;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhegemoni adalah segi didalam gejala sosial atau didalam masyarakat. Segi berhegemoni hanya didalam kategori revolusi. Dalam hal revolusi itu, segi berhegemoni adalah segi yang memimpin, segi yang membawa dan menentukan arah perkembangan revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhegemoni mempunyai syarat dan menampakkan ciri-cirinya, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Mempunyai program perjuangan klas yang diterima oleh seluruh nasion atau diterima secara naional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Menjadi teladan dalam melaksanakan program perjuangan klasnya yang sudah diterima secara nasional oleh seluruh nasional itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Mempunyai kekuatan yang cukup untuk melaksanakan kepemimpinannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Mampu menggalang persatuan dan kekuatan nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keempat macam kedudukan dan peranan segi-segi yang berkontradiksi itu terdapat saling hubungan. Tapi tidak berarti satu segi kontradiksi tentu menempati atau mempunyai empat kedudukan dan peranan itu sekaligus. Sebagaimana halnya segi pokok tidak tentu sekaligus sebagai segi yang berdominasi ataupun segi yang berhari depan. Didalam kategori revolusi atau didalam gejala sosial, segi pokok pada hakekatnya adalah segi yang berhegemoni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berdominasi tidak tentu segi pokok dan juga tidak tentu segi berhari depan. Didalam kategori revolusi atau didalam gejala sosial, segi berdominasi tidak tentu segi berhegemoni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhari depan tidak tentu segi pokok, dan juga tidak tentu segi berdominasi. Didalam kategori revolusi atau didalam gejala sosial, segi berhari depan tidak tentu segi berhegemoni. Tapi segi berhari depan itu pada tingkat menjelang perubahan kwaliteit lama kekwaliteit baru, pasti menduduki atau menjadi segi pokok. Didalam kategori revolusi atau didalam gejala sosial, segi berhari depan itu pada tingkat menjelang kemenangan revolusi dalam proses perubahan masyarakat lama kemasyarakat baru, pasti menduduki atau menjadi sebagai segi berhegemoni. Kemudian dalam kwaliteit baru, segi berhari depan pasti menduduki atau menjadi segi berdominasi. Dan didalam kategori revolusi atau didalam gejala sosial, segi berhari depan didalam masyarakat baru pasti menduduki atau menjadi segi berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Segi berhegemoni pasti segi pokok. Tapi segi berhegemoni tidak tentu segi berhari depan dan juga tidak tentu segi berdominasi atau segi berkuasa. Hanya pada tingkat menjelang kepastian kemenangan revolusi, dalam proses perubahan masyarakat lama kemasyarakat baru, segi yang berhegemoni pasti segi yang berhari depan. Dan didalam kwaliteit masyarakat yang baru, segi berhegemoni pasti juga sebagai segi berdominasi atau segi berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hukum Mutasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hukum mutasi atau hukum perpindahan adalah suatu hukum yang berlaku didalam proses kontradiksi. Artinya, kedudukan dan peranan satu kontradiksi atau segi kontradiksi bisa bermutasi. Kontradiksi pokok bisa berubah menjadi kontradiksi tidak pokok. Sebaliknya, kontradiksi tidak pokok bisa berubah menjadi kontradiksi pokok. Kontradiksi berbentuk antagonis bisa berubah menjadi kontradiksi tidak berbentuk antagonis. Sebaliknya, kontradiksi tidak berbentuk antagonis bisa berubah menjadi kontradiksi berbentuk antagonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tapi hukum mutasi itu tidak berlangsung pada kontradiksi dasar dan pada kontradiksi yang berwatak antagonis. Artinya, kontradiksi dasar dan kontradiksi yang berwatak antagonis akan tetap, tidak akan berubah. Kontradiksi dasar akan tetap sebagai kontradiksi dasar, dan tidak akan berubah menjadi sebagai kontradiksi tidak dasar. Sebaliknya, kontradiksi tidak dasar juga akan tetap, tidak akan berubah menjadi sebagai kontradiksi dasar. Selanjutnya kontradiksi yang berwatak antagonis akan tetap, tidak akan berubah menjadi kontradiksi yang tidak berwatak antagonis. Begitu sebaliknya, kontradiksi yang tidak berwatak antagonis juga akan tetap. Tidak akan berubah menjadi kontradiksi berwatak antagonis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kedua kontradiksi itu, yaitu kontradiksi dasar dan kontradiksi berwatak antagonis yang akan tetap pada kedudukannya, tidak akan berubah, dalam proses perkembangan akhirnya tentu akan hancur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah satu. Kehancuran itu terjadi pada menjelang dan menyebabkan berubahnya suatu kwaliteit atau masyarakat, serta berarti timbulnya kwaliteit baru atau lahirnya masyarakat baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hukum mutasi itu juga berjalan pada segi-segi yang berkontradiksi, yaitu segi pokok bisa berubah menjadi segi tidak pokok. Sebaliknya, segi tidak pokok bisa berubah menjadi segi pokok. Segi berdominasi bisa berubah menjadi segi tidak berdominasi. Sebaliknya, segi tidak berdominasi bisa berubah menjadi segi berdominasi. Didalam masyarakat, segi berkuasa bisa berubah menjadi segi tidak berkuasa. Sebaliknya, segi tidak berkuasa bisa menjadi segi berkuasa. Segi berhegemoni bisa berubah menjadi segi tidak berhegemoni. Sebaliknya, segi tidak berhegemoni bisa berubah menjadi segi berhegemoni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tapi hukum mutasi itu tidak akan berlangsung pada segi berhari depan. Segi berhari depan akan tetap sebagai segi berhari depan, tidak akan bermutasi atau tidak akan berubah menjadi segi tidak berhari depan selama dalam periode kwaliteit lama atau dalam periode masyarakat lama. Walau mungkin, sesudah dalam kwaliteit baru atau dalam masyarakat baru, segi berhari depan dari kwaliteit lama atau dari masyarakat lama itu bisa bermutasi atau berubah menjadi segi tidak berhari depan. Tapi mutasi atau perubahan itu baru terjadi sesudah dalam kwaliteit baru atau dalam masyarakat baru. Dan tidak akan terjadi selama dalam satu periode kwaliteit lama atau masyarakat lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;PERUBAHAN KAWANTITATIF KE KWALITATIF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Arti Kwantiteit dan Kwaliteit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kwantiteit adalah jumlah. Jumlah dalam arti yang luas, meliputi bilangan, susunan, saling hubungan dan komposisi. Kwantiteit menentukan kwaliteit sesuatu. Kwaliteit adalah hakekat sesuatu, yang membedakan sesuatu itu dari yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan Kwantiteit dan Perubahan Kwaliteit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan kwantiteit adalah perubahan yang masih dalam kwaliteit lama atau masih dalam bentuknya yang lama, perubahan yang bersifat kwantitatif, perubahan evolusioner yang menyiapkan dan menuju kearah perubahan kwaliteit. Perubahan demikian, berarti belum perubahan kwaliteit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan kwantiteit itu akan mencapai perubahan kwaliteit hanya sesudah mencapai titik batas tertentu, yaitu titik batas tertinggi atau terendah, atau titik batas maksimum atau minimum dari syarat bagi berubahnya suatu kwaliteit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan kwantiteit semata-mata yang tidak sampai mencapai titik batas, tidak akan merubah kwaliteit lama dan kurang ada artinya bagi suatu perkembangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun perubahan kwaliteit adalah perubahan yang mengakhiri perubahan kwantiteit dan menghancurkan kwaliteit lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan kwaliteit itu merupakan dan melalui proses loncatan dari kwaliteit lama kekwaliteit baru. Perubahan kwaliteit itu tentu melalui proses perubahan kwantiteit. Tanpa adanya perubahan kwantiteit lebih dulu, tidak akan ada dan tidak akan terjadi perubahan kwaliteit. Selanjutnya, kwaliteit baru yang mengakhiri perubahan-perubahan kwantiteit lama itu, menimbulkan lagi kwantiteit-kwantiteit baru. Dan perubahan-perubahan kwantiteit baru itu juga menyiapkan lagi perubahan kwaliteit baru. Demikian seterusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan kwantiteit keperubahan kwaliteit itu merupakan suatu proses dari gerak atau perubahan dan perkembangan. Artinya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap gerak atau setiap perubahan dan perkembangan sesuatu tentu melalui proses perubahan kwantiteit keperubahan kwaliteit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan kwantiteit dan perubahan kwaliteit selalu saling hubungan sangat erat yang tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lain. Kedua-duanya saling jalin menjalin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;NEGASI DARI NEGASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negasi berarti tiada atau meniadakan. Negasi dari negasi berarti meniadakan yang meniadakan. Hukum negasi dari negasi adalah hukum arah gerak atau arah perubahan dan perkembangan sesuatu. Hukum itu ialah, bahwa gerak atau perubahan dan perkembangan dari segala sesuatu, arahnya tentu menuju ke-bentuk-nya yang "lama" atau ke-asal-nya semula, tapi dengan isi atau dengan kwaliteitnya yang baru. Selama gerak atau perubahan dan perkembangan sesuatu itu belum sampai mencapai bentuknya yang "lama" atau belum "kembali keasalnya semula", maka berarti gerak atau perubahan dan perkembangan itu masih dalam proses perjalanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hukum negasi dari negasi adalah hukum, bahwa gerak atau perubahan dan perkembangan segala sesuatu tentu akan menegasi yang menegasi atau akan meniadakan yang meniadakan. Bahwa yang menegasi tentu akan dinegasi atau yang meniadakan tentu akan ditiadakan. Selama yang menegasi belum dinegasi atau yang meniadakan belum ditiadakan, maka berarti gerak atau perubahan dan perkembangan sesuatu itu masih belum selesai, belum berakhir, dan masih dalam proses perjalanan. Gerak atau perubahan dan perkembangan sesuatu itu baru akan" selesai" atau akan" berakhir" hanya apabila yang menegasi sudah dinegasi, aau yang meniadakan sudah ditiadakan. Dengan begitu berarti gerak atau perubahan dan perkembangan itu sudah sampai " kembali " pada bentuknya yang "lama " atau pada " asalnya semula ''.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Titik mula proses dari suatu gerak atau perubahan dan perkembangan dimulai dari bentuk dan isinya yang asal itu dinegasi atau ditiadakan oleh bentuk dan isi yang baru.Dari dinegasi atau ditiadakanya bentuk yang asal oleh bentuk dan isi yang baru, mulailah suatu proses gerak spiral yang menuju kearah " kembali " kebentuk isinya yang asal. Dan itu yang dinyatakan bahwa selama gerak atau perubahan dan perkembangan itu belum sampai " kembali " pada bentuk dan isinya yang " asal ", maka berarti bahwa gerak atau perubahan dan perkembangan itu masih belum berakhir , belum selesai , dan masih dalam perjalanannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negasi atau peniadaan bentuk dan isi yang asal oleh bentuk dan isi yang baru itu merupakan negasi atau peniadaan yang pertama dalam suatu proses gerak spiral. Kemudian bentuk dan isi yang baru , telah menegasi atau telah meniadakan bentuk dan isi yang asal itu, pada akhirnya tentu akan dinegasi atau akan ditiadakan juga oleh bentuk dan isi yang "lama yang asal" tapi dalam kwaliteitnya yang baru dan tinggi serta maju. Negasi atau peniadaan itu, yaitu negasi atau peniadaan oleh bentuk dan isi yang "asal" terhadap bentuk dan isi yang telah pernah menegasi atau meniadakannya itu, adalah merupakan negasi atau peniadaan yang kedua dalam suatu proses gerak sipiral.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Berlangsungnya suatu negasi atau peniadaan yang pertama, kemudian diakhiri oleh negasi atau peniadaan yang kedua, itu yang disebut sebagai hukum negasi dari negasi atau hukum meniadakan yang meniadakan. Berdasarkan hukum itu, maka yang menegasi tentu akan dinegasi atau yang meniadakan tentu akan ditiadakan, dan "kembali"-lah gerak atau perubahan dan perkembangan sesuatu kepada bentuk dan isinya yang "lama" atau yang "asal", tapi dalam kwaliteutnya yang baru, yang lebih tinggi dan lebih maju dari yang awal mulanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Demikian hukum arah gerak atau arah perubahan dan perkembangan secara sipiral dari segala sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BAB. IV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;EPISTIMOLOGI MATERIALIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Epistimologi adalah teori tentang pengetahuan, yaitu tentang asal dan lahirnya pengetahuan serta peranan dan perkembangan pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;ASAL DAN LAHIRNYA PENGETAHUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Asal Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan adalah berasal dari praktek, baik praktek langsung maupun praktek tidak langsung. Praktek langsung ialah praktek atau pengalaman sendiri. Sedang praktek tidak langsung ialah praktek atau pengalaman orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek langsung menimbulkan pengetahuan langsung. Sedang praktek tidak langsung, menimbulkan pengetahuan tidak langsung. Dengan begitu, baik pengetahuan langsung maupun pengetahuan tidak langsung, kedua-duanya berasal dari praktek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dari kedua pengetahuan itu, pengetahuan langsung lebih penting dari pada pengetahuan tidak langsung. Maka praktek atau pengalaman langsung juga lebih penting daripada praktek atau pengalaman tidak langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan langsung itu bersifat terbats karena praktek langsung atau pengalaman sendiri juga terbatas. Sebaliknya, pengetahuan tidak langsung bersifat luas karena prakteknya tidak langsung atau pengalaman orang lain juga luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Lahirnya Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan lahir melalui proses dua tingkat, yaitu tingkat sensasi dan tingkat ratio. Pengetahuan tingkat sensasi atau pengetahuan sensasional adalah pengetahuan yang langsung ditangkap secara apa adanya dari praktek. Pengetahuan sensasional itu bersifat kwantitatif dan sepotong-sepotong serta menyiapkan pengetahuan rasional. Karena itu pengetahuan sensasional akan menjadi kurang ada gunanya bagi Ilmu Pengetahuan atau tidak bisa menjadi ilmu pengetahuan bila tidak ditingkatkan menjadi pengetahuan rasional. Pengetahuan sensasional yang tidak ditingkatkan menjadi pengetahuan rasional hanya akan menjadi sebagai pengetahuan biasa, pengetahuan tingkat rendah yang sederhana dan bersifat kwantitatif (kennis).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun pengetahuan rasional adalah pengetahuan hasil penagkapan, hasil penelitian dan perenungan, serta merupakan penyimpulan dari pengetahuan sensasional. Dengan begitu, pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang tidak langsung dari praktek, pengetahuan tingkat kedua sebagai peningkatan dan kelanjutan dari pengetahuan sensasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan rasional bersifat luas dan kwalitatif. Lengkap, tidak sepotong-sepotong. Bersifat kombinatif dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kongklusif dari sejumlah pengetahuan sensasional yang sepotong-sepotong. Pengetahuan rasional merupakan perubahan kwalitatif dari pengetahuan sensasional dan menjadi ilmu pengetahuan (wetenschap).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tentang pengetahuan sensasional dan pengetahuan rasional itu ada pandangan yang ekstrim dan salah dari kaum sensasionalis dan kaum rasionalis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kaum sensasionalis memandang pengetahuan sensasional itu sebagai pengetahuan yang objektif dan benar karena pengetahuan sensasional adalah pengetahuan yang langsung berasal dari praktek. Dengan begitu, pandangan kaum sensasionalis adalah pandangan yang sepotong-sepotong. Kaum sensasionalis tidak memandang sifat-sifat yang sempit, terbatas dan sepotong-sepotong dari pengetahuan sensasionalis. Mereka seperti tidak memandang bahwa segala sesuatu itu tidak hanya terdiri dari yang sepotong. Karena itu keobjektifan dan kebenaran sesuatu tidak bisa dipandang hanya dari yang sepotong itu. Sesuai dengan poandangannya, kaum sensasionalis memandang pengetahuan rasionalis sebagai pengetahuan yang tidak objektif dan tidak benar, atau diragukan keobjektifan dan kebenarannya karena pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang tidak langsung berasal dari praktek. Dan karena rasio itu bisa salah dalam menyimpulkan, maka pengetahuan rasional sebagai pengetahuan hasil penyimpulan itupun bisa salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sebaiknya, kaum rasionalis memandang pengetahuan rasionil sebagai pengetahuan yang objektif dan benar karena pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang menyeluruh dan lengkap. Dalam hal ini kaum rasionalis tidak memandang bahwa pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang berasal dari dan melalui proses pengetahuan sensasional. Dan karena itu, bisa salah. Sebab, rasio memang bisa salah. Maka pengetahuan rasional sebagai hasil penyimpulan rasiopun bisa salah. Sesui dengan pandangannya iu, kaum rasionalis memandang pengetahuan sensasional sebagai pengetahuan yang rendah dan remeh, tidak penting dan tidak berguna karena pengetahuan sensasional adalah pengetahuan yang sempit, sepotong, dm tidak lengkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kedua pandangan itu adalah pandangan yang ekstrim dan salah karena hanya menganggungkan yang satu dan meremehkan yang lain. Adapun pandangan yang objektif dan benar mengenai kedua pengetahuan itu ialah, bahwa pengetahuan sensasional dan pengetahuan rasional adalah dua tingkat pengetahuan yang secara dialektis tidak bisa dipisah-pisahkan dan tidak bisa direndahkan atau diremehkan. Kedua-duanya selalu saling hubungan sangat erat dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempunyai peranan yang penting. Pengetahuan sensasional adalah bagian dari pengetahuan rasional dan menyiapkan lahirnya pengetahuan rasional itu. Sedang pengetahuan rasional tidak akan bisa lahir tanpa melalui proses pengetahuan sensasional. Pengetahuan sensasonal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah pengetahuan yang objektif dan benar dalam artiian baru sepotong. Tapi dalam artian yang menyeluruh bagi sesuatu, pengetahuan sensasional menjadi belum lengkap. Karena itu pengetahuan sensasional menjadi belum sepenuhnya onjektif dan belum sepenuhnya benar. Sebaliknya, pengetahuan rasional adalah pengetahuan yang menyeluruh dan lengkap. Tapi juga bisa belum sepenuhnya objektif dan belum sepenuhnya benar. Sebab, keobjektifan dan kebenarannya harus ditinjau dari keadaan praktek yang berlangsung, yang secara menyeluruh disalinghubungkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan disimpulkan dari dan berdasarkan yang sepotong-sepotong. Sesuainya pengetahuan raional dengan praktek, baru bisa dinyatakan suatu pengetahuan rasional sebagai pengetahuan yang objektif dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BATAS DAN PERKEMBANGAN SERTA PERANAN PENGETAHUAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Batas Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan yang berasal dari praktek bersifat terbatas dan tidak terbatas sekaligus, sesui dengan praktek itu sendiri. Pengetahuan manusia orang seorang itu terbatas karena praktek dan pengalaman sesorang juga terbatas. Tapi pengetahuan manusia bersama tidak terbatas karena praktek dan pengalaman manusia bersama juga tidak terbatas. Pengetahuan manusia satu generasi juga terbatas. Tapi pengetahuan manusia seluruh generasi tidak terbatas karena praktek dan pengalaman manusia seluruh generasi juga tidak terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ketidakterbatasan pengetahuan manusia bersama dan manusia seluruh generasi terjadi melalui suatu proses akumulasi, yaitu pengumpulan dan penyatuan dari pengetahuan manusia orang seorang atau manusia satu generasi yang terbatas. Pengetahuan manusia orang seorang yang satu dengan yang lain terbatas, diakumulasi atau dikumpulkan dan disatukan menjadi pengetahuan manusia bersama yang tidak terbatas. Begitu juga pengetahuan manusia satu generasi yang satu dengan yang lain terbatas, diakumulasi atau dikumpulkan dan disatukan menjadi pengetahuan seluruh generasi yang tidak terbatas. Artinya, pengetahuan manusia seseorang yang terbatas, ditambah-tambah dan disatukan dengan pengetahuan-pengetahuan manusia-manusia seseorang lainnya yang juga terbatas, menjadi pengetahuan manusia bersama yang tidak terbatas. Begitu juga pengetahuan manusia satu generasi yang terbatas, ditambah-tambah atau disambung-sambung dan disatukan dengan pengetahuan manusia satu generasi yang lain yang juga terbatas, menjadi pengetahuan manusia seluruh generasi yang tidak terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dengan begitu pengetahuan adalah terbatas pada manusia orang seorang, tapi tidak terbatas pada manusia bersama seluruhnya. Terbatas pada manusia satu generasi, tapi tidak terbatas pada manusia seluruh generasi. Terbatas pada satu waktu, tapi tidak terbatas pada seluruh waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Maka semua yang ada secara objektif, yang tidak bisa diketahui oleh manusia orang seorang akan bisa diketahui oleh manusia orang seorang lainnya. Apa yang tidak bisa diketahui oleh manusia satu generasi akan bisa diketahui oleh manusia satu generasi lainnya. Yang tidak bisa diketahui pada satu waktu akan bisa diketahui pada satu waktu lainnya. Karena itu semua yang ada secara objektif pasti akan bisa diketahui. Soalnya adalah soal waktu. Jadi soalnya bukan tidak bisa diketahui, tapi belum bisa diketahui dan akan bisa diketahui sejalan dengan perkembangan praktek manusia orang seorang dan praktek manusia bersama serta sejalan dengan perkembangan praktek manusia satu generasi dan praktek manusia seluruh generasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perkembangan Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan manusia tidak berhenti pada satu batas, tapi akan berkembang kebatas yang lain sejalan dengan praktek manusia yang juga tidak akan berhenti pada satu batas, tapi akan berkembang kebatas yang lain. Pengetahuan dan praktek manusia berkembang dan akan selalu berkembang terus sesuai dan sejalan dengan gerak materi yang juga terus menerus tanpa henti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan manusia berkembang dan meluas. Itu berlangsung dan terjadi dari pengetahuan manusia orang-seorang dan manusia bersama sampai pengetahuan manusia satu generasi dan manusia seluruh generasi terkumpul dan tersambung dengan pengetahuan manusia-manusia orang seorang dan manusia generasi-generasi lainnya atau kelanjutannya. Semua pengetahuan itu dari pengetahuan yang satu kepengetahuan yang lain yang terus menerus bertambah, terus diakumulasi dan dikombinasi, disatukan dan saling hubungkan, diseleksi dan terus bersambung berkembang menuju dan menjadi pengetahuan yang luas dan makin luas serta tinggi dan makin tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan yang makin luas dan makin tinggi itu akhirnya pasti akan bisa menggali dan mencapai semua yang ada secara objektif yang masih tersembunyi, yang belum tergali dan belum tercapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Peranan Pengetahuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan (wetenschap) atau teori mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan praktek dan materi, bagi hidup dan kehidupan manusia. Pengetahuan berasal dan lahir dari praktek serta berkembang dan meluas sejalan dengan perkembangan praktek dan materi. Tapi pengetahuan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan praktek dan materi itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan mempunyai pandangan dan jangkauan jauh kedepan sebelum praktek dan materi itu berkembang. Pengetahuan merupakan sinar bagi praktek serta memimpin dan membawa arah perkembangan praktek dan materi. Praktek akan berjalan dalam gelap dan meraba-raba bila tidak disinari dan dipimpin oleh pengetahuan atau teori, sehingga akan terbentus-bentus dan tersesat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengetahuan dan praktek tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lain. Praktek melahirkan pengetahuan, sedang sebaliknya, pengetahuan menyinari dan memimpin praktek. Perkembangan praktek menimbulkan perkembangan pengetahuan, sedang sebaliknya, perkembangan pengetahuan kebenarannya diuji dalam praktek, yang selanjutnya menimbulkan perkembangan baru bagi praktek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek melahirkan pengetahuan, sedang sebaliknya, pengetahuan diuji dan kembali kepada praktek. Demikian berlangsung proses skematis: Praktek-Pengetahuan-Praktek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;PRAKTEK DAN PENGETAHUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Arti dan Macam Praktek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek adalah kerja manusia atau perbuatan manusia mengubah materi, yaitu benda atau keadaan, serta mengubah alam dan kehidupan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Mengubah benda artinya adalah kerja produksi. Mengubah keadaan artinya adalah kerja sosial. Sedang mengubah alam berarti menentang atau melawan alam. Mengubah kehidupan masyarakat berarti berjuang atau ber-revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kerja produksi dan menentang atau melawan alam merupakan praktek alam atau praktek produksi. Sedang kerja sosial dan berjuang atau ber-revolusi merupakan praktek sosial atau praktek revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dengan begitu praktek pada pokoknya hanya terbagi dalam dua golongan atau dua macam, yaitu praktek alam atau praktek produksi dan praktek sosial atau praktek revolusi. Semua dan berbagai macam praktek manusia tergolong salah satu dari kedua macam praktek itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Karena itu pengetahuan atau teori yang lahjir dari praktek pada pokoknya juga hanya terbagi dalam dua golongan atau hanya ada dua macam, yaitu pengetahuan atau teoti tentang alam dan sosial, atau tentang produksi dan revolusi. Jadi juga hanya ada dua macam ilmu, yaitu ilmu alam dan ilmu sosial atau ilmu produksi dan ilmu revolusi. Berbagai macam ilmu pada pokoknya termasuk kedalam salah satu golongan atau salah satu macam ilmu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek alam atau praktek produksi melahirkan ilmu alam dengan segala macam jenisnya. Sedang praktek sosial atau praktek revolusi melahirkan ilmu sosial dengan segala macam jenisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Peranan Praktek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan ilmu dan manusia. Praktek melahirkan pengetahuan atau ilmu, menguji dan mengembangkan kebenaran ilmu. Praktek membuat hidup manusia, membentuk watak manusia dan meningkatkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek ysng terus menerus, melahirkan pengalaman yang kesimpulannya menjadi teori. Kebenaran teori itu selanjutnya masih harus diuji didalam praktek. Kebenarannya ditinjau dari sesuai atau tidak dengan praktek. Sesuainya teori itu dengan praktek, berarto teori itu benar. Sedang yang tidak sesuai dengan praktek, berarti teori itu salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Peninjauan atau pengujian kebenaran teori itu didalam praktek tidak hanya sekali. Tapi terus menerus. Sebab dalam perkembangan praktek selanjutnya, teori yang sudah benar itu bisa menjadi selisih dan tidak sesuai lagi dengan praktek yang sudah berkembang. Keadaan demikian menuntut teori itu untuk menyesuaikan lagi dengan perkembangan praktek yang baru. Dari perkembangan itu, teori juga menjadi berkembang sesuai dengan perkembangan praktek. Begitu terus menerus, praktek melahirkan teori, menguji kebenaran teori, dan selanjutnya mengembangkan teori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek yang terus menerus juga menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kelanjutan hidup manusia. Dari praktek yang terus menerus itu juga terbentuk watak manusia dan tuntutan untuk kelanjutannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek Membentuk Watak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Praktek membuat hidup dan menjadi kehidupan manusia, membuat manusia menjadi biasa dalam hidup dan kehidupan itu, dan menimbulkan pada fikiran manusia tuntutan-tuntutan bagi kelanjutan dan perkembangannya. Kebiasaan dalam hidup dan dalam satu kehidupan itu dengan tuntutan-tuntutan bagi kelanjutan dan perkembangan dari kebiasaan hidup dan kehidupannya itu, menjadi dan merupakan suatu watak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Demikian praktek membentuk watak, cara hidup mementukan cara berfikir, kedudukan sosial menentukan kesadaran sosial, atau kedudukan klas menentukan kesadaran klas. Begitu, bahwa keadan menimbulkan dan menetukan fikiran, materi menimbulkan dan menentukan ide, maka setiap perubahan keadaan atau perubahan materi akan menimbulkan dan menentukan pula perubahan watak, cara berfikir, kesadaran sosial atau kesadaran klas, ide atau fikiran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;KEBENARAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Arti dan Macam Kebenaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran adalah sesuainya ide dengan materi, atau sesuainya fikiran dengan keadaan. Kebenaran ada dua macam, yaitu kebenaran objektif dan kebenaran subjektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran Objektif ; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran objektif adalah suatu kenyataan apa adanya dari suatu materi atau keadaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran Subjektif ;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; Kebenaran subjektif adalah suatu pencerminan ide tentang materi atau pencerminan fikiran tentang keadaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sumber dan Letak Kebenaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sumber kebenaran adalah kenyataan apa adanya dari materi atau keadaan. Kebenaran objektif dan kebenaran subjektif , kedua-duanya bersumber dari kenyataan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun letak kebenaran, bagi kebenaran objektif letaknya ada di (kenyataan) materi atau keadaan. Sedang kebenaran subjektif letaknya ada di (pencerminan) ide atau fikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sifat Kebenaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran sesuatu mempunyai dua sifat, yaitu sifat absolut dan sifat relatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran obsolut ;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; Kebenaran absolut adalah kebenaran yang lengkap dan menyeluruh dari sesuatu materi atau keadaan yang dicerminkan sesuai dengan kenyataan secara objektif, lengkap dan menyeluruh menurut apa adanya. Karena itu kebenaran absolut adalah juga kebenaran objektif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran Relatif ;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; Kebenaran relatif adalah kebenaran sementara atau kebenaran pada satu waktu, dan akan berubah atau berkembang pada waktu yang lain. Kebenaran relatif juga kebenaran disatu tempat, dan bisa berubah ditempat lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran relatif berarti pula kebenaran yang baru sepotong atau baru sebagian dari suatu materi atau keadaan yang lengkap dan menyeluruh yang dicerminkan. Kebenaran relatif adalah juga kebenaran subjektif. Karena itu sendiri adalah relatif, bersifat semenatara, dan akan selalu berubah atau berkembang. Sebab, materi atau keadaan sebagai sumber kebenaran juga selalu berubah atau berkembang. Dengan begitu berarti bahwa kebenaran objektif ataupun kebenaran subjektif, kedua-duanya juga relatif, bersifat semenatara, dan akan berubah atau berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebanaran absolut dan kebenaran relatif adalah dua hal yang berhubungan sangat erat, tidak bisa dipisah-pisahkan. Kebenaran absolut, kebenaran yang lengkap dan menyeluruh, itu terjadi dan terdiri dari sepotong-sepotong atau baru sebagaian. Sebaliknya, kebanaran relatif, kebanaran yang baru sepotong-sepotong atau baru sebagaian itu, mengandung kebenaran absolut dan merupakan unsur atau bagian yang akan melahirkan suatu kebenaran absolut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran itu bersifat absolut karena kebenaran itu ada secara objektif. Dan kebenaran absolut itupun bersifat relatif, karena kebenaran itu hanya bersifat sementara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Maka salah pendapat kaum subjektifis yang mengatakan tidak ada kebenaran objektif karena kebenaran bersifat relatif, bergantung pada ide yang mencerminkannya. Tapi juga salah pendapat kaum absolutis yang mengatakan tidak ada kebenaran subjektif atau tidak ada kebenaran ide karena kebenaran ide itu bersifat apa adanya. Karena itu kebenaran juga tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersifat relatif, tapi tetap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran Umum dan Kebenaran Khusus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran kecuali mempunyai sifat absolut dan relatif, juga mempunyai sifat umum dan khusus, yaitu sebagai kebenaran umum dan kebenaran khusus. Kebenaran umum adalah kebenaran sepanjang masa atau kebenaran yang tetap selamanya. Kebenaran yang terdapat dan berlaku dimanapun dan kapanpun. Kebenaran khsusus adalah kebenaran menurut waktu, tempat dan tingkatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebenaran umum dan kebenaran khusus adalah dua hal yang berhubungan erat, tidak bisa dipisah-pisahkan. Kebenaran umum terjadi dari dan terdapat secara kongkrit pada kebenaran khusus. Atau kebenaran umum itu ada dan terdapat pada kebenaran khusus. Kebenaran umum merupakan poros dari kebenaran-kebenaran khusus. Sebaliknya, kebenaran khusus mengandung kebenaran umum dan berpedoman pada kebenaran umum itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adalah salah pendapat kaum absolutis sebagaimana juga pendapat kaum dogmatis yang mengatakan tidak ada kebenaran khusus menurut waktu, tempat dan tingkatan. Kebenaran itu hanya satu dan universil. Kapanpun waktunya, dimanapun tempatnya dan bagaimanapun tingkatannya, kebenaran adalah sama. Kebenaran berlaku pada semua waktu, berlaku disemua tempat dan disemua tingkatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tapi juga salah pendapat kaum relatifis dan kaum revisionis yang mengatakan tidak ada kebenaran umum. Semua kebenaran adalah relatif menurut waktu, tempat dan tingkatan. Dan berdasarkan pendapatnya yang salah itu kaum revisionis merevisi teori kebanaran umum Filsafat Marxisme dan merevisi ajaran Marxisme itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BAB. V&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;KATEGORI FILSAFAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BENTUK DAN ISI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Bentuk adalah bingkai dari isi. Bentuk merupakan kekuatan dan pelindung kehidupan isi. Bentuk menyelimuti atau menyelubingi isi. Bentuk merupakan gejala luar yang tampak dan menampakkan diri, atau yang tertangkap oleh indera lebih dulu daripada isinya. Bentuk bersifat pasif dalam proses perkembangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun isi adalah sesuatu yang terkandung didalam bentuk. Isi merupakan inti dan kebenaran dari sesuatu. Isi merupakan sesuatu yang hidup dan membentuk kehidupan. Isi bersifat aktif dalam perkembangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Bentuk dan isi adalah dua segi yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Kedua-duanya selalu berhubungan erat. Bentuk selalu mengandung isi. Tidak bentuk tanpa isi. Sebaliknya, isi selalu ada didalam bentuk. Tidak ada isi tanpa bentuk. Bentuk tanpa isi akan tidak mempunyai arti apa-apa. Sebaliknya, isi tanpa bentuk akan tidak mempunyai kekuatan, karena itu akan berantakan dan tidak bisa mempertahankan adanya. Bentuk dan isinya harus selalu sesuai, juga dalam setiap perkembangannya. Tidak sesuainya bentuk dengan isisnya akan menimbulkan suatu kontradiksi antara bentuk dengan isinya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Bentuk ditentukan oleh isinya. Tapi bentuk mempunyai pengaruh terhadap isinya. Isi menetukan perkembangan bentuknya. Tapi bentuk mempengaruhi perkembangan isinya. Bentuk yang sudah sempit dan tidak sesuai dengan perkembangan isinya, akan dibongkar dan dihancurkan oleh isinya. Karena itu akan terjadi atau akan lahir dan timbul suatu bentuk yang baru yang sesuai dengan perkembangan isinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Bentuk yang baru, melonggarkan bagi perkembangan isinya lebih lanjut. Begitu sampai pada suatu ketika, bentuk menjadi sempit dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan isinya. Karena itu juga akan terjadi lagi pembongkaran dan penghancuran terhadap bentuk itu oleh isinya untuk menganggantinya dengan bentuk yang baru lagi, yang sesuai dengan perkembangan isinya. Bentuk yang lama berubah menjadi bentuk yang baru, itu terjadi tidak dengan sendirinya. Tapi terjadi atas perjuangan aktif oleh isinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;GEJALA DAN HAKEKAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gejala adalah apa yang tertangkap oleh indera. Gejala merupakan pelantunan hakekat, dan merupakan ujud luar yang mempunyai saling hubungan dengan hakekatnya. Gejala tampak dan menampakkan diri pada berbagai macam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun hakekat adalah saling hubungan yang menentukan adanya sesuatu dan menimbulkan gejala-gejalanya. Hakekat menampakkan diri lewat gejala-gejalanya. Gejala-gejala yang timbul dari adanya hakekat, tidak semua sama atau tidak semua mencerminkan sesuatu dengan hakekatnya. Walau begitu, untuk bisa mengetahui hakekat sesuatu, tentu melalui gejala-gejalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Gejala yang sama atau yang mencerminkan sesuai dengan hakekatnya adalah gejala yang menembus langsung dengan hakekatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;SEBAB DAN AKIBAT &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sebab adalah yang menimbulkanakibat dan merupakan sumber dari timbulnya akibat atau ada serta terjadinya sesuatu. Adapun akibat adalah yang ditimbulkan oleh sebab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sebab dan akibat mempunyai hubungan langsung dan erat. Sebab menimbulkan akibat, dan tidak ada akibat tanpa sebab. Akibat akan terus menerus timbul selama sebab yang menimbulkannya itu masih ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Karena itu mengurus akibat harus pula mengurus atau mengakhiri sebabnya atau menyelesaikan sebabnya yang menimbulkannya itu. Mengurus akibat tanpa mengurus atau tanpa menyelesaikan dan mengakhiri sebabnya atau sebab yang menimbulkannya, akan tidak ada artinya. Akibat menuntut pengurusan yang segera, sedang sebab harus lebih lanjut dan mutlak untuk diurus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Sebab selalu mendahului akibat. Sebaliknya, akibat selalu timbul kemudian sesudah sebab. Tapi apa yang timbul kemudian sebagai kelanjutan dari sesuatu yang timbul mendahuluinya, tidak tentu merupakan akibat dari yang timbul mendahuluinya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Akibat yang ditimbulkan oleh sebab, pada proses kelanjutannya bisa menjadi sebab yang akan menimbulkan akibat yang baru. Studi tentang saling hubungan, pada hakekatnya adalah studi tentang saling hubungan sebab dan akibat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;KEHARUSAN DAN KEBETULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keharusan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan terjadinya tidak bisa dielakkan dan tidak bisa ditolak. Keharusan adalah hal yang mutlak dan objektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun kebetulan adalah sesuatu yang tidak tentu. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan terjadinya bukan suatu kepastian. Kebetulan merupakan titik pertemuan atau titik persilangan dari dua keharusan. Kebutalan itu terjadi karena bertemunya dua keharusan. Kebetulan merupakan perwujudan kongkrit dari tuntutan dua keharusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BAB. VI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;LOGIKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;LOGIKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Logika adalah cara berfikir yang sederhana yang bisa diterima oleh akal. Logika sesuai dengan caranya yang sederhana, hanya dapat dipergunakan untuk memecahkan hal-hal yang sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Logika bukan cara berfikir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang kompleks dan mendalam. Karena itu juga tidak bisa dipergunakan untuk memecahkan hal-hal yang kompleks dan rumit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Logika mengandung keterbatasan atau cara berfikir yang terbatas. Logika meninjau sesuatu hal hanya mengenai apa yang ada diluar atau yang tampak, dan tidak sampai menembus soalnya sampai kedalam. Logika hanya menangkap apa yang ada diluar, hanya pada bentuknya, gejalanya atau akibatnya. Tidak sampai menangkapnya apa yang ada didalam atau apa yang terdapat didalamnya. Tidak sampai menangkap isinya, hakekatnya atau sebabnya. Karena itu logika belum cukup untuk bisa mengetahui kebenaran secara lengkap dan menyeluruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;DUA MACAM LOGIKA &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Logika sebagai cara berfikir, terdapat dua macam, yaitu logika formil dan logika dialektik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Logika formil seperti halnya metode metafisik, memandang segala sesuatu secara terpisah, dan memandang keadaan sebagai hal yang tetap, tidak berubah. Logika dialektik seperti juga cara berfikir dialektis, emandang segala sesuatu mempunyai saling hubungan dan dalam keadaan berubah, tidak tetap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BAB. VII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;MATERIALISME HISTORIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme Historis adalah penerapan pandangan Materialisme dan Metode Dialektik dari Filsafat Materialisme Dialektik pada gejala sosial atau didalam masyarakat. Materialisme Historis adalah materialisme dialektikanya sejarah, atau materialisme dialektik yang berlaku didalam keadaan sosial atau didalam masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme historis merupakan ciri dari kelengkapan dan ke-konsekuenan Filsafat Materialisme Dialektika Marx, yang membedakan Filsafat Marx dari filsafat-filsafat sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perbedaan Filsafat Marx dengan filsafat-filsafat sebelumnya ialah terletak pada soal; bahwa filsafat-filsafat sebelum Marx hanya berbicara tentang gejala alam. Sedang pandangannya tentang sejarah masyarakat tidak jelas dan tidak konsekuwen. Baru filsafat Marx yang berbicara tidak hanya tentang gejala alam, tapi juga secara lengkap dan konsekwen berbicara tentang gejala sosial atau gejala masyarakat. Karena itu lahirnya filsafat M.D.H. Marx merupakan suatu revolusi dari sejarah filsafat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Materialisme Historis Marx mengajarkan tentang; keadaan sosial menentukan kesadaran sosial, hukum umum perkembangan masyarakat, basis dan bangunan atas, klas dan perjuangan klas, negara dan revolusi, peranan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan pimpinan dalam sejarah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;KEADAAN SOSIAL MENENTUKAN KESADARAN SOSIAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keadaan sosial mempunyai syarat-syarat dan terdiri dari tiga faktor, yaitu; geografi, penduduk dan cara produksi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Dari ketiga faktor keadaan sosial itu yang paling menentukan adalah faktor cara produksi. Faktor cara produksi adalah faktor yang paling mobil, progressif dan revolusioner dalam mendorong maju keadaan sosial. Sedang faktor geografi dan faktor penduduk adalah faktor-faktor yang mempunyai pengaruh dan ikut menentukan dalam mendorong maju keadan sosial, tapi tidak lebih cepat dari faktor cara produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Faktor geografi dan faktor penduduk itu berubah dan berkembang sangat lambat. Begitu lambatnya berubah dan berkembangnya faktor geografi dan faktor penduduk itu, sehingga ketinggalan sngat jauh dari berubah dan berkembangnya faktor cara produksi. Karena itu peranannya dalam mendorong maju keadaan sosial sampai seperti tidak terasa. Maka pada hakekatnya berubah dan berkembangnya keadaan sosial menjadi ditentuykan oleh berubah dan berkembangnya faktor cara produksi. Demikian kesadaran sosial yang ditentukan oleh keadaan sosial pada hakekatnya juga ditentukan oleh faktor cara produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun kesadaran sosial adalah suatu pengertian, pandangan dan sikap sosial manusia terhadap hidup dan kehidupannya, serta terhadap hidup dan kehidupan sosial masyarakat. Kesadaran sosial seseorang bergantung dan ditentukan oleh keadaan sosialnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keadaan sosial menentukan kesadaran sosial. Perubahan dan perkembangan keadaan sosial juga membawa dan menentukan perubahan dan perkembangan kesadaran sosial. Walau begitu kesadaran sosial tidak bersikap pasif terhadap keadaan sosial. Kesadaran sosial mempunyai pengaruh aktif terhadap keadaan sosial, terhadap perubahan dan perkembangan keadaan sosial itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Faktor-faktor keadaan sosial yang mempengaruhi dan menentukan kesadaran sosial ialah geografi, penduduk dan cara produksi dengan peranannya masing-masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Geografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Geografi meliputi unsur-unsur letaknya, bentuknya dan kegunaannya bagi produksi. Dari ketiga unsur itu yang paling penting peranannya dalam mempengaruhi dan ikut menentukan keadaan sosial, serta lebih lanjut mempengaruhi dan menentukan kesadaran sosial adalah unsur kegunaannya bagi produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Geografi yang berbeda dari suatu negeri dan masyarakat, menimbulkan pula perbedaan keadaan sosial serta kesadaran sosial dari negeri dan masyarakat itu dengan keadaaan dan kesadaran sosial dari negeri dan masyarakat lain yang berbeda geografinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan dan perkembangan geografi membawa dan menentukan pula perubahan dan perkembangan keadaan sosial dan lebih lanjut membawa perubahan dan perkembangan kesadaran sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Penduduk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Penduduk mempunyai dan meliputi unsur-unsur jumlah dan kepadatan. Unsur-unsur itu mempengaruhi dan ikut menentukan keadaan sosial yang selanjutnya mempengaruhi dan menentukan kesadaran sosial. Perubahan dan perkembangan penduduk ikut membawa dan menentukan perubahan dan perkembangan keadaan sosial yang lebih lanjut juga membawa perubahan dan perkembangan kesadaran sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perubahan dan perkembangan penduduk berlangsung dalam proses yang lebih cepat daripada proses perubahan dan perkembangan geografi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Cara Produksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Cara produksi terbentuk dan terdiri dari tenaga produktif dan hubungan produksi. Cara produksi adalah faktor yang paling mempengaruhi dan paling menentukan keadaan sosial yang lebih lanjut berarti paling mempengaruhi dan paling menentukan kesadaran sosial. Perubahan dan perkembangan cara produksi membawa dan menentukan pula perubahan dan perkembangan keadaan sosial yang lebih lanjut juga membawa dan menentukan perubahan dan perkembangan kesadaran sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Proses perubahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan perkembangan cara produksi sangat cepat, paling mempengaruhi dan paling menentukan dibanding dengan proses perubahan dan perkembangan geografi dan penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Proses perubahan dan perkembangan cara produksi dimulai dari proses perubahan dan perkembangan tenaga produktif serta ditentukan pada akhirnya oleh perubahan dan perkembangan hubungan produksi. Hubungan produksi menentukan cara produksi. Perubahan dan perkembangan hubungan produksi membawa perubahan dan perkembangan cara produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Inti persoalan hubungan produksi adalah pemilikan atas alat produksi. Sedang inti persoalan pemilikan alat produksi adalah penentuan kedudukan sosial manusia dalam hubungannya antara yang satu dengan yang lain dalam proses produksi, dan lebih lanjut kedudukan sosial itu menentukan kesadaran sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kedudukan sosial manusia sebagai pemilik alat produksi menimbulkan dan menentukan kesadaran sosialnya sebagai pemilik alat produksi untuk mempertahankan pemilikannya atas alat produksi. Sebaliknya, kedudukan sosial manusia sebagai bukan pemilik alat produksi menimbulkan dan menentukan kesadaran sosialnya sebagai bukan pemilik alat produksi untuk anti pada pemilikan atas alat-alat produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Demikian pada hakekatnya keadaan sosial ditentukan oleh hubungan produksi, dan kesadaran sosial ditentukan oleh kedudukan sosial dalam hubungan produksi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kesadaran sosial itu hanya ada dua macam, yaitu kesadaran sosial untuk mempertahankan pemilikan perseorangan atas alat produksi dan kesadaran sosial untuk pemilikan bersama secara kolektif atas alat produksi sebagai milik masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;HUKUM UMUM PERKEMBANGAN MASYARAKAT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hukum umum perkembangan masyarakat adalah suatu hukum yang objektif. Hukum itu timbul dan berlangsung secara objektif didalam masyarakat, diluar kesadaran dan diluar kemauan manusia. Timbul dan terjadinya tidak diciptakan oleh manusia. Berlangsung dan terlaksananya tidak bisa dihindari dan tidak bisa ditolak oleh manusia dan oleh kekuatan apapun. Itu sudah menjadi kepastian sejarah dalam proses perkembangan amsyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hukum perkembangan masyarakat dimulai dari proses kebutuhan hidup manusia yang pokok, yaitu mempertahankan dan melangsungkan hidup dalam proses kehidupan dan perkembangan selanjutnya. Proses itu berlangsung secara objektif dan berlaku sebagai hukum umum perkembangan masyarakat, bahwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kebutuhan hidup manusia yang pokok ialah mempertahankan dan melangsungkan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Untuk bisa mempertahankan dan melangsukan hidup, manusia harus makan, berpakaian dan bertempat tinggal. Itu merupakan syarat dan sebagai kebutuhan hidup yang primer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Untuk bisa memenuhi kebutuhannya yang primer itu, manusia harus bekerja meproduksinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Untuk bisa bekerja memproduksi, manusia harus mempergunakan alat kerja dan ada sasaran kerja. Alat kerja dan sasaran kerja itu merupakan dan disebut sebagai alat produksi. Dalam hal kerja itu juga harus ada atau tersedia tenaga kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tenaga kerja manusia dengan kecakapan dan keahliannya yang didapat dari pengalaman kerjanya beserta alat produksi, merupakan tenaga produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tenaga produktif itu selalu berubah dan berkembang, tidak pernah tinggal diam atau berhenti pada satu saatpun. Tenaga produktif itu merupakan motor dari perkembangan maju masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perkembangan dan perubahan tenaga produktif dimulai pertama-tama dari perubahan dan perkembangan alat kerja, kemudian diikuti dengan perubahan dan perkembangan kecakapan dan keahlian tenaga kerja yang menggunakan alat kerja itu. Tenaga kerja itu merupakan faktor yang terpenting dalam tenaga produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Tenaga produktif selalu menuntut keharusan sesuainya hubungan produksi engan perkembangan dan perubahan tenaga produktif itu pada setiap tingkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi adaah hubungan antara manusia yang satu dengan yang laiin dalam proses produksi. Hubungan produksi itu berlangsung karena untuk memproduksi, manusia tidak cukup hanya dengan menggunakan tenaga kerja sendiri dan alat produksi, tapi masih harus mengadakan hubungan dengan manusia lain yang merupakan dan disebut sebagai hubungan produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi mengandung isi yang pokok, yaitu kedudukan pemilikan atas alat produksi dalam proses produksi itu. Artinya, alat produksi dalam proses produksi itu milik siapa. Milik bersama secara kolektif dari semua manusia dalam hubungan produksi itu, atau milik perseorangan secara sepihak dalam proses produksi itu juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi itu menentukan kwalitas suatu masyarakat. Berubah dan berkembangnya hubungan produksi berarti berubah dan berkembangnya suatu masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi harus selalu sesuai dengan tenaga produktif dalam setiap tingkat perubahan dan perkembangan tenaga produktif itu. Hubungan produksi itu berlangsung diluar kesadaran manusia. Tapi kesadaran manusia tidak berarti pasif. Kesadaran manusia juga mempunyai peranan aktif dalam proses perubahan dan mendorong maju perkembangan hubungan produksi sesuai dengan perkembangan tenaga produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi merupakan bingkai dari tenaga produktif sebagaimana bentuk merupakan bingkai dari isi. Hubungan produksi itu bersifat pasif dalam setiap proses perubahan dan perkembangannya. Sebaliknya, tenaga produktif bersikap aktif dalam setiap proses perubahan dan perkembangannya. Perubahan dan perkembangan hubungan produksi selalu kemudian daripada perubahan dan perkembangan tenaga produktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi yang sudah menjadi sempit bagi perubahan dan perkembangan tenaga produktif, pada akhirnya akan dibongkar dan dihancurkan oleh perkembangan tenaga produktif itu sendiri untuk kemudian diganti dengan hubungan produksi baru yang sesuai dengan perkembangan dn watak tenaga produktif itu. Dengan berubah dan berkembangnya hubungan produksi, berubah dan berkembang pula masyarakatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Keharusan sesuainya hubungan produksi dengan perkembangan tenaga produktif itu merupakan suatu hukum dan yang mendorong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maju perkembangan masyarakat. Itu adalah hukum umum perkembangan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Hubungan produksi dan tenaga produktif merupakan cara produksi, dengan hubungan produksi sebagai faktor yang menentukan cara produksi, sebagaimana hubungan produksi menentukan kwalitet suatu masyarakat. Begitu hubungan produksinya, begitu pula cara produksi dan sistim ekonominya, yang berarti begitu juga kwalitet masyarakatnya. Berubah hubungan produksinya berarti berubah cara produksi dan sistim ekonominya, juga kwalitet masyarakatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;BASIS DAN BANGUNAN ATAS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Basis adalah suatu sistim Ekonomi. Faktor-faktor sistim ekonomi ialah pemilikan alat produksi, distribusi hasil produksi dan pertukaran dari hasil produksi itu. Dari tiga faktor itu yang paling menentukan adalah faktor pemilikan alat produksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Adapun bangunan atas adalah suatu pencerminan dari basis. Bangunan atas berdiri diatas dan karena kekuatan basis. Bangunan atas terdiri dari dua faktor, yaitu faktor ide dan faktor pelaksana atau realisator ide. Dari dua faktor itu, akhirnya yang penting dan menentukan adalah faktor alat pelaksana atau alat ralisator itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Basis menentukan bangunan atas, yaitu menentukan perubahan dan perkembangan bangunan atas. Berubah dan berkembangnya basis, berarti berubah dan berkembangnya bangunan atas. Tapi bangunan atas tidak bersifat pasif. Bangunan atas mempunyai peranan aktif dalam mengubah dan mengembangkan basis itu. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa pengubahan dan perubahan revolusioner basis selalu dimulai dari pengubahan dan perubahan revolusioner bangunan atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pengubahan dan perubahan basis yang selalu dimulai dari pengubahan dan perubahan bangunan atas itu tidak berarti bahwa bangunan atas yang menentukan basis. Tapi tetap basis yang menentukan bangunan atas. Sebab bila pengubahan dan perubahan bangunan atas itu berhenti hanya pada penngubahan dan perubahan bangunan atas itu saja, dan tidak terus ampai pada pengubahan dan perubahan basisi, maka akhirnya bengunan atas yang sudah berubah itu akan kembali sperti semula sesuai dengan basisinya yang belum atau tidak berubah karena tidak diubah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;KLAS DAN PERJUANGAN KLAS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Klas adalah segolongan orang yang mempunyai kedudukan yang sama dalam hubunganya dengan pemilikan alat produksi, mempunyai kepentingan yang sama dan tujuan yang sama pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kedudukan sosial klas sesorang dalam masyarakat ditentukan oleh hubungannya dengan pemilikan alat produksi, yaitu dia sebagai pemilik alat produksi atau sebagai bukan pemilik alat produksi. Mereka yang menduduki sebagai pemilik alat produksi adalah klas parasit yang menghisap dan menindas. Sebaliknya mereka yang menduduki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai bukan pemilik alat produksi adalah klas pekerja atau produsen yang terhisap dan tertindas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Ideologi klas seseorang ditentukan oleh kedudukan dan kepentingan klasnya. Disamping itu juga ditentukan oleh tujuan perjuangan hidupnya. Artinya, ia berjuang untuk apa, untuk siapa, dan untuk kepentingan klas mana. Untuk memiliki dan mempertahankan serta melindungi pemilikan perseorangan atas alat produksi atau untuk menghapuskan pemilikan perseorangan atas alat produksi dan menjadikannya sebagai milik bersama seluruh masyarakat. Mereka yang berjuang untuk yang pertama adalah berideologi klas penghisap dan penindas. Sedang mereka yang berjuang untuk yang kedua adalah berideologi klas buruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kepentingan klas sesorang ditentukan oleh kedudukan klasnya. Klas pemilik alat produksi sebagai klas penghisap dan penindas mempunyai kepentingan untuk mempertahankan dan melindungi pemilikannya atas alat produksi, yang berarti berkepentingan untuk mempertahankan dan melindungi penindasan penghisapannya. Sebaliknya, klas bukan pemilik alat produksi sebagai klas terhisap dan tertindas mempunyai kepentingan untuk menghapuskan kepemilikan perseorangan atas alat produksi, yang berarti berkepentingan untuk menghapuskan penghisapan dan penindasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Klas dalam masyarakat berklas hanya terdapat dua klas yang pokok, yaitu klas pemilik alat produksi sebagai klas penghisap dan penindas, dan klas bukan pemilik alat produksi sebagai klas terhisap dan tertindas. Tapi disamping dua klas yang pokok itu, ada satu klas peralihan, yaitu klas pemilik alat produksi yang sekaligus juga klas pekerja yang terhisap dan tertindas oleh klas pemilik alat produksi yang besar yang menghisap dan menindas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Klas-klas dalam masyarakat lahir sesudah terjadinya perampasan dan pemilikan perseorangan atas alat produksi oleh segolongan kecil manusia yang kuat terhadap segolongan besar manusia yang lemah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Lahirnya klas dalam masyarakat menimbulkan adanya perjuangan klas didalam masyarakat. Perjuangan klas adalah perjuangan untuk membela kepentingan klas dan tujuan klas, atau perjuangan antara dua klas yang kepentingan dan tujuannya bertentangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perjuangan klas antara dua klas yang saling bertentangan kepentingan dan tujuannya itu tidak mengenal kompromi dan tidak bisa dikompromikan, berwatak dan bersifat antagonis. Perjuangan klas itu terus berlangsung dan tidak akan berhenti pada satu saat pun. Hanya bentuk dan sifatnya yang kadang-kadang terbuka dan kaang-kadang tertutup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Perjuangan klas itu akan terus menerus berlangsung, tidak akan berhenti dan tidak akan lenyap selama klas-klas itu sendiri masih ada didalam masyarakat. Berhenti dan lenyapnya perjuangan klas akan bersamaan dengan lenyapnya klas-klas itu dari masyarakat.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Klas-klas itu akan lenyap bila dan pada saat pemilikan perseorangan atas alat produksi lenyap atau hapus dan menjadi pemilikan bersama oleh masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;NEGARA DAN REVOLUSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 50%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara adalah alat suatu klas yang berkuasa untuk menindas dan menguasai klas yang lain untuk mempertahankan dan melindungi kepentingan dan kekuasaan klas yang berkuasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara lahir dalam masyarakat berklas sesudah klas-klas itu sendiri lahir, dan sesudah terjadi pertentangan serta timbul perlawanan dan perjuangan klas. Negara lahir sebagai akibat dari adanya perlawanan dan perjuangan klas tertindas dan terhisap terhadap klas yang menindas dan menghisap, suatu perlawanan yang terus menerus dan tidak teratasi. Untuk bisa mematahkan dan menindas serta mengatasi setiap perlawanan yang timbul dari klas yang tertindas atau dari klas lain, dan untuk menjaga serta melindungi kepentingan dan kekuasaan, serta untuk bisa menegakkan dan mempertahankan kekuasaannya lebih lanjut, klas yang berkuasa memerlukan alat kekuasaan dan kekuatan, dan itu adalah negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Demikian negara lahir sebagai alat kekuasaan dan alat penindas dari klas yang berkuasa terhadap klas lain, dan bukan sebagai alat pendamai dalam pertentangan klas yang berdiri diatas semua klas yang saling bertentangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara sesuai dengan fungsinya, selalu berwatak dan bersifat diktatur dari klas yang berkuasa terhadap klas yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Aparat kekuasaan negara yang utama dan penting serta pokok adalah pemerintah, angkatan bersenjata dan penjara. Ketiga aparat kekuasaan negara itu adalah mutlak dan merupakan hakekat negara. Dan dari ketiganya itu yang paling penting adalah angkatan bersenjata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara sebagai alat kekuasaan berarti alat pelaksana politik atau alat pelaksana ide klas yang berkuasa. Karena itu negara merupakan suatu faktor dari bangunan atas. Dan sebagai bangunan atas, negara lahir dan berdiri diatas basis serta yang melindungi basis itu. Maka watak suatu negara tidak bisa lepas dari watak basisnya atau watak dan kepentingan sistem ekonomi yangberlangsung. Watak dan fungsi tentu sesuai dengan watak dan kepentingan basis atau sistem ekonominya, dan sesuai denga watak serta kepentingan klas yang berkuasa. Tidak bisa lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara sesuai dengan sejarah lahir dan terbentuknya, tidak selamanya ada dan mutlak. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; jaman yang masyarakatnya hidup berlangsung tanpa ada negara, yaitu masyarakat komunal primitif sebagai masyarakat yang tidak berklas karena klas-klas belum lahir atau belum ada dalam masyarakat itu. Karena itu negara pada akhirnya juga akan lenyap dari masyarakat. Akan datang masanya yang masyarakat hidup berlangsung tanpa negara., yaitu masyarakat komunisme sebagai masyarakat yang tidak berklas karena klas-klas sudah lenyap dari masyarakat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Negara pada akhirnya akan lenyap dari masyarakat bersamaan dengan lenyapnya klas-klas dari masyarakat itu pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi adalah perebutan dan pergantian kekuasaan dari klas yang berkuasa kepada klas lain yang lebih maju. Dengan begitu pergantian kekuasaan kepada klas lain yang reaksioner adalah bukan revolusi, tapi kontra revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi mempunyai tiga sasaran utama, yaitu politik, ekonomi dan kebudayaan. Itu berarti revolusi yang pertama-tama ditujukan untuk merebut dan mengganti kekuasaan negara. Segera sesudah itu berhasil, harus segera merebut dan mengoper kekuasaan atas alat produksi. Kemudian sesudah kekuasaan itu mantap dan terkonsolidasi kuat, lalu merombak kebudayaan lama dengan segala sisa-sisanya untuk memenangkan dan mendominasi kebudayaan baru, kebudayaan klas yang berevolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi yang sudah berhasil merebut dan mengganti kekuasaan negara, tapi tidak diteruskan untuk merebut dan mengoper kekuasaan atas alat produksi, akan berarti revolusi itu hanya dalam bentuk, dan tidak sampai pada isinya. Revolusi yang demikian, pada hakekatnya dan pada akhirnya adalah revolusi yang gagal. Sebab hakekat suatu revolusi adalah merebut dan mengoper kekuasaan atas alat produksi untuk merombak sistem ekonomi yang lama dan menggantinya dengan sistem ekonomi yang baru dari klas yang berevolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi di lapangan politik berarti merebut dan mengganti kekuasaan negara, merombak aparatnya yang lama dan menggantinya dengan aparat yang baru sebagai aparat revolusi, yaitu aparat yang sesuai dan untuk melaksanakan tujuan revolusi. Dan tujuan revolusi berarti tujuan klas yang berevolusi, yaitu klas yang merebut dan mengganti kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi di lapangan ekonomi berarti merebut dan mengoper kekuasaan atas alat produksi. Merombak hubungan produksi yang lama dan menggantinya dengan hubungan produksi yang baru dari klas yang berevolusi, yang berarti merombak sistem ekonomi yang lama dan menggantinya dengan sistem ekonomi yang baru dari klas yang berevolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi di lapangan kebudayaan berarti melawan dan merombak kebiasaan dan cara berfikir yang lama dan menggantinya dengan kebiasaan dan cara berfikir yang baru dari klas yang berevolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi di lapangan politik tanpa merombak aparat yang lama dan menggantinya dengan aparat yang baru, aparat revolusi dari klas yang berevolusi, akan menghambat dan bisa membelokkan jalannya revolusi dari arah tujuan revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi di lapangan ekonomi tanpa merombak hubungan produksi dan sistem ekonomi yang lama untuk menggantinya dengan hubungan produksi dan sistem ekonomi yang baru dari klas yang berevolusi, akan tidak ada artinya bagi tujuan revolusi, yang berarti gagal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi di lapangan politik dan ekonomi tanpa dilanjutkan atau tanpa revolusi di lapangan kebudayaan, akan bisa menyelewengkan jalannya revolusi dari arah dan tujuan revolusi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi-revolusi yang sudah terjadi dalam sejarah, bisa dibagi dalam dua kategori pokok, yaitu revolusi proletar atau revolusi sosialis dan revolusi -revolusi sebelumnya. Dua kategori pokok revolusi itu mempunyai perbedaan besar dan prinsip pada watak dan sifat serta tujuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi proletar atau revolusi sosialis adalah revolusinya klas bukan pemilik alat produksi atau revolusinya klas yang tertindas dan terhisap, yaitu revolusinya klas buruh atau klas pekerja terhadap klas pemilik alat alat produksi atau klas penghisap. Sedang revolusi - revolusi sebelumnya, revolusi - revolusi sebelum revolusi proletar atau sebelum revolusi sosialis adalah revolusinya klas -klas pemilik alat produksi atau klas penghisap terhadap klas lain, atau terhadap klas pemilik alat produksi atau klas penghisap yang lama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi proletar atau revolusi sosialis bertujuan untuk menghancurkan sistem ekonomi dan masyarakat penghisapan dan menggantinya dengan sistim ekonomi dan masyarakat sosialis, yaitu sistim ekonomi dan masyarakat kolektif tanpa penghisapan. Sedang revolusi - revolusi sebelumnya bertujuan untuk mengganti sistim ekonomi dan masyarakat penghisapan yang lama dengan sistim ekonomi dan masyarakat penghisapan yang baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi proletar atau revolusi sosialis betugas untuk membangun sistim ekonomi dan masyarakat yang sama sekali baru, yang belum terkandung atau belum tumbuh dalam sistim ekonomi dan masyarakat yang lama yang digantinya. Sedang revolusi - revolusi sebelumnya bertugas membangun atau menegakan sistim ekonomi yang sudah terkandung atu sudah tumbuh didalam sistim ekonomi dan masyarakat yang lama yang diganti. Dengan begitu, revolusi-revolusi sebelum revolusi proletar atau sebelum revolusi sosialis berarti tidak membangun sistim ekonomi yang sama sekali baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi Proletar atau revolusi sosialis dan revolusi-revolusi sebelumnya yang watak, sifat dan tujuannya saling berbeda secara prinsip itu, berbeda pula praktek berlangsungnya, pelaksanaannya dan penegakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi proletar atau revolusi sosialis berlangsung sampai pada penumbangan sistim ekonomi dan masyarakat yang lama beserta akar-akarnya. Pelaksanaan dan penegakannya harus dengan aparat yang baru yang bersih dari watak dan sifat-sifat lama. Sedang revolusi-revolusi sebelumnya, berlangsung sampai berlaku dan berkuasanya sistim ekonomi dan masyarakat baru dengan masih bisa membiarkan atau meneruskan berlakukanya sisa-sisa sistim ekonomi dan masyarakat lama didalam sistim ekonomi dan masyarakat baru. Pelaksanaan dan penegakannya bisa pula menggunakan atau dengan aparat-aparat lama yang masih membawa watak dan sifat-sifat lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi proletar atau revolusi sosialis membangun sistim ekonomi dan masyarakat yang sama sekali baru. Karena itu, didalamnya akan berlangsung kontradiksi atau pertentangan yang makin menajam antara watak dan fikiran-fikiran lama, atau antara ideologi baru dengan ideologi lama yang ditumbangkan, yang sisa-sisanya masih berusaha untuk berkuasa kembali. Watak dan fikiran atau ideologi yang baru dan yang lama itu tidak bisa saling berintegrasi atau tidak bisa diintegrasikan, dan kontradiksi atau pertentangannya tidak bisa dikompromikan. Sedang revolusi-revolusi sebelum revolusi proletar atau sebelum revolusi sosialis membangun sistim ekonomi dan masyarakat yang tidak sama sekali baru. Karena itu didalamnya tidak akan berlangsung kontradiksi atau pertentangan yang makin menajam antara watak dan fikiran atau ideologi yang lama. Tapi kontradiksi atau pertentangan antara keduanya itu akan melunak dan bisa dikompromikan serta bisa saling berintegrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi-revolusi itu menjadi matang dan berlangsung atau terjadi dengan melalui syarat-syarat dalam proses krisis revolusioner. Tanda-tanda atau ciri-ciri dari krisis revolusioner itu ialah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; rakyat sudah tidak puas dan tidak mau dengan keadaan yang lama yang sedang berlangsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; rakyat sudah berani dan sudah bertindak menentang dan melawan keadaan itu, baik secara bersama atau terorganisasi maupun secara sendiri-sendiri yang "anarchis".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Klas atau pemerintah yang berkuasa sudah tidak mampu mengatasi keadaan dan tidak mampu membuat jalan keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Symbol;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Klas yang baru sudah siap dan sudah mampu untuk menggangti kekuasaan lama, serta sudah siap tampil kedepan memimpin dan mampu melaksanakan kepemimpinan dalam perlawanan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rakyat terhadap kekuasaan klas atau kekuasaan pemerintah lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 50%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 50%;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Revolusi adalah perlawanan besar dan menyeluruh dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rakyat terhadap kekuasaan klas atau pemerintah lama yang proses kematangannya dimulai dari perlawanan-perlawanan yang kecil-kecil dan terpisah-pisah. Revolusi selalu berlangsung dengan perlawanan dan kekerasan. Tidak ada revolusi yang berlangsung secara damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;PERANAN &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;MASSA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; DAN PIMPINAN DALAM SEJARAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; adalah segolongan besar manusia dalam masyarakat yang mempunyai ikatan atau persamaan kepentingan tertentu. &lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt; disini berarti &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pekerja atau rakyat pekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; rakyat pekerja adalah pencipta sejarah. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rakyat pekerja adalah kaum produsen. Sejarah masyarakat adalah sejarah dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rakyat pekerja. Sejarah adalah sejarah dari kaum produsen, dan bukan sejarah dari para pimpinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; rakyat pekerja adalah juga pelaksana dan realisator ide-ide masyarakat. Tanpa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rakyat pekerja tidak akan ada ide-ide masyarakat atau ide-ide sosial yang bisa dilaksanakan atau direalisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; rakyat pekerja hidup dan menghidupi serta menentukan jalan hidup dan kehidupan mereka sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Massa&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt; dalam hidup dan kehidupannya memerlukan dan mempunyai pimpinan yang lahir dari antara mereka dan mereka tentukan sendiri. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; melahirkan dan menentukan pimpinan, dan bukan sebaliknya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bukan semacam domba yang hanya menurut kemana gembalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan adalah orang yang menjadi poros dalam hidup dan kehidupan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, Pimpinan menjadi pedoman dalam menempuh jalan hidup dan kehidupan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan adalah satu dengan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; dan lahir dari antara &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu sendiri. Pimpinan adalah juga &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, tapi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang paling menonjol diantara mereka dan mempunyai banyak kelebihan dari yang lain, baik dalam hidup dan kehidupan, maupun dalam menempuh jalan hidup dan kehidupan itu, serta dalam mencapai kepentingan bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kemenonjolan dan kelebihan pimpinan ialah, bahwa pimpinan dalam hal itu memiliki syarat-syarat "serba paling", yaitu paling berpengaruh, paling jauh pandangannya, paling berani, dsb. Sesuai dengan dasar kebutuhan dan kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan merupakan peresan dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan cermin dari hidup dan kehidupan massanya. Pimpinan merupakan wakil dan pembawa kepentingan, perasaan dan fikiran &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang dipimpinnya. Pimpinan yang sudah menyeleweng dan sudah tidak mewakili atau sudah tidak membawa kepentingan, perasaan dan fikiran massanya, akan ditinggalkan dan akan diganti dengan pimpinan yang baru oleh massanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan lahir dari &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; serta hidup dan besar dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pimpinan akan terus diikuti oleh &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; selama dia mewakili dan membawa kepentingan, perasaan dan fikiran massanya. Sebaliknya, pimpinan akan jatuh dan tenggelam ditengah-tengah &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; serta ditentang oleh &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; dan lenyap dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bila dia sudah tidak lagi mewakili dan membawa kepentingan, perasaan dan fikiran massanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah satu. Tidak bisa dipisah-pisahkan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; memerlukan pimpinan dalam hidup dan kehidupannya, serta dalam menempuh jalan hidup dan kehidupannya itu, juga dalam mencapai kepentingannya. Sebaliknya, pimpinan tidak bisa lahir dan tidak bisa hidup tanpa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pimpinan tanpa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tidak akan bisa berbuat apa-apa, dan tidak ada artinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Pimpinan hidup satu dengan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; dan ditengah-tengah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pimpinan mengerti kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, mendengarkan suara &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, memperhatikan perasaan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, mempelajari fikiran dan pendapat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Lalu menyimpulkan suara, perasaan, fikiran dan pendapat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu. Kemudian menjadikan kesimpulan itu sebagai garis pimpinan yang sesuai dengan kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, dan untuk mencapai kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Selanjutnya mengembalikan garis pimpinan itu kepada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk dilaksanakan dan direalisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kesimpulan dan garis pimpinan yang tepat sesuai dengan kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; dan sesuai dengan perasaan serta fikiran &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, akan mampu memobilisasi kekuatan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk melaksanakan dan merealisasinya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah inspirator dan realisator serta penguji dari ketepatan garis pimpinan. Dengan begitu, kesimpulan dan garis pimpinan adalah berasal dari &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, kembali kepada &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, dilaksanakan dan direalisasikan oleh &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;, serta untuk kepentingan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Maka pada akhirnya masalah yang menentukan, dan bukan pimpinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Kepentingan, perasaan dan fikiran &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; merupakan garis &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Dan garis &lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt; itu menentukan serta menjadi garis pimpinan, yang pada pelaksanaan dan realisasinya kembali berakhir kepada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang menentukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;Demikian peranan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan pimpinan dalam sejarah perkembangan masyarakat. Pimpinan yang menunjukkan arah dan jalannya, sedang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang menentukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: &amp;quot;Monotype Sorts&amp;quot;;" lang="EN-AU"&gt;&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;span style=""&gt;O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-AU"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-5588466137644486895?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/5588466137644486895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=5588466137644486895' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/5588466137644486895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/5588466137644486895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/02/kursus-politik-pkcpmii-jabar-2003.html' title='KURSUS POLITIK PKC.PMII JABAR 2003'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-483406096970073035</id><published>2008-02-28T00:06:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T00:08:48.473-08:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN NIKAH</title><content type='html'>1. &lt;span ms=""   style="font-family:trebuchet;color:blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih &amp;amp; sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih &amp;amp; sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih &amp;amp; sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih &amp;amp; sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya" (HR. Abu Sa'id)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;hr   width="95%" style="font-size:78%;color:gold;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span ms=""   style="font-family:trebuchet;color:red;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span ms=""   style="font-family:trebuchet;color:red;"&gt;&lt;i&gt;"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)" (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (Ar-Ruum 21) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (An Nuur 32) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah" (Adz Dzariyaat 49) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk" (Al-Isra 32)  &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya" (Al-A'raf 189) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)" (An-Nur 26) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan" ( An Nisaa : 4) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" (HR. Tirmidzi) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan" (Al Hadits) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya" (HR. Bukhori-Muslim) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya" (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra). &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan" (Al Hadits) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah" (HR. Muslim)  &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas" (H.R. At-Turmidzi) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain" (Al Hadits) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya" (Al Hadits) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram" (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara" (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak" (HR. Abu Dawud) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain" (HR. Abdurrazak dan Baihaqi) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang" (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat" (HR. Ibnu Majah,dhaif) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka" (Al Hadits) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya" (HR. Thabrani) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama" (HR. Ibnu Majah) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama" (HR. Muslim dan Tirmidzi) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-483406096970073035?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/483406096970073035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=483406096970073035' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/483406096970073035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/483406096970073035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/02/keutamaan-nikah.html' title='KEUTAMAAN NIKAH'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-6525007624581951724</id><published>2008-02-27T23:57:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T00:01:02.320-08:00</updated><title type='text'>INI KAYAKNYA T2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZqG5i1suI/AAAAAAAAABo/qrU-uxeLRLg/s1600-h/cewek+ngetop.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZqG5i1suI/AAAAAAAAABo/qrU-uxeLRLg/s320/cewek+ngetop.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171937888840299234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa nih numpang mejeng di delet jangan yah???????????????????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-6525007624581951724?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/6525007624581951724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=6525007624581951724' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6525007624581951724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/6525007624581951724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/02/ini-kayaknya-t2.html' title='INI KAYAKNYA T2'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZqG5i1suI/AAAAAAAAABo/qrU-uxeLRLg/s72-c/cewek+ngetop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-3681681853520355005</id><published>2008-02-27T23:44:00.001-08:00</published><updated>2008-02-27T23:51:33.874-08:00</updated><title type='text'>KASIH KOMENTAR BOS!!!!!!!!!!!!!!!!</title><content type='html'>RAJA BOKEP ; ARMAN KASIH KOMENTAR ATAU LU NGISI DONG!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISNI AYO DONG.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIRI JANGAN CEMBERUT MULU NATI CEPET TUA.....................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUPERVISOR DAPUR (RAIS) GAJI CEPET AMBIL NANTI GAK KEBAGIAN.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YADI; AWAS KETINGGALAN BEKAS OBAT KUAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHMAT; JANGAN ADA YANG MINTA KALO LAGI MAKAN.............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO...................AYO DIOBRAL DI OBRAL&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-3681681853520355005?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/3681681853520355005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=3681681853520355005' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/3681681853520355005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/3681681853520355005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/02/kasih-komentar-bos.html' title='KASIH KOMENTAR BOS!!!!!!!!!!!!!!!!'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-779814383449522500</id><published>2008-02-27T23:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T23:43:21.534-08:00</updated><title type='text'>IMAM AL GHOZALI</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Adab Pernikahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p&gt;ntuk menggalakkan pernikahan, Allah s.w.t telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan kahwinkanlah orang bersendirian (belum kahwin) di antara kamu”&lt;/em&gt; (QS an-Nur: 32)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ayat di atas menunjukkan suatu perintah ke atas orang yang belum pernah berkahwin supaya berkahwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya yang lain:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Maka janganlah kamu menghalang-halangi wanita-wanita untuk berkahwin semula dengan suami-suami mereka.”&lt;/em&gt; (al-Baqarah: 232)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ayat yang tersebut di atas pula melarang untuk menghalang wanita-wanita yang diceraikan oleh suami-suami mereka untuk kembali berkahwin semula dengan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian Allah s.w.t. telah berfirman lagi dalam menghuraikan sifat-sifat para Rasul dan memuji sikap mereka:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan kami (Allah) sunguh-sungguh telah mengutus beberapa Rasul sebelum engkau dan Kami menjadikan untuk mereka isteri-isteri dan keturunan.”&lt;/em&gt; (QS. ar-Ra’ad: 38)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah s.w.t. telah menyebutkan yang demikian itu untuk menunjukkan tanda limpahan kurniaNya serta melahirkan kelebihanNya. Kemudian Allah s.w.t juga memuji para waliNya dengan suatu permohonan dalam bentuk doa sebagaimana firmanNya:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan orang-orang yang berkata: Wahai Tuhan Kami! Kurniakanlah Kami dari isteri-isteri dan keturunan kami cahayamata kami.”&lt;/em&gt; (QS al-Furqan: 74)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara Hadis pula, sabda Rasulullah s.a.w.:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Nikah itu adalah sunnatku, maka barangsiapa yang benci kepada sunnatku, niscaya telah membenci aku.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sabdanya lagi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa yang mampu untuk berumahtangga, maka hendaklah ia berkahwin kerana yang demikian itu dapat memelihara mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa kerana puasa itu adalah dapat menahan keinginan (hawa nafsu).”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadis ini jelas menunjukkan bahwa sebab digalakkan berkahwin itu supaya terhindar dari kecelakaan yang mungkin dilakukan oleh mata dan kemaluan. Sebab itulah bagi orang yang tak mampu pula digalakkan supaya berpuasa, kerana puasa itu akan melemahkan anggota seks.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah (s.a.w) bersabda lagi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika yang datang meminang kepada kamu orang yang kamu percaya tentang agamanya dan amanatnya, maka sebaik-baiknya kamu mengahwinkannya saja. Jika tidak, dikhuatiri akan berlaku fitnah di atas muka bumi dan kecelakaan yang besar.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hadis ini juga menunjukkan sebab mengapa perkahwinan itu harus digalakkan kerana ditakuti berlaku perkara yang tak baik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bersabda Rasulullah s.a.w:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Setiap amalan anak Adam akan terputus melainkan tiga saja (salah satunya) anak yang saleh mendoakannya.”*&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;_______________________&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* Demikianlah bunyi Hadis itu dalam kitab Ihya Ulumiddin. Tetapi&lt;br /&gt;yang saya hafal nasnya adalah seperti berikut: Jika mati anak Adam&lt;br /&gt;terputuslah amalannya melainkan tiga perkara: Ilmu yang boleh dimanfaatkan, sedekah jariah (yang manfaatnya terus-menerus) serta anak yang saleh yang mendoakannya (dengan yang baik).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anak tidak akan terhasil, melainkan dengan berkahwin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun yang mengenai atsar pula, maka telah berkata Ibnu Abbas r.a.: Tidak sempurna ibadat orang yang beribadat sehingga ia berkahwin. Mungkin sekali Ibnu Abbas telah menjadikan syarat berkahwin itu sebagai sebahagian dari ibadat atau sebagai menyempurnakan ibadat ataupun barangkali beliau bermaksud bahwa hati seseorang itu tidak dapat mengalahkan syahwat melainkan dengan berkahwin dan ibadat pula tidak akan sempurna melainkan dengan ketetapan dan ketanangan hati. Ibnu Abbas selalu mengumpulkan anak-anak buahnya bila mereka telah menginjak alam dewasa seraya berkata kepada mereka: Kamu sekalian telah dewasa. Kalau kamu sekalian ingin berkahwin, aku bersedia untuk mengahwinkan kamu. Sebab seorang hamba itu telah berzina akan tercabutlah cahayan keimanan dari hatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun faedah-faedah perkahwinan ada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; iaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(1) Mendapat anak&lt;br /&gt;(2) Mematahkan syahwat&lt;br /&gt;(3) Mentadbirkan rumahtangga&lt;br /&gt;(4) Membiakkan keluarga&lt;br /&gt;(5) Menggiatkan diri untuk memenuhi keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan bila memilih jodoh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal-hal baik harus diperhatikan untuk mencapai kehidupan yang&lt;br /&gt;tenteram yang berkaitan dengan persoalan waita supaya ikatan perkahwinan menjadi kekal serta tujuan-tujuan yang baik dari perkahwinan itu akan tercapai ialah delapan perkara:&lt;br /&gt;(1) Agama&lt;br /&gt;(2) Kelakuan&lt;br /&gt;(3) Kecantikan&lt;br /&gt;(4) Ringan maskahwin&lt;br /&gt;(5) Boleh melahirkan anak (tidak mandul)&lt;br /&gt;(6) Perawan&lt;br /&gt;(7) Keturunan baik&lt;br /&gt;(8) Bukan keluarga yang dekat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berikut keterangan lanjut mengenai perkara-perkara ini secara satu&lt;br /&gt;persatu:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah isteri itu seorang yang saleh dan berpegang teguh kepada agama. Inilah tujuan utama perkahwinan yang harus diambil berat. Sebab sekiranya isteri itu lemah agamanya, bagaimana dapat ia memelihara diri dan marwahnya. Kalaulah berlaku sesuatu kecemaran yang menyentuh kehormatan dirinya, tentulah muka suami akan terconteng arang, sedang hatinya akan tergoda oleh perasaan cemburu, makalah kehidupannya ketika itu akan menjadi sempit. Kemudian jika si suami mengikutkan kata hati yang penuh dengan cemburu itu, tentulah akan porak-peranda seluruh kehidupannya, dan jika dia mengambil sikap mempermudahkan tentang perkara yang berlaku, tentulah dia akan dituduh mengambil sikap enteng saja tentang agama dan marwahnya, dan akan dituduh sebagai suami yang &lt;em&gt;dayus&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Walhasil si suami akan berada dalam keadaan yang serba-salah sekali. Demikian pula sifat wanita yang rosak agamanya akan sering&lt;br /&gt;mempermain-mainkan harta benda suaminya atau sebagainya, sehingga hidup si suami dengannya akan sentiasa kurang tenteram. Jika suami terus mendiamkan diri dan tidak melarang kelakuannya, niscaya ia menjadi kongsi dalam maksiat dengan isterinya dan berarti menentang firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Peliharalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(at-Tahrim: 6)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika si suami menegah si isteri dan melarang kemahuannya akan&lt;br /&gt;timbul pula pertengkaran sehingga boleh memendekkan umur si suami. Sebab itulah Rasulullah s.a.w sangat-sangat menggalakkan dan meransang supaya memilih wanita yang kukuh agamanya. Baginda (SAW) bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Wanita itu dikahwini kerana hartanya atau kecantikannya, keturunannya atau agamanya, maka hendaklah anda memilih yang mempunyai agama yang kukuh, niscaya anda akan bernasib baik.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Baik budi pekertinya, sebab jika isteri itu banyak mulutnya, lidahnya suka menyebut kata-kata yang rendah, suka mengingkari nikmat, niscaya akan lahir daripadanya lebih banyak bahaya daripada manfaat. Kesabaran atas lidah kaum wanita seumpama ini adalah suatu cubaan yang biasanya dicubakan oleh Allah ke tasa para aulianya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketiga:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Manis atau cantik rupanya; ini juga sering dituntut oleh orang kerana dengannya akan terpelihara diri dari mencari yang lain, sebab tabiat manusia biasanya tiada puas dengan isteri yang buruk rupa. Apa yang kami sebutkan supaya memilih yang teguh agamanya bukanlah berarti melarang memilih yang cantik rupanya, bahkan yang dilarang ialah memilih yang cantik semata-mata tanpa mementingkan perkara agama. Sebab biasanya wanita yang cantik itu menarik orang kepada perkahwinan, sedangkan urusan keagamaannya sering diletakkan di belakang saja. Jadi anjuran untuk memilih isteri yang cantik itu untuk menjaga rumahtangga menjadi rukun dan damai. Malah syariat sering mementingkan supaya memerhatikan sebab-sebab kerukunan rumahtangga antara suami dan isteri, kerana itulah disunnatkan melihat bakal isteri sebelum berkahwin, sebagai mana sabda Rasulullah (SAW):&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila Allah telah mentakdirkan cinta dalam diri seseorang&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dari kamu, hendaklah dia melihat kepadanya (wanita) kerana yang demikian itu lebih terjamin untuk mengeratkan perhubungan antara keduanya.”&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setengah para ahli wara’ tidak akan mengahwinkan anak-anak&lt;br /&gt;perempuan mereka melainkan setelah dilihat oleh calon-calon suaminya untuk memelihara diri dari tuduhan menipu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkata al-A’masy: Semua perkahwinan dijalankan tanpa diberi&lt;br /&gt;peluang kepada calon suami untuk melihat terlebih dulu akan berkesudahan dengan kesusahan dan kekesalan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pernah diriwayatkan, seorang lelaki berkahwin dalam zaman&lt;br /&gt;Khalifah Umar Ibnul-Khattab r.a. Orang ini mengecat rambutnya yang beruban itu sehingga kelihatan sebagai seorang anak muda. Apabila ternyata perkara itu kemudiannya, keluarga si isteri pun mengadu kepada khalifah Umar, kata mereka: Kita menyangka ia seorang anak muda. Maka oleh Umar dipukulnya orang itu sehingga ia mengaduh. Khalifah berkata: Engkau telah menipu keluarga isterimu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penipuan serupa itu boleh berlaku pada perkara kecantikan dan&lt;br /&gt;budi pekerti. Maka sewajarnyalah dilenyapkan tipu daya dalam kecantikan itu dengan diberi tontonan terlebih dulu. Dalam akhlak dan budi pekerti pula, dapat diketahui dengan ditanyakan kepada orang lain ataupun dengan menyaksikan sendiri orangnya. Dan janganlah seseorang itu berani menceritakan kelakuan orang lain, melainkan ia memang benar-benar seorang bijaksana dan mengetahui selok-belok orang yang diceritakan itu secara lahir dan batin, tidak cenderung kepadanya lalu dipuji secara berlebih-lebihan, dan tidak pula membenci sehingga ia mencacinya dan mengatakan yang bukan-bukan. Sebenarnya memang sukar sekali ditemui seorang orang menikmati syarat-syarat ini, dan biasanya amat jarang pula seseorang itu dapat bercakap benar dalam perkara serupa ini, malah kebohongan dan pengeliruan sering melanda suasana ini. Maka seyogyanyalah bagi orang yang ingin menjaga diri, haruslah berhati-hati dalam perkara seumpama ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keempat:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah maskahwin si isteri tidak memberatkan kerana memang dilarang oleh agama untuk memahal-mahalkan maskahwin. Setengah para sahabat berkahwin dengan maskahwinnya emas seberat biji kurma yang dianggarkan berharga tidak lebih dari dari lima dirham. Saib Ibnul-Musaiyab mengahwinkan puterinya kepada Abu Hurairaah r.a dengan maskahwinnya sebanyak dua dirham saja, kemudian dia pun menghantarkan puterinya itu kepada Abu Hurairah pada malam itu juga dan setelah diserahkannya di rumah Abu Hurairah lalu dia kembali, Said tidak kembali lagi ke rumah Abu Hurairah itu melainkan setelah berlalu tujuh hari untuk bertanyakan khabar saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada sebuah Hadis yang mengatakan bahwa antara keberkahan seorang wanita ialah melekaskan perkahwinannnya sehingga ia dapat melahirkan anak dan ringan pula maskahwinnya. Sebagaimana makruh hukumnya memahalkan maskahwin wanita ke atas lelaki, demikian pula makruh hukumnya bertanyakan harta kekayaan wanita oleh lelaki. Tidak sewajarnyalah bagi lelaki untuk menikahi seorang wanita, kerana tamak pada harta kekayaannya semata-mata. Jika lelaki memberikan hadiah kepada keluarga siwanita, maka janganlah ia mengharapkan balasan dari pihak wanita dengan hadiah-hadiah yang lebih banyak lagi. Demikianlah pula halnya dengan pihak wanita, kerana niat menginginkan balasan adalah suatu niat yang tidak baik, dan termasuk ke dalam larangan maksud ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Janganlah engkau memberikan lantaran menginginkan balasan yang&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;lebih banyak.”&lt;/em&gt;&lt;/i&gt; (QS al-Muddatstsir: 6)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kelima:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah ia mengetahui, bahwasanya si wanita itu boleh melahirkan anak, kiranya diketahui kemandulannya, maka hendaklah ia menahan diri dari berkahwin dengannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keenam:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah wanita itu seorang gadis. Berkata Rasulullah s.a.w. kepada Jabir yang baru menikahi seorang janda: &lt;em&gt;“Mengapa tidak menikahi si gadis yang boleh engkau bergurau senda denganmu.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketujuh:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah wanita itu dari golongan keturunan yang baik, maksudnya dari kaum yang terkenal menjaga urusan agamanya dan termasyhur dengan perjalanannya yang lurus. Sebab wanita dari rumahtangga yang seumpama itu akan memelihara dan mendidik putera-puterinya pada jalan yang diredhai oleh Allah dan RasulNya. Andaikata ia seorang yang tidak berpendidikan bagaimana ia dapat mendidik dan memelihara anak-anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam sebuah Hadis: &lt;em&gt;“Pilih-pilihlah tempat meletakkan air mani kamu, kerana urat itu beradu.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedelapan:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah wanita itu bukan dari kerabat yang dekat, sebab yang demikian itu akan mengurangkan syahwat, sedangkan itu merupakan perkara utama yang menarik kepada wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tugas Wali&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang wali harus memerhati dan meneliti kelakuan dan geraklaku calon suami, jangan sampai mengahwinkan puterinya kepada seorang lelaki yang cacat atau buruk budi pekertinya, ataupun lemah agamanya. Begitu juga seorang lelaki yang tidak mempunyai tanggungjawab, ataupun yang tidak sekutu dengan kedudukannya. Apabila ia mengahwinkan puterinya dengan seorang zalim atau fasik atau yang lemah agamanya atau peminum arak, maka ia telah melanggar printah agamanya dan ketika itu akan terdedahlah kepada kemurkaan Allah Ta’ala kerana ia telah mencuaikan persoalan silatur-rahmi (perhubungan tali kerabat) dan telah memilih jalan yang salah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang ayah telah datang meminta nasihat kepada al-Hasan,&lt;br /&gt;katang: Telah banyak orang yang datang meminangi puteriku, tetapi aku tak tahu siapa yang harus kukahwinkan dia. Berkata al-Hasan: Kahwinkanlah puterimu itu dengan orang yang banyak taqwanya kepada Allah. Andaikata suaminya membencinya, niscaya tiada dianiayainya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;ADAB PERGAULAN SUAMI-ISTERI SEJAK PERKAHWINAN&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kewajiban suami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai seorang suami, dia harus memelihara kesederhanaan dan&lt;br /&gt;kesopanan dalam dua belas perkara iaitu:&lt;br /&gt;(1) Walimatul’urus (undangan perkahwinan)&lt;br /&gt;(2) Pergaulan&lt;br /&gt;(3) Bersenda-gurauan&lt;br /&gt;(4) Pimpinan&lt;br /&gt;(5) Kecemburuan&lt;br /&gt;(6) Pemberian Nafkah&lt;br /&gt;(7) Pengajaran&lt;br /&gt;(8) Pembahagian (kalau isteri lebih dari satu)&lt;br /&gt;(9) Pendidikan sewaktu berlaku penyelewengan&lt;br /&gt;(10) Persetubuhan&lt;br /&gt;(11) Kelahiran anak&lt;br /&gt;(12) Perceraian dengan talaq&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Mengadakan walimah atau undangan adalah sunnat hukumnya. Berkata Anas r.a.: Apabila Rasulullah s.a.w melihat tanda inai pada Abdul Rahman bin Auf r.a., baginda (SAW) bertanya: &lt;em&gt;“Apa ini?”&lt;/em&gt; Abdul Rahman menjawab: Saya telah menikmati seorang wanita dengan maskahwin emas seberat biji kurma. Maka Rasulullah s.a.w pun mendoakan bagi Abdul Rahman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Moga-moga Allah memberkati anda! Adakanlah walimah, walaupun dengan makan roti dan kurma.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain itu sunnat memberikan &lt;em&gt;&lt;b&gt;tahniah&lt;/b&gt;&lt;/em&gt; (ucapan selamat pengantin baru) kepada orang yang baru berkahwin. Seorang yang berjumpa dengan pengantin lelaki mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Moga-moga Allah memberikan keberkahan kepadamu dan keberkahan untukmu dan menghimpunkan kamu berdua dalam kebaikan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sunnat juga meng&lt;em&gt;isytihar&lt;/em&gt;kan perkahwinan kepada orang ramai supaya diketahui. Bersabda Rasulullah (SAW):&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Yang memisahkan antara yang halal dengan yang haram ialah bunyi-bunyian rebana dan nyanyian.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Memelihara pergaulan yang baik dengan isteri-isteri serta menanggung segala keburukan yang mungkin berlaku daripada mereka sebagai menunjukkan tanda belas kasihan terhadap mereka itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik.”&lt;/em&gt; (QS an-Nisa’: 183)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah telah berfirman lagi pada menyatakan kebesaran hak mereka ke atas suami:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan mereka sekalian (isteri-isteri) telah mengambil suatu perjanjian yang berat daripada kamu.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(QS an-Nisa’: 20)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;FirmanNya lagi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan teman yang di samping.”&lt;/em&gt; (QS an-Nisa’: 36)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setengah para mufassirin mengartikan ayat ini dengan isteri yang sering berada di samping suami sepanjang masa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maksud memperbaiki pergaulan dengan isteri-isteri itu bukanlah dengan semata-mata menahan diri dari menimpakan ke atas mereka sesuatu yang tiada diingininya, malah menanggung segala yang tiada menyenangkan yang mungkin timbul dari mereka, serta bersifat sabar dan tabah untuk menghadapi segala sikap kurang pertimbangan dan kemarahan mereka. Ini adalah untuk menurut jejak langkah Rasulullah s.a.w. kerana isteri-ister Rasul (SAW) sendiri kadang-kadang melakukan sesuatu yang tiada menyenangkan hati Rasulullah s.a.w dan ada pula yang merajuk meninggalkan baginda sampai sehari suntuk hingga ke malam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketiga:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Hendaklah suami menambah atas sikap kurang pertimbangan dari isteri itu dengan bersenda gurau, memuji-muji serta bermain-main dengannya, kerana semua itu akan melembutkan hati kaum wanita. Rasulullah s.a.w seringkali bersenda gurau dengan isteri-isterinya dan menuruti kehendak-kehendak mereka, sesuai dengan kadar akal fikiran mereka dalam segala macam perbuatan dan perilakunya. Sekali peristiwa pernah baginda Rasul (SAW) mengajak Siti Aisyah r.a. melihat permainan orang-orang habsyi di kawasan masjid dan berdirilah baginda di situ menemaninya sebegitu lama sehingga baginda berkata: &lt;em&gt;“Sudah puas?”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bersabda Rasulullah s.a.w.:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik sekali terhadap isterinya dan aku adalah orang yang terbaik sekali di antar kamu terhadap isteriku.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkata Rasulullah s.a.w kepada Jabir:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mengapa tidak perawan yang boleh engkau bermain-main dengannya dan ia bermain-main denganmu?”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang wanita dusun telah mensifatkan suaminya yang telah meninggal dunia dengan berkata: Demi Allah, sebenarnya suamiku itu seorang yang sering ketawa ketika di rumah, pendiam ketika di luar rumah, ia makan apa saja yang aku hidangkan (tidak cerewet), tidak pernah bertanya bila sesuatu tidak ada.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kewajiban suami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keempat:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Janganlah sang suami melampaui batas dalam persenda-gurauannya dengan isteri, ataupun bersikap terlampau baik sekali sehingga isteri naik muka dengan memaksa suami menurutkan segala kehendak hawa nafsunya sehingga ke batasan merosakkan akhlak dan kelakuan si isteri. Dengan itu terjatuhlah marwah suami di hadapan khalayak ramai. Tetapi yang dianjurkan ialah bersikap sederhana pada segala keadaan. Jika dilihat sesuatu kemungkaran yang dilakukan oleh isteri. Hendaklah suami jangan berdiam diri saja, bahkan menegahnya dan membuktikan kejantanannya sebagai seorang suami ke atas isteri. Begitu juga jangan sampai dia yang mula membuka peluang bagi isteri untuk melakukan berbaga-bagai kemungkaran, malah bila dilihat isterinya berani membuat sesuatu yang melanggar hukum syara’ atau&lt;br /&gt;hukum adat dan marwah, hendaklah ia menunjukkan kemarahannya dan&lt;br /&gt;ketidak-senangnya terhadap perkara itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ingatlah bahwa segala terisi di dalam petala langit dan bumi itu&lt;br /&gt;diciptakan Tuhan dengan keadilan maka segala yang melampaui had atau&lt;br /&gt;batasan keadilan akan terlungkup dengan lawannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sewajarnyalah suami mengambil jalan tengah atau ekonomi, baik dalam&lt;br /&gt;menuruti atau menolak kehendak isteri. Hendaklah ia menegakkan kebenaran yang hak pada segala keputusannya, sehingga ia terselamat dari bencana isterinya. Sebab pada kebanyakkan hal, kaum wanita selalu suka berkelakuan buruk, dan sifat tersebut tidak akan terhindar dari mereka, melainkan dengan secara lemah-lembut yang diiringi dengan kebijaksanaan. Oleh itu adalah menjadi suatu tugas utama bagi sang suami memerhati dan meneliti kelakuan isterinya, bermula dengan berbagai percubaan, kemudian mencuba pula meluruskan semua kelakuan yang bengkok itu, sebagaimana yang diharuskan oleh keadaan dan peri-kerukunan rumahtangga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kelima:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Kalaupun suami cemburu, hendaklah bersikap sederhana; iaitu jangan sampai ia melalaikan pokok-pokok persoalan yang akan menimbulkan berbagai-bagai bencana yang tidak diingini di dalam rumahtangga. Tidak sewajarnyalah suami bersikap pelampau dalam perkara melemparkan buruk-sangka terhadap isteri, atau menunjukkan kekerasan atau mengintip rahsia-rahsianya, sebab Rasulullah s.a.w pernah melarang mengikuti aurat-aurat (rahsia-rahsia) kaum wanita. Pada riwayat yang lain baginda melarang menyerempak kaum wanita pada gerak-lakunya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekali peristiwa, apabila Rasulullah s.a.w kembali pelayaran di waktu malam, baginda menyeru para sahabatnya sebelum masuk kawasan negeri Madinah; Janganlah kamu mengetuk rumah isteri-isteri kamu di waktu malam, maksudnya jangan mendapatkan mereka di waktu malam begitu; malah hendaklah mereka bersabar sehingga tiba waktu siang. Malangnya ada dua orang di antara mereka melanggar nasihat Rasulullah s.a.w itu, Mereka terus kembali pada malam itu juga, lalu mereka mendapati perkara-perkara yang tiada diingini telah berlaku di rumah masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam sebuah Hadis lain: Sesungguhnya di antara berbagai-bagai cemburu, ialah cemburu yang dibenci oleh Allah azzawajalla; iaitu cemburu seorang lelaki terhadap isterinya tanpa sebab. Kerana sifat itu timbul dari perasaan buruk sangka dari dalam diri, yang mana kita di larang keras bersifat demikian. Adapun cemburu yang memang kena pada tempatnya, maka itu adalah memang semestinya ada dalam diri seseorang dan ia termasuk sifat yang terpuji; iaitu sifat cemburu yang bersebab.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah s.a.w. telah mengizinkan kaum wanita pergi ke masjid terutama sekali untuk menunaikan dua sembahyang Hari Raya. Keluar ke masjid kaum wanita yang sopan adalah harus hukumnya, tetapi dengan syarat redha suaminya. Walau bagaimanapun meninggalkannya atau tidak menghadirinya lebih terselamat dari fitnah. Sewajarnyalah kaum wanita tidak keluar dari rumahnya melainkan bila ada hal-hal yang penting. Jika keluar untuk bersiar-siar atau kerana perkara-perkara yang tidak perlu akan mencemarkan marwah atau nama baik mereka, dan tidak mustahil pula boleh menarik kepada keburukan. Tetapi kalau mesti keluar juga, maka hendaklah ia memalingkan pemandangannya dari kaum lelaki. Kita tidak mengatakan bahwa wajah lelaki itu dikira aurat pada kaum wanita, sebagaimana wajah wanita dikira aurat pada kaum lelaki, bahkan lebih dari itu; iaitu sebagaimana wajah anak muda Amrad (anak muda yang yang sengat cantik dan putih pula kulitnya – pent)&lt;br /&gt;yang dikira haram dipandang oleh kaum lelaki dalam keadaan ditakuti&lt;br /&gt;berlaku fitnah. Andaikata tiada ditakuti fitnah, maka tiadalah haram&lt;br /&gt;hukumnya melihat wajah Amrad itu, sebab pada lazimnya kaum lelaki terbuka wajahnya di sepanjang masa. Kaum wanita pula bila keluar rumah sememangnya dalam keadaan berselubung. Andaikata wajah kaum lelaki itu dikira aurat pada kaum wanita, niscaya mereka juga akan diperintahkan untuk menyelubungi seluruh anggotanya seperti wanita, ataupun kaum wanita itu akan dilarang untuk keluar rumah sama sekali, melainkan kerana urusan–urusan dharurat saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Keenam:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Berlaku sederhana dalam memberikan nafkah. Jangan terlalu lokek (kikir) memberikan nafkah kepada isteri, dan jangan pula terlalu boros, maka hendaklah memilih jalan tengah; iaitu secara berekonomi. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Makan dan minumlah dan jangan berlaku boros.”&lt;/em&gt; (al-A’raf: 31)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibnu Sirin berkata: Sunnat bagi suami menghidangkan untuk isterinya&lt;br /&gt;manis-manisan seminggu sekali pada hari Jumaat. (yakni dibelinya dari&lt;br /&gt;pasar — pent)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suami hendaklah menyuruh isterinya supaya mensedekahkan makanan-makanan yang lebih-lebih yang tidak diperlukan lagi, ataupun makanan-makanan yang kalau disimpan lama niscaya akan rosak. Ini pun dikira sebagai darjat yang paling rendah dari kebaikan. Si isteri juga boleh melakukan serupa itu dengan hukum keadaaan, tanpa mendapat izin atau persetujuan dari suaminya terlebih dulu. Janganlah hendaknya si suami itu mementingkan dirinya saja dengan makanan yang sedap-sedap tanpa dibahagikan kepada isteri juga, kerana kelakuan yang demikian akan menimbulkan rasa tidak senang di dalam hati isteri, yang berkesudahan akan menghasilkan perhubungan yang tidak mesra di antara keduanya. Seterusnya jangan pula menceritakan kepada keluarganya tentang makan-minum yang ia tidak akan mahu menyediakannnya untuk mereka. Jika ia makan hendaklah ia mengajak anak-isteri makan&lt;br /&gt;bersama-sama dalam suatu hidangan yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara yang terpenting sekali dalam perkara memberi nafkah atau belanja ini ialah menjaga nafkah atau belanja itu supaya datang dari jurusan yang halal; dan jangan pula kerana tuntutan isteri, ia sampai mencampur-adukkan nafkah itu dengan kerja-kerja yang kotor atau tak baik. Sebab yang demikian itu adalah suatu jenayah terhadap si isteri dan tidak boleh dikatakan untuk memelihara hatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kewajiban suami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ketujuh:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Seorang yang ingin berkahwin, hendaklah terlebih dulu mempelajari hal-hal kaum wanita datang haidh dan hukumnya sekadar termampu, untuk mengetahui hukum wajibnya saja, kemudian hendaklah ia mengajar isterinya cara-cara bersembahyang dan hukumnya serta mengingatkannya tentang kemurkaan Allah Ta’ala jika ia tidak mengambil berat tentang perkara-perkara agamanya. Andaikata suami juga kurang pengetahuan dalam urusan agamanya, tetapi dia berusaha pergi bertanyakan orang-orang yang alim, lalu kembali menunjuk-ajar kepada isteri, maka dalam hal ini juga tidak patut isteri keluar kerana maksudnya bertanya. Tetapi jika suami tidak pedulikan juga, bolehlah isteri keluar kerana maksud bertanya.&lt;br /&gt;Tetapi jika suami pedulikan juga, bolehlah keluar itu, meskipun suami&lt;br /&gt;tidak membenarkan dan harus baginya melanggar larangan suaminya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedelapan:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Jika suami mempunyai beberapa isteri, maka hendaklah ia bersikap adil terhadap sekalian isteri-isterinya itu, dan tidak boleh ia melebihkan yang satu dari yang lain. Jika ia ingin keluar negeri dan mahu membawa seorang isteri bersamanya, maka hendaklah ia mengundi antara mereka. Dalam hal suami telah menzalimi seseorang isteri tentang gilirannya, maka seyogyalah ia mengqadha’kan harinya, sebab qadha’ itu wajib. Wajib yang lain ialah adil dalam pemberian dan giliran tidur dan tidak wajib baginya untuk menyamaratakan kasih sayang dan persetubuhan, sebab itu tiada termasuk dalam kuasa pilihannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah s.a.w. ketika dalam masa sakitnya diusung setiap hari dan setiap malam antara isteri-isterinya bila sampai giliran masing-masing. Baginda (SAW) tetap tidur di rumah salah seorang isterinya di mana jatuh giliran masing-masing, tetapi jika ada di antara mereka yang mengalah untuk rekannya, maka baginda (SAW) akan bermalam di situ pula.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kesembilan:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Dalam keadaan isteri bernusyuz (menentang suami), hendaklah suami cuba mengajarnya dengan baik supaya ia kembali taat kepada suami. Apabila berlaku perselisihan antara suami-isteri dan perkaranya tidak dapat diselesaikan sendiri, maka jika perselisihan itu berpuncak dari kedua belah pihak, ataupun yang ternyata perselisihan itu berpuncak dari pihak suami, sedangkan isteri tidak berupaya untuk menenangkan suaminya, ataupun suami tidak dapat berbuat sesuatu untuk membetulkan semula isterinya; dalam keadaan serupa ini mestilah dicari dua orang hakam sebagai orang tengah. Seorang dari pihak suami dan seorang yang lain dari pihak isteri&lt;br /&gt;untuk mengadili perkara keduanya dan cuba menyelesaikan perselisihan itu secara damai, sesuai dengan semangat firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika keduanya memang mahukan perdamaian, niscaya Allah akan memberikan taufiq antara mereka.” (QS an-Nisa’: 35)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tetapi jika nusyuz itu berpuncak dari pihak isteri semata-mata, maka Allah telah pun berfirman di dalam al-Quran al-Karim:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Pihak lelaki itu lebih mampu meluruskan kaum wanita.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(an-Nisa’:34)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suami tentu sekali mampu mendidik isteri dan membimbingnya ke jalan&lt;br /&gt;mentaati suami secara paksaan. Dalam cara membimbingnya, haruslah diambil jalan secara berperingkat-pringkat; iaitu mula-mula dengan menasihati isterinya secara lemah-lembut dan mengingatkannya akan hak isteri terhadap suami dan mengancamnya bahwa perbuatannya itu akan dikutuki oleh Allah, jika ia ingkar. Kalau ini tidak memberikan kesan, maka hendaklah ia membelakanginya di tempat tidur sendirian meskipun ia masih tinggal bersama-sama dalam sebuah rumah. Hal serupa ini ditempohkan hingga tiga malam berturut-turut. Jika tidak berjaya juga untuk meluruskannya, maka syara’ dalam peringkat ini membolehkan suami memukul isteri dengan pukulan yang tidak mencederakan. Bila memukul jangan ditujukan di muka, kerana yang demikian adalah ditegah dengan keras.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kesepuluh:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Dalam adab-adab bersetubuh. Sunnat dimulakan dengan perbualan-perbualan manis dan bercumbu-cumbun, manakala suami menutup kepalanya dan suaranya direndahkan seolah-olah, dia sedang berbisik-bisik.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apabila telah memuncak keinginannya, hendaklah ia menunggu seketika&lt;br /&gt;sehingga isteri pula datang nafsunya. Hendaklah suami jangan mendatangi isteri sewaktu haidh bahkan hendaklah ia menunggu seketika sehingga ia bersih dari haidh, tetapi bolehlah ia bersenang-senang dengan seluruh tubuh badannya, melainkan bersetubuh saja yang dilarang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Janganlah pula ia cuba mendatangi isteri yang dalam haidh itu pada jalan lain yang telah ditentukan. Perbuatan yang demikian itu adalah ditegah dengan keras, kerana dikhuatiri akan berlaku sesuatu bahaya atau penyakit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketahuilah bahwa bahaya dan penyakit itu sentiasa ada, sebab itu ia&lt;br /&gt;menjadi lebih keras haramnya daripada bersetubuh dengan isteri yang sedang haidh. Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hendaklah kamu mendatangi ladangmu (isterimu) sebagaimana yang kamu ingini.”&lt;/em&gt; (QS al-Baqarah: 223)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maksud dari ayat sebagaimana yang kamu ingin ialah pada bila-bila masa yang kamu merasa berkeinginan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sewaktu isteri masih dalam haidh, tiada tegahan bagi suami untuk&lt;br /&gt;ber&lt;em&gt;istimna’&lt;/em&gt; (mengusahakan keluarnya air mani) dengan membiarkan tangan isteri bermain-main pada seluruh tubuh badan suami, begitu pula boleh juga suami meraba-raba bahagian-bahagian yang di dalam kain isteri sehingga naik syahwatnya, hanya yang dilarang ialah bersetubuh saja. Malah tiada larangan seseorang suami mengajak isteri yang dalam haidh makan bersama-sama dengannya, atau baring bersama-sama, atau melakukan perbuatan-perbuatan yang seumpama itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara adab-adab bersetubuh lagi, janganlah ia ber&lt;em&gt;’azal&lt;/em&gt; (menumpahkan air mani di luar kemaluan wanita), sebab tidak ada suatu yang bernyawa yang telah ditakdirkan Allah wujudnya melainkan ia tetap akan wujud bagaimana sekalipun diusahakan untuk mengelakkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mengenai perbuatan ‘azal itu, ada berbagai-bagai pendapat ulama. Ada yang mengharuskan [mungkin maksudnya ‘makruh’, wallahu a’lam, ed. MD], dan ada pula yang menghalalkan dengan syarat keredhaan isteri. Jika isteri tidak redha maka dihukumkan haram supaya isteri tidak teraniaya. Tetapi pendapat yang betul ialah pendapat yang pertama, iaitu harus hukumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tersebut dalam Sahih Bukhari dan Muslim sebuah Hadis dari Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh jabir r.a. katanya; &lt;em&gt;Kita pernah melakukan ‘azal dalam zaman Rasulullah s.a.w. padahal al-Quran masih turun ke atas baginda.&lt;/em&gt; Dengan lafaz yang lain: &lt;em&gt;Kita pernah melakukan ‘azal, maka berita itu telah sampai ke pengetahuan Nabi Allah s.a.w tetapi baginda tiada melarang kami.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Barangkali faedah melakukan ‘azal’ ini kerana hendak memelihara kecantikan isteri dan kesihatannya supaya sering dapat bersenang-senang dengannya. Ataupun untuk mengekalkan perkongsian hidup dengannya supaya terjatuh dari bahaya talaq. Ataupun kerana sebab-sebab yang lain, seperti tidak suka banyak anak sehingga menyebabkan kesukaran untuk mencari nafkah, atau untuk memelihara diri dari keperluan bekerja terus-menerus untuk mencari kelebihan rezeki, dan melakukan kerja-kerja yang tak baik atau lain-lain lagi. Sebab kurangnya kesukaran dalam kehidupan akan menolong kepada menegakkan agama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kesebelas:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Dalam adab-adab melahirkan anak, ada lima perkara:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(1) Jangan sampai terlalu gembira bila menerima anak lelaki,&lt;br /&gt;atau terlalu dukacita bila mendapat anak perempuan, kerana dia tidak&lt;br /&gt;mengetahui di mana letaknya tuah di antara keduanya. Betapa banyaknya&lt;br /&gt;orang yang dianugerahi anak lelaki merasa kesal di kemudian hari, dan&lt;br /&gt;bercita-cita kalaulah anak itu tiada dilahirkan sama sekali. Yang lain&lt;br /&gt;pula mengharapkan anak itu, kalau boleh menjadi perempuan saja. Bahkan pada menerima anak perempuan itu, ada kalanya lebih besar pahalanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkata Anas meriwayatkan Hadis dari Rasulullah s.a.w., sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa yang mempunyai dua orang anak perempuan, ataupun dua orang saudara perempuan, lalu ia membuat baik kepada keduanya selama ia berdampingan dengan mereka, nanti kelak di dalam syurga saya dan dia seperti dua jari ini.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(2) Hendaklah diazankan di telinga bayi sebaik-baik saja ia&lt;br /&gt;lahir dari perut ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(3) Hendaklah bayi itu dinamakan dengan nama yang baik.&lt;br /&gt;Sesiapa yang telah diberikan nama yang tak baik, sunnat diubah nama itu dengan yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(4) Sunnat dibuatkan &lt;em&gt;aqiqah&lt;/em&gt; iaitu menyembelih dua ekor&lt;br /&gt;kambing bagi anak lelaki atau seekor bagi anak perempuan. Kemudian sunnat pula disedekahkan emas atau perak seberat rambutnya yang dipotong pada hari ketujuh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(5) Hendaklah diamanahkan ke dalam mulutnya dengan sebutir&lt;br /&gt;kurma atau lain-lain manisan, kerana yang demikian itu dari amalan&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Kedua belas:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Dalam perkara talaq yang mana ia merupakan perkara harus yang amat dibenci di sisi Allah Ta’ala. Talaq itu dihukumkan harus, apabila ia tiada disertai dengan penganiyaan dengan jalan yang salah. Namun demikian apabila seseorang telah mentalaq isterinya, maka tentulah ia telah menyakiti hatinya, sedangkan menganiaya atau menyakiti orang lain tiada dibenarkan oleh agama melainkan jika berlaku kesalahan dari pihak isteri, ataupun timbulnya suatu dharurat dari pihak lelaki. Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika isteri-isteri itu mentaati kamu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menganiayai mereka.”&lt;/em&gt; (QS an-Nisa’: 34)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yakni, maksudnya janganlah pula kamu mencari jalan untuk mentalaqkan mereka itu. Tetapi jika ayah si suami tiada senang dengan isteri anaknya, bukan kerana sesuatu sebab yang tak baik, maka hendaklah is mentalaqkan isteri sebagai tanda ketaatan kepada ayah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam hal isteri menyakiti suami, ataupun berlaku buruk terhadap keluarga suami, maka is dikira bersalah. Begitu pula, jika isteri itu buruk perilakunya ataupun rosak agamanya. Tetapi jika penganiyaan berlaku dari suami terhadapnya, maka ada jalan bagi isteri untuk menebus dirinya dari suami yang zalim itu dengan membayar wang. Dalam hal ini, makruh bagi lelaki untuk menuntut tebusan wang lebih daripada kerugiannya, kerana yang demikian itu adalah semacam tekanan atau bebanan untuk memberati isteri. Bahkan ini berarti seolah-olah sebagai memperniagakan kemaluan wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidak mengapa atas keduanya pada apa yang dibayar oleh perempuan untuk menebus dirinya.”&lt;/em&gt; (QS al-Baqarah: 229)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi pengambilan apa yang telah diambil dari suami itu adalah hak untuk dijadikan tebusan diri isteri dari suami. Adapun isteri yang meminta talaq apa-apa sebab, maka ia berdosa besar sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang suami yang ingin mentalaqkan isterinya, hendaklah memerhatikan empat perkara berikut, iaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(1) Hendaklah ia mentalaqkan isterinya dalam keadaan suci&lt;br /&gt;dari haidh yang belum ia bersatu dengannya. Sebab talaq dalam waktu haidh ataupun dalam masa suci yang ia telah bersatu dengannya adalah seperkara did’ah yang haram, sekalipun memang ia sengaja melakukan perbuatan itu menjadikan masa iddahnya lebih panjang. Sekiranya ia telah melakukan itu, maka hendaklah ia merujuk isterinya semula. Kemudian ia tunggu pula hingga ia suci sekali lagi, kemudian haidh, kemudian suci lagi, dan pada masa itu terserahlah kepadanya, kalau mahu ditalaqkannya ataupun dibiarkan saja dalam aqadnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(2) Hendaklah ia menjatuhkan talaq satu, kerana dengan talaq&lt;br /&gt;satu pun sudah terhasil meksudnya. Kemudian faedah dari talaq satu, suami boleh rujuk semula sewaktu dalam iddah, jika ia merasa sesal dengan keputusannya yang mula-mula. Jika ia menjatuhkan talaq tiga sekaligus, barangkali ia akan menyesal, maka ketika itu ia tidak boleh kembali lagi kepada isterinya melainkan dengan jalan &lt;em&gt;muhallil&lt;/em&gt;; iaitu isterinya dinikahi oleh orang lain lebih dulu sekadar pelepasan nafsunya, kemudian diceraikan dan barulah boleh berkahwin semula dengannya. Aqad nikah muhallil ini ditegah dan dalam hal ini dialah yang menjadi penyebab aqad muhallil itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(3) Hendaklah ketika menyebutkan talaq itu dengan suara&lt;br /&gt;lemah-lembut dan menerangkan sebab mengapa ia terpaksa mentalaqnya tanpa kekerasan. Dalam pada itu hendaklah ia menyabarkan dan menggembirakan hati isteri yang ditalaqnya itu dengan sesuatu hadiah, sebagai penutup sakit hatinya dikeranakan berita talaq yang disampaikan kepadanya. Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan berikanlah (isteri-isteri yang diceraikan itu) pemberian,”&lt;/em&gt; (QS al-Baqarah: 236)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al-Hasan bin Ali r.a. pernah menyampaikan perkata talaq dua orang&lt;br /&gt;isterinya kepada para sahabatnya dengan meminta mereka menyebutkan tentang talaq itu kepada dua isteri tersebut. Kemudian beliau telah membayar kepada setiap isteri sepuluh ribu dirham.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(4) Janganlah sampai suami membocorkan rahsia isteri, sama&lt;br /&gt;ada sewaktu talaq ataupun sewaktu menikah, sebab ada tegahan keras yang melarang membocorkan rahsia kaum wanita dengan ancaman yang paling berat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hak-hak Suami atas Isteri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Isteri wajib mentaati suami pada segala yang dikehendaki oleh suami&lt;br /&gt;daripada perkara-perkara yang tiada maksiat padanya. Di sana terdapat&lt;br /&gt;banyak hadis yang diriwayatkan dalam menentukan hak suami atas isteri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah s.a.w telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Mana saja wanita yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;terhadapnya maka ia akan masuk syurga.”&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sabdanya (SAW) lagi:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apabila seorang wanita bersembahyang lima waktunya, berpuasa sebulannya, memelihara kemaluannya dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk syurga yang disediakan oleh Tuhannya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkata Ibnu ‘Abbas: Telah datang seorang wanita dari Khat’s am kepada Rasulullah s.a.w. lalu berkata: Saya ini seorang wanita yang janda dan saya akan berkahwin . Apakah haknya suami? Baginda (SAW) menerangkan: &lt;em&gt;“Di antara hak suami atas isteri, ialah apaila ia mengingininya serta memujuknya supaya menyerahkan diri sedang isteri suci dari haidh, janganlah menolaknya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hak-hak yang lain ialah: Isteri tidak boleh memberi apa-apa yang ada di dalam rumah kepada orang lain, melainkan dengan izin suami. Jika ia melanggar juga maka berdosalah isteri itu manakala suami mendapat pahala dari pemberian itu. Isteri tidak boleh berpuasa secara sukarela, melainkan dengan izin suami, jika isteri melanggar juga, niscaya jadilah puasanya itu lapar dan dahaga semata-mata, tanpa mendapat apa-apa balasan dari Allah. Jika isteri keluar dari rumah tanpa izin suami, niscaya Malaikat akan melaknatinya sehingga ia kembali ataupun bertaubat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesimpulannya, hak-hak suami atas isteri itu ada banyak, tetapi yang terpenting sekali ialah dua perkara:&lt;br /&gt;(1) Memelihara diri dan menutup rahasia&lt;br /&gt;(2) Tidak terlampau menuntut perkara-perkara yang tidak diperlukan, dan menjaga agar usahanya tidak termasuk perkara yang haram.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hak puteri atas kedua ibu-bapa ialah: Mendidiknya cara pergaulan yang baik dan adab-adab percampuran dengan suami sebagaimana yang diriwayatkan dari &lt;u&gt;Asmak binti Kharijah al-Fizari&lt;/u&gt;, katanya kepada puterinya ketika hari perlangsungan puterinya itu: &lt;b&gt;“Kini engkau telah keluar dari sangkar yang di dalamnya engkau telah dibesarkan, berpindah ke tempat tinggal yang engkau belum pernah mengenalinya lagi, dan kepada seorang teman hidup yang engkau belum biasa dengannya. Maka umpamakanlah dirimu itu sebagai sekeping tanah, niscaya ia akan menjadi tiangnya. Kalau engkau menganggap dirimu&lt;br /&gt;sebagai jariah, tentulah ia akan menganggap dirinya hamba sahaya. Jangan membebaninya agar ia tiada meningalkanmu. Jangan menjauhinya agar ia tiada melupaimu. Jika ia mendekatimu setapak, datangilah ia dua tapak. Jika ia menjauhimu, jauhilah ia dengan baik. Jagalah hidungnya, telinganya dan matanya, sehingga ia tiada mencium sesuatu melainkan yang baik-baik, tiada mendengar sesuatu melainkan yang indah-indah dan tiada melihat sesuatu melainkan yang cantik-molek.”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesimpulan dari kata-kata yang berkaitan dengan adab-adab kaum wanita tanpa banyak bicara ialah: Hendaklah ia merupakan sendi utama di dalam rumah tangganya. Senantiasa melazimi jahitan dan tenunannya. Tidak banyak naik-turunnya. Sedikit bicaranya dengan tetangga, ia tidak mendatangi tetangganya melainkan jika ada perkara yang perlu yang mendorongnya ke sana. Memelihara hak suaminya ketika ia ada di rumah ataupun tiada di rumah. Sentiasa menimbulkan kegembiraan hati suami pada segala kelakuannya. Tiada mengkhianati dirinya terhadap suami dan hartanya. Tiada keluar dari rumah melainkan dengan izin suami. Dan jika diizinkan ia keluar, hendaklah dalam keadaan tertutup. Memilih jalan-jalan yang sepi dari orang ramai, tidak memilih jalan raya atau pasar. Memelihara suaranya supaya tidak terdengar oleh orang-orang asing atau dikenali peribadinya oleh mereka itu. Tidak memperkenalkan dirinya kepada rakan-rakan suaminya dalam menunaikan segala keperluan, tetapi handaklah ia berpura-pura terhadap sesiapa yang disangka mengenalinya ataupun memang di mengenalinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tugas utama kaum wanita ialah memperbaiki urusannya sendiri dan urusan rumahtangganya, tetap menunaikan semua sembahyang dan puasa. Jika rakan suaminya meminta izin masuk ke dalam rumahnya sedang suami tiada di rumah, maka tidak boleh diizinkan masuk dan tiada boleh banyak berbicara dengannya, sebagai menunjukkan tanda cemburu atas dirinya sendiri dan suaminya. Hendaklah isteri sentiasa merasa puas dengan segala yang diberikan oleh suaminya, sebagai rezeki dari Allah ta’ala. Ia harus selalu mengutamakan hak suami atas dirinya sendiri, begitu pula atas segala hak kaum kerabatnya. Sering membersihkan dirinya sendiri, serta bersedia, pada bila-bila masa untuk menerima keinginan suami. Hendaklah ia sentiasa bersifat belas kasihan terhadap anak-anaknya, memelihara dan melindungi mereka dari segala yang tidak baik, tidak mengeluarkan caci-maki terhadap anak-anak dan tiada menggunakan lidahnya hanya untuk menjawab dan menentang suami.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara adab-adabnya pula ialah: isteri tiada terlalu bermegah-megah dengan kecantikan dirinya, dan tiada pula mengeji suaminya kerana keburukannaya. Adab yang lain lagi ialah: Hendaklah isteri sentiasa melazimkan dirinya dalam kebaikan dan memelihara dirinya pada masa ketiadaan suaminya. Apabila suami kembali bergembiralah ia bersenang-hatilah ia semula bersamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara yang wajib atas isteri dari hak-hak perkahwinan, apabila&lt;br /&gt;suaminya meninggal dunia, ia tidak berkabung kerana berdukacita lebih dari empat bulan sepuluh hari. Wajib meninggalkan memakai air wangi, tidak menghiaskan diri dalam masa perkabungan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasulullah s.a.w. telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman dengan Allah dan Hari Kemudian berkabung atas seorang yang mati lebih dari tiga hari, melainkan atas suami iaitu empat bulan dan sepuluh hari.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wajib atas isteri juga tinggal di dalam rumah suaminya yang meninggal dunia itu sehingga iddahnya, tidak boleh berpindah ke rumah keluarganya dan tidak boleh keluar rumah, melainkan kerana sesuatu dharurat saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara adabnya lagi, hendaklah ia menjalankan perkhidmatanya yang ia mampu melakukan di dalam rumah, sebagaimana biasanya isteri-isteri para sahabat melakukan, moga-moga Allah redha atas mereka sekalian.&lt;/p&gt;  &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wallahul Muwafieq Ilaa Aqwamith Thorieq&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2326002892292467480-779814383449522500?l=sukitmansudjatmiko.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/feeds/779814383449522500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2326002892292467480&amp;postID=779814383449522500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/779814383449522500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2326002892292467480/posts/default/779814383449522500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sukitmansudjatmiko.blogspot.com/2008/02/imam-al-ghozali.html' title='IMAM AL GHOZALI'/><author><name>JOY TROTSKY</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07900206864823964742</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://bp1.blogger.com/_VbB0TTPuuoE/R8ZirJi1srI/AAAAAAAAABQ/uPVufur9APE/S220/Sir+vladimir+marx.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2326002892292467480.post-235227957123827819</id><published>2008-02-27T23:38:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T23:40:37.202-08:00</updated><title type='text'>Resensi Buku: Dahulukan Akhlak Diatas Figh</title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Dahulukan Akhlak di Atas Fikih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;oleh: Dr. Jalaluddin Rakhmat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salah satu perkembangan memprihatinkan di masyarakat Islam &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;br /&gt;belakangan ini adalah makin kuatnya kecenderungan meninggalkan akhlak&lt;br /&gt;ketika menghadapi perbedaan dalam paham keagamaan. Karena itu, Dr.&lt;br /&gt;Jalaluddin Rakhmat menulis buku Dahulukan Akhlak di Atas Fikih, yang akan&lt;br /&gt;diluncurkan pekan ini di Jakarta. Apa isi buku itu dan bagaimana Kang&lt;br /&gt;Jalal—sapaan cendikiawan muslim itu—melihat perkembangan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut perbincangan Burhanuddin dan M. Guntur Romli (KIUK) dengan beliau, Kamis (29/9) lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Kang Jalal, tanggal 8 Oktober ini, Anda akan meluncurkan buku&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dahulukan Akhlak di Atas Fikih. Apa latar belakang penulisannya?&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;DR. JALALUDDIN RAHMAT: Saya harus mengingat kembali pengalaman hidup&lt;br /&gt;saya. Saya dilahirkan dalam keluarga nahdliyin. Kakek saya punya&lt;br /&gt;pesantren di puncak bukit Cicalengka. Ayah saya pernah ikut serta dalam gerakan&lt;br /&gt;keagamaan untuk menegakkan syariat Islam. Begitu bersemangatnya, beliau&lt;br /&gt;sampai meninggalkan saya pada waktu kecil dan bergabung dengan para&lt;br /&gt;pecinta syariat. Saya lalu berangkat ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; untuk belajar, dan bergabung&lt;br /&gt;mula-mula dengan kelompok Persatuan Islam (Persis) dan masuk kelompok&lt;br /&gt;diskusi yang menyebut dirinya Rijâlul Ghad, atau pemimpin masa depan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada saat yang sama, saya juga bergabung dengan Muhammadiyah, dan&lt;br /&gt;dididik di Darul Arqam Muhammadiyah, dan pusat pengkaderan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Dari latar belakang itu, saya sempat kembali ke kampung untuk memberantas&lt;br /&gt;bid’ah, khurafat, dan tahayul. Tapi sebetulnya, yang saya berantas&lt;br /&gt;adalah perbedaan fikih antara fikih Muhammadiyah dengan fikih NU orang&lt;br /&gt;kampung saya. Misi hidup saya waktu itu saya rumuskan singkat: menegakkan&lt;br /&gt;misi Muhammadiyah dengan memuhammadiyahkan orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi apa yang kemudian terjadi? Saya bertengkar dengan Uwa’ (paman)&lt;br /&gt;saya yang masih membina pesantren, dan penduduk kampung. Sebab, ketika&lt;br /&gt;semua orang berdiri untuk salat qabliyah Jumat, saya duduk secara&lt;br /&gt;demonstratif. Saya hampir-hampir dipukuli karena membawa fikih yang baru itu.&lt;br /&gt;Singkat cerita, melalui pengalaman hidup, saya menemukan bahwa fikih&lt;br /&gt;hanyalah pendapat para ulama dengan merujuk pada sumber yang sama, yaitu&lt;br /&gt;Alqur’an dan sunnah. Hanya saja, kemudian berkembang pendapat yang&lt;br /&gt;berbeda-beda. Kekeliruan saya waktu itu: berpikir bahwa fikih itu sama&lt;br /&gt;dengan Alqur’an dan sunnah. Artinya, kalau orang menentang Alqur’an dan&lt;br /&gt;sunnah, jelas dia kafir. Tapi kalau hanya menentang pendapat orang tentang&lt;br /&gt;Alquran dan sunnah, kita tidak boleh menyebutnya kafir. Itu perbedaan&lt;br /&gt;tafsiran saja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itulah kemudian saya berpikir bahwa sebenarnya ada hal yang&lt;br /&gt;mungkin mempersatukan kita semua, yaitu akhlak. Dalam bidang akhlak, semua&lt;br /&gt;orang bisa bersetuju, apapun mazhabnya. Lalu saya punya pendirian:&lt;br /&gt;kalau berhadapan dengan perbedaan pada level fikih, saya akan dahulukan&lt;br /&gt;akhlak. Kalau datang ke jamaah NU yang qunut subuh, demi ukhuwwah dan&lt;br /&gt;memelihara akhlak di tengah-tengah saudara saya, saya akan ikut qunut,&lt;br /&gt;walau saya misalnya orang Muhammadiyah yang tidak qunut. Tapi, ketika&lt;br /&gt;bergabung dengan orang-orang Muhammadiyah, saya mungkin tidak qunut demi&lt;br /&gt;menghargai jamaah sekitar saya. Itu yang saya maksud mendahulukan akhlak&lt;br /&gt;di atas fikih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Akhlak di sini dalam makna seperti apa, Kang? Bukankah pandangan&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tentang akhlak juga berbeda-beda dan cenderung sektarian juga?&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut saya, akhlak sebenarnya tidak ada yang sektarian. Saya percaya,&lt;br /&gt;tidak ada relativisme moral, termasuk relativisme akhlak. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang&lt;br /&gt;mengatakan bahwa akhlak itu relatif. Menurut saya, orang baik yang menurut&lt;br /&gt;orang lain bukan orang baik itu tidak ada. Apakah membantu orang lain,&lt;br /&gt;menyebar cinta kasih, menolong mereka yang teraniaya, baik menurut&lt;br /&gt;mazhab tertentu, tapi buruk menurut mazhab lain? Saya ingin tahu: adakah&lt;br /&gt;akhlak yang sektarianistis? Beri saya satu contoh agar saya tidak&lt;br /&gt;kebingungan. Katanya, orang bingung membaca buku saya, karena definisi&lt;br /&gt;akhlaknya membingungkan. Menurut saya, akhlak tidak usah didefinisikan. Sebab&lt;br /&gt;semua orang tahu mana akhlak baik dan mana yang buruk. Yang ingin saya&lt;br /&gt;tahu: kira-kira, apa akhlak yang baik menurut satu mazhab tapi buruk&lt;br /&gt;menurut mazhab lain?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Apakah dalam menentukan akhlak tidak akan terjadi perbedaan&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;standar?&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut saya, boleh saja orang lain memakai standar berbeda-beda. Tapi,&lt;br /&gt;standarnya adalah akhlak yang disepakati bersama. Kalau bicara tentang&lt;br /&gt;akhlak, saya bicara tentang sesuatu yang kebaikannya disepakati&lt;br /&gt;bersama. Itulah yang disebut nilai-nilai universal, universal values. Dalam&lt;br /&gt;setiap agama, termasuk Islam, terdapat nilai-nilai universal itu. Kita&lt;br /&gt;bisa berbagi, hatta dengan agama lain dalam soal nilai-nilai universal&lt;br /&gt;ini. Kalau dianalogikan dengan hukum, jadinya kira-kira begini. Di hukum&lt;br /&gt;itu, sebenarnya ada masalah antara kepastian hukum dan keadilan. Kalau&lt;br /&gt;kita berpegang pada aksara, kepada hukum secara letterlijk, akan ada&lt;br /&gt;suatu situasi di mana hukum menjadi tidak adil. Di situlah kepastian&lt;br /&gt;hukum bertabrakan dengan ketidakadilan. Analogi itu bisa mengibaratkan soal&lt;br /&gt;akhlak dan fikih. Akhlak menurut saya adalah sesuatu yang pasti. Semua&lt;br /&gt;orang sepakat soal keutamaan akhlak. Yang tidak sepakat adalah tentang&lt;br /&gt;fikih. Jadi, daripada berpegang pada fikih yang tidak pasti, lebih baik&lt;br /&gt;kita berpegang pada akhlak yang sudah pasti.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Kang Jalal, apakah buku-buku fikih betul-betul alpa membahas soal&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;akhlak? Saya kira, buku fikih Imam al-Ghazali, Bidâyatul Hidâyah, juga&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;cenderung membahas soal akhlak.&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memang, al-Ghazali sendiri misalnya bercerita tentang sirr, atau&lt;br /&gt;rahasia dari semua aturan fikih. Misalnya, puasa bukan sekadar menahan makan&lt;br /&gt;dan minum, tapi juga mengendalikan diri dari segenap perbuatan yang&lt;br /&gt;dilarang Allah. Jadi ada juga unsur akhlaknya. Tapi kalau kita bicara&lt;br /&gt;fikih sebagai ilmu, tentu tidak begitu. Bacalah buku fikih apa saja,&lt;br /&gt;misalnya Kitâbul Fiqh `alal Madzâhib al-‘Arba`ah. Di situ sudah tidak ada&lt;br /&gt;lagi pembicaraan soal akhlak. Dan ingat, Imam al-Ghazali pun berbicara di&lt;br /&gt;situ dalam konteks pengajaran tasawuf; mencari rahasia di balik ritual,&lt;br /&gt;di balik syariat. Soal syariatnya sendiri tetap berpusat pada fikih.&lt;br /&gt;Sampai ada yang mengatakan fikih itu soal al-hukm biz dzawâhir. Jadi,&lt;br /&gt;fikih itu secara umum memang berpegang teguh pada hal-hal yang lahiriah.&lt;br /&gt;Sementara, al-Ghazali sendiri membedakan antara khalq dan khuluq,&lt;br /&gt;walaupun dalam penulisannya Arabnya sama. Khalq adalah gambaran lahir atau&lt;br /&gt;tubuh kita, sementara khuluq gambaran batin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi, khalq itu urusan fikih, sementara khuluq “sepatutnya” diurus oleh&lt;br /&gt;tasawuf. Artinya, dalam kenyataan, fikih terpisah dari studi akhlak,&lt;br /&gt;walau para ulama membahas fikih sekaligus menyertakan akhlak sebagai&lt;br /&gt;ilmu. Tapi yang ingin saya tekankan: walau kita mungkin belajar fikih tidak&lt;br /&gt;boleh terlepas dari akhlak, bahkan fikih harus menyempurnakan akhlak,&lt;br /&gt;dalam kenyataan sehari-hari, kita tetap sering menemukan tuntutan fikih&lt;br /&gt;yang bertentangan dengan tuntutan akhlak. Misalnya, tuntutan fikih saya&lt;br /&gt;sebagai orang Muhammadiyah adalah: membaca qunut waktu subuh, bid’ah&lt;br /&gt;hukumnya. Tapi sekarang saya hidup dalam komunitas NU. Tuntutan fikih&lt;br /&gt;saya “jangan qunut subuh”, tapi jemaah NU di tempat saya mengangkat saya&lt;br /&gt;sebagai imam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau saya tidak punya tuntutan akhlak untuk menjaga silaturahmi dengan&lt;br /&gt;masyarakat sekitar, lalu saya tidak qunut, pecahlah silaturahmi saya&lt;br /&gt;dengan kaum nahdliyyin. Mereka bisa pada lari dan mengulang salat, karena&lt;br /&gt;perbedaan fikih. Makanya, daripada menimbulkan keributan, lebih baik&lt;br /&gt;saya dahulukan akhlak. Apakah qunut itu sunnah atau bid’ah, itu soal&lt;br /&gt;pendapat dan pilihan hadis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya ingin beri contoh yang bagus dari tokoh al-Ikhwan al-Muslimun,&lt;br /&gt;Hasan al-Banna. Konon, al-Banna masuk sebuah masjid pada bulan puasa&lt;br /&gt;ketika orang-orang sedang bertengkar soal jumlah rakaat tarawih. Satu kempok&lt;br /&gt;bilang 11, yang lain condong ke 23 rakaat. Itu jelas pertengkaran&lt;br /&gt;fikih. Al-Banna lalu bertanya pada kelompok yang mendukung 11 rakaat:&lt;br /&gt;“Menurut kalian, apa hukumnya salat tarawih?” “Sunnah!” jawab mereka. Kepada&lt;br /&gt;yang 23 juga ditanya hal sama. Jawabnya: “Sunnah!” Lalu dia bertanya&lt;br /&gt;lagi: “Apa hukum bertengkar antara sesama kaum muslimin di masjid?” Semua&lt;br /&gt;sepakat menjawab “haram”. Al-Banna lalu menyadarkan mereka, “Mengapa&lt;br /&gt;kalian melakukan yang haram demi mempertahankan yang sunnah?” Artinya,&lt;br /&gt;sebenarnya al-Banna sedang menjalankan prinsip mendahulukan akhlak di&lt;br /&gt;atas fikih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Ada yang bilang, kalau sedang memberantas bid’ah yang dilarang&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;agama, tidak relevan lagi bicara akhlak. Bukankah Nabi menyebut “kullu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;bid`atin dlalâlah wa kullu dhalâlatin fin nâr”? Jadi ini soal memberantas&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kemungkaran.&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pertama kita harus definisikan dulu makna bid’ah, atau bagaimana ia&lt;br /&gt;didefinisikan di tengah masyarakat. Pada awalnya, bid’ah bermakna sesuatu&lt;br /&gt;yang tidak diperintahkan Rasulullah. Ini merujuk hadis Nabi yang&lt;br /&gt;diriwayatkan dalam Kitab Shahîh Bukhari, “Man ahdatsa fî mâ laitsa `alaihi&lt;br /&gt;min amrinâ fahuwa radd”. Artinya, semua hal yang tidak kami perintahkan&lt;br /&gt;harus ditolak. Jadi, kalau sesuatu itu tidak diperintahkan Rasulullah,&lt;br /&gt;itu namanya bid’ah. Saya kira, semua setuju soal itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bahkan, dalam riwayat Nabi yang lain bid’ah itu disebut muhdatsât,&lt;br /&gt;sesuatu yang baru, yang tidak pernah ada di zaman Nabi. Hadisnya: “Alâ&lt;br /&gt;iyyâkum wa muhdatsâtil umûr”, atau jauhilah olehmu perkara yang baru-baru&lt;br /&gt;dalam agama. Sebab, setiap yang muhdats itu bid’ah, dan setiap bid’ah&lt;br /&gt;sesat, dan setiap kesesatan akan ke neraka. Dulu ketika masih jadi kader&lt;br /&gt;Muhammadiyah, saya hapal sekali hadis itu. Jadi, bid’ah adalah sesuatu&lt;br /&gt;yang baru, yang tidak ada dalam perintah Rasulullah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi dalam perkembangan zaman dan pada kenyataan di masyarakat, yang&lt;br /&gt;disebut bid’ah itu ialah soal ibadah-ibadah. Dan anehnya, memang yang&lt;br /&gt;kita sebut bid’ah hanya ada dalam aspek ibadah, khususnya yang dijalankan&lt;br /&gt;orang lain, yang dalilnya tidak sama dengan kita. Maksudnya, qunut pada&lt;br /&gt;waktu subuh itu bid’ah, karena dalil tentang qunut subuh itu dla`îf&lt;br /&gt;atau lemah menurut orang Muhammadiyah, tapi tidak dla`îf menurut orang NU.&lt;br /&gt;Bahkan dalam sahih Bukhari dikatakan bahwa, Rasulullah qunut pada waktu&lt;br /&gt;subuh dan maghrib. Artinya, ada dalilnya, dan ada contoh Nabi. Yang&lt;br /&gt;pertama tadi juga punya contoh dari Nabi. Hanya saja, karena kita&lt;br /&gt;berbeda-beda dalam memilih hadis, maka yang mengambil hadis lain disebut&lt;br /&gt;bid’ah. Makanya, dalam soal seperti itu, perbedaannya kadang soal memilih&lt;br /&gt;hadis, atau dalam mendla`ifkan atau mensahihkan hadis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi, saya tetap setuju bahwa bid’ah yang benar-benar tidak ada&lt;br /&gt;keterangannya dalam Alqur’an dan hadis harus kita tolak. Tapi, kalau ternyata&lt;br /&gt;ada keterangannya dalam hadis, walau menurut kita dla`îf, kita harus&lt;br /&gt;bertoleransi pada orang lain untuk berpendapat dan menganutnya. Dan kalau&lt;br /&gt;kita menjalankan hal seperti itu, kita tidak berbuat dosa, tidak masuk&lt;br /&gt;neraka, dan tidak sesat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya beri satu contoh kecil dari Imam Abu Hanifah dan Imam Syafii.&lt;br /&gt;Suatu saat, Imam Sayfii salat di Baghdad yang dulu bernama Kufah. Dia tidak&lt;br /&gt;qunut pada waktu subuh. Lalu orang-orang bertanya: “Kenapa Anda tidak&lt;br /&gt;qunut?” Imam Syafii menjawab, “Aku menghormati shâhib tilkal maqbarah”&lt;br /&gt;(penghuni kuburan di situ). Ketika itu, Imam Abu Hanifah sudah meninggal&lt;br /&gt;dunia dan orang di sekitar situ tetap mengikuti pahamnya. Maka, demi&lt;br /&gt;menghormati Abu Hanifah, Imam Syafii tidak membaca qunut. Menurut saya,&lt;br /&gt;itu adalah prinsip mendahulukan akhlak di atas fikih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Mengapa umat Islam lebih mementingkan fikih daripada akhlak?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya tidak tahu apakah telah membuat beberapa alasan dalam buku saya&lt;br /&gt;soal itu atau tidak. Buku saya itu sebenarnya terbagi dua. Pertama&lt;br /&gt;membahas mengapa kita harus mendahulukan akhlak di atas fikih, berujung pada&lt;br /&gt;contoh Rasulullah, para sahabat, dan para imam mazhab. Pada bab kedua&lt;br /&gt;saya menceritakan târîkhut tasyrî`al-islâmî atau sejarah legislasi hukum&lt;br /&gt;Islam dengan al-manhaj al-naqdî. Jadi buku ini mencoba mengkritik ushul&lt;br /&gt;fikih juga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita ini selalu merasa yakin bahwa fikih kita yang paling benar dan&lt;br /&gt;fikih orang lain keliru. Itu sebenarnya bersumber dari kepercayaan yang&lt;br /&gt;berlebih-lebihan akan kebenaran fikih kita. Padahal, fikih itu dalam&lt;br /&gt;prosesnya selalu membuka ruang kritik. Dulu, Imam Syafii mengkritik konsep&lt;br /&gt;istihsân mazhab Abu Hanifah. Kalau cara dan argumentasi Imam Syafii itu&lt;br /&gt;kita gunakan sekarang, dia bisa dipakai untuk mengkritik konsep qiyâsh&lt;br /&gt;yang diajarkan Imam Syafii sendiri. Jadi ushul fikih itu selalu membuka&lt;br /&gt;peluang kritik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa arti semua itu? Artinya, kita harus tawâdlu` atau rendah hati;&lt;br /&gt;bahwa semua fikih mengandung unsur manusia di dalamnya. Karena itu, semua&lt;br /&gt;fikih mengandung unsur kesalahan. Anda tentu tahu ucapan seorang ulama:&lt;br /&gt;fikih dia benar, tapi mengandung kemungkinan keliru (ra’yî shawâb wa&lt;br /&gt;yahtamilul khata’); begitu juga sebaliknya. Saya tidak tahu sejak kapan&lt;br /&gt;aliran mushawwibûn itu tersingkir dari masyarakat dan diambil-alih&lt;br /&gt;aliran mukhatti’ûn. Tapi tampaknya, aliran yang suka menyalah-nyalahkan&lt;br /&gt;orang itu muncul sejak adanya aliran pembaharuan yang juga suka&lt;br /&gt;menyalah-nyalahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Apakah mindset atau paradigma berpikir tertentu juga menjadi soal?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya, betul. Saya pernah cerita tentang dua paradigma atau cara memandang&lt;br /&gt;persoalan. Pertama, paradigma akidah. Dalam paradigma ini, hanya ada&lt;br /&gt;satu akidah yang benar, dan hanya satu kelompok yang masuk surga. Dengan&lt;br /&gt;begitu, hanya ada satu kebenaran. Baik-buruknya seseorang diukur&lt;br /&gt;berdasarkan akidah. Padahal, walau banyak orang mengatakan akidah itu ushûl&lt;br /&gt;atau sesuatu yang pokok, ia seringkali juga bersifat furû’ atau cabang.&lt;br /&gt;Jadi ada furû`-furû` akidah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini sebenarnya penjelasan untuk orang awam karena mereka sering ditipu&lt;br /&gt;bahwa akidah adalah ushûl, dan kalau akidah seseorang tidak sama, maka&lt;br /&gt;ia akan kafir dan seluruh amal salihnya tidak diterima Tuhan. Orang&lt;br /&gt;kemudian diukur dari akidah; kalau akidahnya sama dengan kita, dia akan&lt;br /&gt;sama mulianya. Kalau akidahnya tidak sama, dia langsung direndahkan,&lt;br /&gt;mungkin disamakan dengan binatang, bahkan dihapuskan dari segala unsur&lt;br /&gt;kemanusiaannya. Seluruh hak-hak dia sebagai manusia hilang karena urusan&lt;br /&gt;akidah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah, paradigma yang saya promosikan adalah paradigma akhlak. Dalam&lt;br /&gt;paradigma kedua ini, manusia selalu diukur dari kemuliaan akhlak,&lt;br /&gt;kontribusinya terhadap kehidupan sosial, dan pemihakannya pada keadilan. Itulah&lt;br /&gt;paradigma akhlak. Menurut saya, paradigma ini lebih bersih dari&lt;br /&gt;manipulasi pemikiran. Paradigma akidah bisa ditafsirkan macam-macam. Misalnya,&lt;br /&gt;ziarah kubur itu menurut sebagian orang musyrik. Tawâshul dan tabarruk&lt;br /&gt;juga dianggap kemusyrikan. Begitulah paradigma akidah. Akibat lanjut&lt;br /&gt;paradigma ini, kalau betul-betul konsisten diterapkan—untungnya,&lt;br /&gt;kebanyakan tidak konsisten—bisa menjurus pada perpecahan luar biasa di kalangan&lt;br /&gt;umat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;KIUK: Kang Jalal, kalau ditanya mana yang lebih baik, muslim yang taat&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ibadahnya tapi tidak baik akhlaknya, atau yang kurang taat tapi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;berakhlak baik, mana yang Anda pilih?&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dulu saya selalu menjawab soal ini dengan cara mengelak. Saya katakan,&lt;br /&gt;yang baik ialah yang salat dan akhlaknya bagus. Tapi jawaban itu tidak&lt;br /&gt;jujur, karena pilihannya hanya dua: (a) salatnya baik, tapi berakhlak&lt;br /&gt;buruk; (b) salatnya buruk, tapi akhlaknya baik. Jadi tidak ada pilihan&lt;br /&gt;(c) yang salat dan akhlaknya baik di situ. Kalau jawaban berkelit itu&lt;br /&gt;saya berikan dalam ujian, jelas saya tidak lulus, karena memang tidak ada&lt;br /&gt;dalam kategori.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu, sekarang saya akan menjawab: lebih baik yang akhlaknya&lt;br /&gt;bagus sekalipun salatnya buruk, ketimbang salatnya bagus tapi akhlaknya&lt;br /&gt;buruk. Dalilnya: satu, karena sebaik apapun salat kita akan terhapus&lt;br /&gt;pahalanya oleh akhlak yang buruk. Haji juga begitu. Sekalipun ia dijalankan&lt;br /&gt;sebaik-baiknya, malah mungkin setiap tahun, kalau di dalam&lt;br /&gt;pelaksanaannya ada rafats, fusûq, dan jidâl, hajinya tidak sah. “Faman faradla fî hinnal hajja falâ rafatsa walâ fusûqa walâ jidâla fil hajj,“ Itu dalil&lt;br /&gt;Alqur’annya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam ayat lain juga disebutkan, kalau sedekah kita disusul dengan&lt;br /&gt;ucapan yang menyakiti hati, maka sedekahnya akan batal. Dalam Alqur’an&lt;br /&gt;diterangkan, “La tutbi’û shadaqâtikum bil manni wal ‘adzâ”, atau jangan&lt;br /&gt;kamu batalkan sedekahmu dengan menggerutu dan menyakiti hati orang yang&lt;br /&gt;menerima.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alqur’an juga mengatakan, kalau orang menyakiti sesama manusia akan&lt;br /&gt;dilaknat Allah di dunia dan akhirat. Dalam surah al-Ahzâb: 56 dikatakan,&lt;br /&gt;“Innalladzîna yu’dzûnalLâh wa rasûlah la`anahumulLâhu fid dunyâ wal&lt;br /&gt;âkhirah, wa ‘a`adda lahum adzâban mubîna. Wallladzîna yu
